Nikkei Terkoreksi Karena Yen Diminati, Sterling Belum Saatnya Beli Karena Isu Brexit

1932436_548345105309866_5314478911197078731_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Dollar Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, bergerak menguat dengan melonjak ke level tertinggi 3-minggu terhadap Greenback pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, setelah sebuah data menunjukkan pertumbuhan ekonomi berakselerasi di kuartal pertama tahun ini.

Kondisi tersebut terjadi, meskipun tekanan disinflasi telah memaksa Reserve Bank of Australia (RBA) untuk memangkas suku bunga pada bulan Mei. Australian Bureau of Statistics telah melaporkan bahwa, GDP Australia telah tumbuh sekitar 1,1% di kuartal Januari-Maret.

Angka pertumbuhan GDP tersebut, lebih tinggi jika dibandingkan angka kenaikan di kuartal sebelumnya yaitu 0,6% dan ekspektasi 0,8% dalam survey Reuters. Ekonomi Australia juga dilaporkan telah bertumbuh sekitar 3,1% dari tahun sebelumnya, melampaui estimasi kenaikan yaitu sebesar 2,8%.

gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan telah sempat terpantau menguat sekitar 0,75% dengan diperdagangkan pada kisaran level $0.7285. Secara teknikal, penguatan lebih lanjut masih dimungkinkan seiring stochastic dan RSI pada grafik 4-jam mengarah naik di atas garis tengah. Dibutuhkan stabilitas di atas MA-100 di sekitar $0.7255 untuk mendorong keberlanjutan rally menuju setidaknya area $0.7330 dalam jangka pendek.

Gerak nilai harga di indeks saham Jepang, Nikkei 225, bergerak melemah untuk pertama kalinya dalam kurun waktu empat hari terakhir. Hal tersebut terjadi, karena menguatnya gerak nilai apresiasi mata uang Yen. Gerak nilai harga di indeks saham Nikkei 225 dilaporkan terkoreksi dan bergerak melemah sekitar 0.6% di kisaran level harga 17,105.

Penguatan dari gerak nilai apresiasi mata uang Yen telah membebani gerak nilai harga saham perusahaan berbasis eksportir. Kondisi klain yang tengah terjadi adalah, dimana langkah yang dilakukan para pelaku pasar, yang tengah menunggu keputusan dari Perdana Menteri Shinzo Abe terhadap peluang penundaan kenaikan pajak penjualan.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan telah bergerak menguat sekitar 0.4% terhadap mata uang USD pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan juga telah bergerak menguat sekitar 1.4% terhadap mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling.

Hal tersebut terjadi, setelah sebuah jajak pendapat menunjukkan para pemilih di Inggris condong untuk memilih meninggalkan Uni Eropa. Hal tersebut telah memicu keadaan, dimana beberapa pelaku pasar mengambil langkah antisipatif dengan memilih untuk memiliki mata uang safe haven.

Kepala analis di SMBC Nikko Securities Inc mengatakan bahwa, pada kondisi saat ini bukan waktu yang tepat untuk aktif membeli. Isu Brexit masih menghatui pemikiran para pelaku pasar setelah hasil jajak pendapat terbaru, yang telah membuat para pelaku pasar menjauh aset beresiko dan memilih mata uang Yen.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah terkoreksi melemah di awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, karena produksi dari eksportir utama di Timur Tengah diperkirakan masih tinggi atau bahkan bisa meningkat.

Hal lain yang turut serta mendukung kondisi pelemahan gerak nilai harga komoditas minyak mentah adalah, adanya kecemasan terhadap kondisi ekonomi China. Keadaan tersebut yang berpeluang membebani outlook permintaan untuk bahan bakar.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI telah terkoreksi melemah sebesar 0.04% di kisaran level harga $49.08. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah memiliki level support terdekat di kisaran level harga $48.40 dan level resisten di kisaran level harga $49.70.

Para pelaku pasar brasumsi bahwa penurunan di hari gerak nilai harga komoditas minyak mentah, adalah karena akibat prospek meningkatnya output dari anggota OPEC di Timur Tengah. Hal tersebutlah, yang mana mereka akan bertemu pada pekan ini di Vienna untuk membahas kebijakan pasar, yang sebagian besar analis mengatakan bahwa mereka akan terus fokus untuk memertahankan pangsa pasar daripada menaikan harga dengan mengendalikan output.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Data Release Amerika Minggu Ini, Impact Bearish Atas Emas Sangat Bisa Terjadi

Pasar emas kembali diperdagangkan flat selama sesi perdagangan hari Jum’at (11/ 07/ 2014) setelah pasar sepi dari pemberitaan ataupun isu politik. Pasar emas nampak tenang selama sesi perdagangan berlangsung mencatatkan

Fundamental 0 Comments

FOMC Dongkrak Greenback, Aussie Terpelanting

Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan bergerak merosot tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin hingga menyentuh level terendah 11 pekan. Gerak penurunan nilai apresiasi Aussie

CFD News 0 Comments

Debat Capres Amerika Berimbas Di Pasar Global, Nikkei Terkoreksi Melemah

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Yen telah bergerak melemah di sesi perdagangan pasar Asia pada hari Selasa. Hal tersebut terjadi, setelah gerak nilai apresiasi mata uang Yen sempat

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image