OPEC Akan Pangkas Produksi Minyak, Pelaku Pasar Dihimbau Tak Was-was Atas Eropa

16249_506996652707703_964692965_nGarak laju ekonomi negara Australia akan terus bertumbuh dengan laju yang moderat seiring penurunan pada tingkat investasi sektor pertambangan tertutupi oleh pertumbuha pada sektor lainnya, dan dampak dari gejolak pada pasar global saat ini terhadap outlook masih harus ditinjau, demikian menurut Glenn Stevens. Glenn Stevens adalah merupakan gubernur Reserve Bank of Australia (RBA). Glenn Stevens menyampaikan pernyataan tersebut pada hari Jumat, Dalam pidato pembukaan pada House of Representatives Standing Committee on Economics.

Dalam pidatonya tersebut, Glenn Stevens juga kembali menegaskan bahwa ada ruang untuk memangkas suku bunga lebih lanjut jika diperlukan. Glenn Stevens mengatakan bahwa tingkat suku bunga yang rendah serta pelemahan dollar Australia telah menopang laju pertumbuhan, meski dirinya mensinyalkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Aussie dapat melemah lebih dalam lagi. Mata uang Dollar Australia tengah berada di sekitar level pertemuan kebijakan sebelumnya, meski harga komoditas telah turun, demikian ucapnya.

Penurunan pada investasi sektor pertambangan akan berlanjut setidaknya hingga setahun kedepan, meski kemungkinan memberikan dampak yang paling signifikan terhadap pertumbuhan saat ini. Tingkat permintaan sektor lainnya diperkirakan akan menopang laju pertumbuhan, dan secara keseluruhan pertumbuhan kemungkinan akan berlanjut dengan laju moderat, demikian yang diucapkan oleh Glenn Stevens.

Salah satu pertanyaan pentingnya adalah apakah gejolak pasar keuangan belakangan ini akan memiliki dampak negatif terhadap tingkat permintaan domestik Australia dan luar negeri, dan jawabannya masih belum dapat diketahui dalam waktu dekat, ucapnya. Glenn Stevens mengatakan bahwa laju inflasi kemungkinan tidak akan menjadi masalah dalam beberapa tahun kedepan mengingat fleksibilitas RBA untuk kembali melonggarkan kebijakan. Meski demikian, dirinya menolak memberikan outlook suku bunga selanjutnya.

Dalam kesempatan lain, Pierre Moscovici, Komisaris Ekonomi Eropa menyampaikan asumsinya atas perkembangan ekonomi zona Eropa. Tidak perlu khawatir terhadap ekonomi dan perbankan di Eropa, demikian yang diucapkan Pierre Moscovici kepada wartawan di dalam acara pertemuan para menteri keuangan zona Euro di Brussels.

Serikat perbankan, dalam menanggapi krisis keuangan Uni Eropa dan upaya untuk membakukan peraturan untuk para lembaga pemberi pinjaman di seluruh blok zona Euro, seharusnya menanamkan kepercayaan ke dalam sistem, demikian yang disampaikan oleh Moscovici. Pengawasan dan instrumen resolusi telah berikan Eropa kapasitas untuk mengatasi masalah yang muncul, tambah Pierre Moscovici.

Pierre Moscovici juga telah mengatakan bahwa, kami dapat melihat sistem perbankan Eropa telah menjadi jauh lebih solid daripada masa lalu, kami harus memiliki keyakinan untuk hal ini. Selama beberapa tahun yang lalu kami telah datang dengan alat-alat yang belum pernah ada sebelumnya. Pierre Moscovici juga menyampaikan bahwa Eropa sedang menyaksikan pemulihan yang solid walaupun pasar saham global melemah cukup dalam dan saham perbankan di Eropa turun 29% pada tahun ini.

Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga saham di sektor perbankan telah menyeret pergerakan harga di bursa Amerika Wall Street. Gerak nilai harga saham di bursa Wall Street dilaporkan telah bergerak ebih rendah pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Kondisi tersebut terjadi, karena adanya kecemasan para pelaku pasar atas perlambatan gerak laju ekonomi global. Hal tersebut akan berimbas pada keadaan yang mendukung untuk melanjutkan tekanan terhadap suku bunga.

Meski demikian, namun gerak nilai harga saham perusahaan energi telah membantu kondisi di pasar bursa untuk bisa memangkas kerugian gerak nilai harga di bursa saham, karena imbas fundamental yang terjadi. Kondisi fundamental tersebut adalah karena adanya laporan bahwa pihak OPEC kemungkinan akan bertindak untuk pangkas produksi komoditas minyak.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average telah sempat turun lebih dari 400. Kondisi tersebut terjadi di tengah sesi perdagangan pasar, seiring gerak nilai harga saham perusahaan Boeing dan Goldman Sach membebani sebagian besar gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average.

Namun meski demikian, gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average kembali menguat, setelah adanya komentar yang dikutip oleh Dow Jones dari Suhail bin Mohammed al-Mazrouei, menteri energi Uni Emirat Arab, kepada Sky News Arabia. Komentar dari Mohammed al-Mazrouei kepada Sky News Arabia tersebut adalah dengan mengatakan bahwa anggota OPEC siap untuk bekerja sama untuk pemangkasan produksi. Suhail bin Mohammed al-Mazrouei juga mengatakan bahwa harga minyak yang rendah sudah memaksa anggota non OPEC untuk membatasi produksi.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average telah diperdagangkan sekitar 200 poin lebih rendah setelah laporan dirilis. Indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 254 poin, atau 1.6%, untuk berakhir di 15,660 dengan saham Boeing pimpin penurunan dan gerak nilai harga saham perusahaan Cisco Systems pimpin penguatan.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq dilaporkan bergerak sedikit menguat. Hal tersebut terjadi pada saat menjelang penutupan sesi perdagangan pasar. Kondisi tersebut terjadi, walaupun masih berakhir di zona negatif, karena tertopang oleh saham Amazon dan Cisco Systems yang masing-masing naik 3.5% dan 10.7%. Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq telah bergerak melemah 16 poin, atau 0.4%, untuk berakhir di 4,266.

Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah terkoreksi turun sekitar 1%. Hal tersebut terjadi, karena melemahnya sektor keuangan. Sektor keuangan berada di jalur untuk penurunan lima hari beruntun sejak bulan Agustus. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan sempat bergerak menembus ke bawah level terendah 20 Januari yaitu di kisaran level 1,812.29 ketika mereka menyentuh level 1,810.01. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 telah bergerak turun 22 poin, atau 1.2%, dengan berakhir di kisaran 1,830. Gerak penurunan nilai harga indeks saham S&P 500 dipimpin oleh gerak pelemahan nilai harga saham perusahaan keuangan pimpin penurunan di sembilan sektor. Yang menguat hanya nilai harga saham di sektor perusahaan kebutuhan konsumen.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

USD Masih Akan Dominasi Apresiasi Atas Major Currencies

Mata uang USD masih mendominasi tekanannya baik terhadap major currencies maupun komoditas. Telah dilaporkan bahwa mata uang USD bergerka menguat pada sesi dua pasar amerika, setelah data PMI Manufaktur Amerika

Meski Data Amerika Kurang Baik, Gerak Harga Emas Lemah Akibat Pengaruh Kondisi Yunani

Dilaporkan bahwa gerak harga emas pada akhir perdagangan sesi pasar Amerika dini hari tadi (Jumat, 17/ 04/ 2015), harga emas spot telah ditutup dengan keadaan harga kembali melemah. Pada sesi

Berita 0 Comments

Yen Alami Banyak Tekanan, Pasar Fokus Pada BOE dan ECB

Perdagangan asar mata uang hari Kamis ini (04/ 09/ 2014), mata uang yen terpantau melemah terhadap mata uang USD. Hal ini adalah akibat dari ketika BoJ akan tetap pertahankan kebijakannya

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image