Nikkei Terdongkrak, Rupiah Tertekan

6a011560f371ca6970c0120a65aa8803970bGerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan tampak telah bergerak dalam volatilitas yang kecil di awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Jumat ini. Hal tersebut terjadi, setelah rilis hasil laporan harga produsen dari Jepang datang dengan hasil yang sesuai perkiraan.

Para pelaku pasar yang terlihat tengah fokus terhadap kondisi politik di Amerika untuk saat ini, sehingga pergerakan nilai apresiasi mata uang Yen tampak begitu sempit pergerakannya. Hal lain yang turut menunjang kondisi tersebut adalah, menjelang pertemuan Federal Reserve pada bulan depan yang diperkirakan akan menaikan suku bunga.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah sempat bergerak di kisaran level 106.60, melemah tipis sekitar 0.2%. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY diasumsikan memiliki level harga support terdekat di kisaran level 105.45, dan level resisten di kisaran level 107.00.

Dilaporkan bahwa, hasil rilis laporan indeks harga produsen untuk periode Oktober levelnya sesuai dengan perkiraan sebelumnya. Hasil rilis laporan indeks harga produsen untuk periode Oktober mengalami penurunan sekitar 0.1% pada tingkat bulanan dan turun 2.7% pada tingkat tahunan.

Gerak nilai apresiasi mata uang milik Indonesia, yaitu mata uang Rupiah, dilaporkan telah bergerak melemah tajam di awal perdagangan hari Jumat, melonjak ke level terburuk dalam 4 bulan. Berdasarkan data dari Reuters, gerak nilai apresiasi mata uang Rupiah telah sempat diperdagangkan di kisaran level 13,450.

Gerak nilai apresiasi mata uang Rupiah telah sempat bergerak melemah sekitar 2.75%. Angka tersebut adalah kisaran level terburuk sejak 27 Juni, setelah sempat melonjak ke level tertinggi di 13,490.

Pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Rupiah disebabkan oleh penguatan gerak nilai apresiasi Greenback. Hal lain yang turut serta berpengaruh adalah atas kenaikan yield obligasi pemerintah Indonesia, bertenor 10 tahun yang melonjak menjadi 7.426%, yang adalah level tertinggi sejak 1 Juli.

Gerak nilai harga saham Jepang dilaporkan telah bergerak menguat, melonjak ke level tertinggi 9-bulan pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat. Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225, telah terpantau telah naik sekitar 0,48% menjadi 17428.50.

Hal tersebut terjadi, seiring usaha sektor keuangan merespon kenaikan imbal hasil dan kinerja positif Wall Street, di tengah harapan bahwa kebijakan Presiden terpilih Donald Trump akan mendongkrak pertumbuhan ekonomi. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen terhadap mata uang USD yang masih bertengger di sekitar level tertinggi dalam hampir 4-bulan juga telah menguntungkan gerak nilai harga saham-saham sektor perusahaan eksportir.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga saham perusahaan Toyota Motor Corp., telah sempat terlihat diperdagangkan sekitar 2,5% lebih tinggi. Gerak nilai harga saham perusahaan Honda Motor Co. dilaporkan telah pula mencatatkan gain sekitar 1,4%.

Gerak nilai harga saham-saham lembaga keuangan seperti asuransi dan bank, yang sedang mencari peluang investasi menarik untuk utang luar negeri mereka, melonjak setelah imbal hasil Treasury Amerika naik berkat pandangan bahwa kebijakan ekonomi Trump akan mendongkrak inflasi.

Gerak nilai harga saham perusahaan Dai-ichi Life Holdings dilaporkan telah bergerak melonjak sekitar 10%. Penguatan gerak nilai harga saham juga diikuti oleh perusahaan Mitsubishi UFJ Financial Group, dengan menorehkan angka kenaikan sebesar 8,3%, dan gerak penguatan sebesar 4,5% dari nilai harga saham MS&AD Insurance.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak melemah di sesi perdagangan pasar Asia pada hari Jumat, lanjutkan gerak penurunan dari semalam. Hal tersebut terjadi, karena kecemasan para pelaku pasar global terhadap kondisi kelebihan pasokan.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah semalam tampak telah bergerak melemah, setelah pihak dari International Energy Agency (IEA) memperingatkan pasar resiko surplus di tahun 2017 jika tidak adanya pengurangan output dari OPEC. Para pelaku pasar tengah fokus pada hasil rilis data jumlah rig yang akan dilaporkan oleh Baker Hughes.

Dilaporkan pada pekan lalu bahwa, Baker Hughes telah melaporkan bilamana jumlah pengeboran minyak rig di Amerika bertambah 9 menjadi 450. Jumlah pengeboran minyak rig di Amerika kembali naik setelah penurunan pertama dalam hampir 4 bulan di pekan lalu.

Gerak nilai harga komoditas minyak WTI dilaporkan telah sempat bergerak di kisaran level $44.36. Gerak nilai harga komoditas minyak WTI telah bergerak turun sekitar 0.67%, dan diasumsikan miliki level harga support terdekat di kisaran level harga $43.90 dan level resisten di kisaran level harga $45.00.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

JPY Dan Euro Melemah, Dampak Sikap Pasar Atas BoJ Issue Dan Fundamental Eropa.

Apresiasi mata uang yen turun terhadap USD di awal sesi Asia hari Rabu ini (03/04/2013), sementara mata uang euro melemah saat para investor menantikan keputusan kebijakan dari Bank of Japan dan European Central

Forex News 0 Comments

Pounsterling Terpuruk Lagi, Minyak Turut Melemah

Pergerakan nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan telah bergerak melemah terhadap major currencies dalam kurun waktu lima hari secara beruntun pada sesi perdagangan pasar di hari

USD Tertekan Kembali, Ekspektasi Pasar Tak Terpenuhi

Apresiasi USD melemah terhadap mata uang yen pada hari Senin (29/ 04/ 2013), bertahan setelah turun hari Jumat (26/ 04/ 2013) lalu. USD terakhir tercatat di 97.86 yen, turun sebanyak

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image