Para Pelaku Pasar Bernafas Lega, Brexit Urung Pasar Bersirkulasi Kembali

0_british_10152999_567681066709603_1818365414619373904_nGerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, dilaporkan tengah bergerak sideways cenderung menguat. Hal tersebut terjadi, setelah adanya hasil rilis minutes rapat kebijakan moneter RBA tanggal 7 Juni lalu.

Hasilminutes RBA lalu telah menunjukkan bias netral. Pihak berwenang RBA menegaskan bahwa level nilai tukar Australian Dollar yang lebih tinggi akan menambah hambatan dalam penyesuaian ekonomi. Level suku bunga yang rendah dan pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Aussie sejak tahun 2013 telah membantu menopang potensi pertumbuhan di Q1.

Meski demikian, namun laju pertumbuhan Q2 lebih moderat, dengan pertumbuhan pasar kerja tampak kehilangan momentum. Inflasi diperkirakan masih rendah untuk jangka pendek, dengan ekspektasi inflasi masih dibawha rata-rata.

Tampaknya RBA juga memperhatikan ketidakpastian terkait referendum Inggris terkait keanggotaan di Uni Eropa dan memicu volatilitas mata uanga Poundsterling. Data ekonomi lain yang dirilis adalah indeks harga rumah Q1 yang merosot ke -0.2% q/q dibawah estimasi +0.8%, dan lebih buruk dibanding kwartal sebelumnya di level +0.2%. Secara keseluruhan indeks harga rumah naik +6.8% YoY.

Dilaporkan bahwa, Menteri Keuangan Jepang Taro Aso memberikan komentar di hari Selasa. Taro Aso memberikan komentar bahwa, pemerintah Jepang akan merespon volatilitas mata uang yang tajam sesuai dengan kesepakatan kelompok negara G7 atau G20.

Respon pemerintah jika terjadi swing harga pada voting 23 Juni Inggris mendatang kemungkinan tidak akan dilakukan melalui intervensi setengah-setengah. Meskipun Taro Aso tidak menjelaskan secara detail bagaimana intervensi tersebut, namun beliau enggan berkomentar mengenai rencana khusus Jepang jika terjadi skenario Inggris meninggalkan Uni Eropa.

Para pejabat Jepang pada dasarnya memiliki kekhawatiran atas lonjakan gerak nilai apresiasi mata uang Yen. Mata uang Yen merupakan alternatif yang dipertimbangkan sebagai valuta safe haven ketika terjadi sentimen pengalihan resiko, seperti kasus Brexit.

Otoritas sendiri telah menghindari market sejak Jepang melakukan intervensi pada November 2011 silam. Para pemimpin G7 juga menegaskan bahwa, mereka adalah oposisi terhadap sikap persaingan devaluasi mata uang pada bulan lalu.

Negara G7 memperingatkan jika semua negara berlomba-lomba mendevaluasi mata uangnya akan memicu volatilitas berlebihan dan pergerakan foreign exchange yang tidak sesuai fundamental. Namun Menteri Keuangan Amerika, Jack Lew di awal bulan ini mendeskrpsikan pergerakan nilai apresiasi mata uang Yen sudah sesuai fundamental.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga di bursa saham Wall Street telah bergerak menguat pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Hal tersebut teradi, meski gerak nilai harga di bursa saham Wall Street akhirnya ditutup jauh dari level tinggi sesi.

Kondisi tersebut terjadi, dalam kelegaan perasaan dari para pelaku pasar. Para pelaku pasar bisa bernafas dengan lega, setelah indikasi bahwa warga Inggris pekan ini akan memilih untuk tetap berada di dalam Uni Eropa dan di tengah kenaikan gerak nilai harga komoditas minyak mentah.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones dilaporkan telah ditutup menguat. Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones bergerak menguat sebanyak 129.71 poin, atau sebesar 0.73%, pada kisaran level harga 17,804.87.

Juga dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham S&P 500 bergerak menguat. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan bergerak menguat, dengan naik sebanyak 12.03 poin, atau sebesar 0.58%, pada kisaran level harga 2,083.25.

Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite dilaporkan juga telah ditutup dalam kondisi menguat. Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite telah ditutup naik sebesar 36.87 poin, atau sekitar 0.77%, di kisaran level harga 4,837.21.

Inggris akan menggelar referendum keanggotaannya di dalam Uni Eropa pada hari Kamis. Sejumlah hasil jajak pendapat yang dirilis pada akhir pekan menunjukkan bertambahnya dukungan untuk bertahan di dalam Uni Eropa, yang mana unggul tipis dari yang menginginkan untuk keluar.

Dukungan terhadap Brexit nampak kehilangan momentum pasca terbunuhnya salah satu anggota Parlemen Inggris, yaitu Jo Cox pada pekan lalu. Neel Kashkari, presiden Federal Reserve Bank of Minneapolis, pada hari Senin mengatakan bahwa pihak regulator mungkin akan melukai perekonomian dan mendorong para debitur pada kreditur non-perbankan jika menetapkan standar modal yang terlalu tinggi untuk Wall Street.

Ia mengatakan bahwa Brexit dapat memiliki dampak langsung yang ringan terhadap perekonomian Amerika namun kemungkinan tidak akan menimbulkan risiko besar bagi pasar keuangan. Pada hari Selasa, Gubernur The Fed, Janet Yellen, dijadwalkan akan memberikan testimoni di hadapan Kongres terkait sejumlah hal, termasuk juga kebijakan moneter.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan tengah melanjutkan gerak penguatan yang terjadi pada dua hari perdagangan sebelumnya. Kontrak berjangka minyak WTI dilaporkan telah merangkak naik ke arah $50 US/ barel.

Dilaporkan bahwa kontrak pengiriman minyak WTI untuk Agustus saat ini diperdagangkan di kisaran $48,78 US dan $49,99 per barel sebelum ditutup di $49,91 per barel, naik $1,35 atau 2,78%. “Di grafik harian, harga kembali ke atas 20 SMA, sementara indikator teknikal lebih tinggi dari garis tengahnya. Potensi naik, bagaimanapun, cukup terbatas di titik ini,” ujar Valeria Bednarik, chief analyst di FXStreet.

Hal tersebut terjadi, seiring redanya kekhawatiran para pelaku pasar akan terjadinya Brexit. Hal ini telah menggairahkan kembali gerak laju sirkulasi perdagangan pada sektor saham dan komoditi.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Komoditas Minyak Anjlok Lagi, RBA Tahan Kebijakan

Dilaporkan bahwa, langkah kebijakan telah diambil oleh Revese Bank of Australia (RBA) dalam rangka untuk menyikapi kondisi perekonomian saat ini. Bank sentral Australia tealh mempertahankan proyeksinya bahwa laju pertumbuhan akan

Berita 0 Comments

Komentar RBA’s Stevens Lemahkan Aussie

Aussie melemah setelah komentar RBA’s Stevens menggerogoti ekspektasi investor akan potensi kenaikan suku bunga RBA menjelang penutupan tahun 2014. “Bank sentral tidak melihat perkembangan terakhir di sektor perumahan sebagai faktor

Komoditas 0 Comments

Emas dan Minyak Masih Tertekan, Para Pelaku Pasar Masih Khawatirkan Kebijakan The Fed

Perdagangan pasar emas kembali diperdagangkan melemah selama sesi perdagangan hari Selasa (09/ 09/ 2014) kemarin. Harga emas diperdagangkan melemah setelah harga minyak mentah dunia terus melemah dan mencatatkan level terendah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image