Para Pelaku Pasar Bersiap Sambut Hasil FOMC, Gerak Nilai Apresiasi USD Relatif Stabil

11063801_931912163521108_1519000897528670071_nTelah dilaporkan bahwa, indeks mata uang USD bergerak secara stabil di akhir sesi perdagangan pasar di hari Jumat (12/ 03/ 2016) lalu. Kondisi tersebut terjadi, sebelum memasuki pekan yang penuh dengan rapat moneter bank sentral. Termasuk juga, akan dirilisnya hasil dari Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan akan mengakhiri pertemuan 2-harinya pada hari Kamis (17/ 03/ 2016) dini hari mendatang.

Pergerakan nilai harga di perdagangan pasar mata uang dunia sangat dipengaruhi oleh kebijakan-kebijakan tingkat suku bunga dan moneter dari bank sentral- bank sentral dunia. Kebijakan-kebijakan dari bank sentral besar seperti Federal Reserve Amerika (Fed) dan European Central Bank (ECB) akan mampu memberikan dampak pergerakan nilai yang lebih besar pada beberapa mata uang dan produk derivatif lainnya.

Beberapa kebijakan bank sentral dunia yang terbaru yang telah dan akan diumumkan, antara lain adalah dari Bank of Canada (BoC), Reserve bank of New Zealand (RBNZ), European Central Bank (ECB), Bank of Japan (BoJ), dan juga tak ketinggalan, Bank of England (BOE). Para pelaku pasar menantikan dirilisnya hasil dari Federal Open Market Committee (FOMC) yang dijadwalkan akan mengakhiri pertemuan 2-harinya pada hari Kamis (17/ 03/ 2016) dini hari mendatang.

Telah dilaporkan bahwa pada 9 Maret 2016 lalu, pihak berwenang dari Bank of Canada (BoC) umumkan tingkat suku bunga tetap pada 0.50%. Stephen Poloz, Kepala BOC, telah menyatakan bahwa pertumbuhan ekonomi bertumbuh dengan baik.
Kondisi tersebut terjadi, sesuai dengan langkah antisipasi BoC pada laporan moneter BoC di bulan Januari. Langkah ini memberikan sentimen positif pada nilai tukar dolar Canada, yang naik hampir 75 sen terhadap dolar AS setelah pengumuman.

Reserve Bank of New Zealand (RBNZ) pada 10 Maret 2016, telah melakukan pemotongan suku bunga sebesar 0.25%, dari 2.50% menjadi 2.25%. Langkah kejutan RBNZ ini diambil hanya 5 minggu dari pernyataan Graeme Wheeler, kepala RBNZ.
Graeme Wheeler sempat menyatakan bahwa pihaknya tidak terburu-buru dalam melakukan pelonggaran lebih jauh ditengah tingkat inflasi yang rendah. Langkah ini telah berdampak negatif, dengan memunculkan banyak cemooh dari kalangan pasar.

Hal tersebut terjadi, setelah RBNZ mengambil kebijakan pemotongan suku bunga sebanyak 4 kali pada tahun 2015 lalu. Kiwi mengalami gerak pelemahan nilai apresiasinya lebih dari $1 USD setelah pengumuman tersebut, disebabkan hanya sedikit analis dan pelaku pasar yang mengantisipasi pemotongan tersebut.

Pihak berwenang dari European Central Bank (ECB) juga telah mengumumkan kebijakan moneter pada 10 Maret 2016 lalu. Mario Draghi, Kepala ECB, telah mengumumkan bahwa, langkah diambil oleh ECB dengan melakukan tindakan pemotongan suku bunga tengah ECB menjadi 0.00%, dari sebelumnya 0.05%.

Mario Draghi juga telah menjanjikan akan adanya peningkatan stimulus untuk pembelian surat-surat hutang perusahaan sebagai upaya membangkitkan aktifitas perusahaan dan nilai investasi pasar, dengan nominal 80 miliar Euro/ bulan dari 60 miliar Euro/ bulan. Di lain pihak, Mario Draghi mengumumkan bahwa prediksi tingkat pertumbuhan ekonomi negara eropa direvisi turun menjadi 1.4% pada 2016, dari sebelumnya 1.7%.

Mario Draghi juga telah menjanjikan akan ada pembatasan pemotongan suku bunga lebih jauh saat ini, walau masih mungkin kembali diadopsi bila memang diperlukan. Langkah yang seharusnya dapat melemahkan gerak nilai apresiasi mata uang Euro ini, justru malah mendorong sentimen penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Euro. Telah dilaporkan bahwa saat itu gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa tersebut bergerak menguat ke level $1.1217, dari sebelumnya sempat bergerak melemah ke 1.0820.

Kondisi tersebut berimbas juga pada gerak nilai harga di bursa saham indeks Eropa. Gerak nilai harga indeks saham Eropa dilaporkan bergerak berbalik melemah, atas sentimen pasar bahwa pihak berwenang ECB telah mengerahkan semua kekuatannya pada kebijakan moneter kali ini, dan tidak memiliki kekuatan lebih besar untuk mengambil pelonggaran moneter lebih jauh, memicu sentimen positif bagi gerak nilai apresiasi mata uang Euro.

Kepala Bank of Japan (BoJ), Haruhiko Kuroda, telah mengumumkan pelaksanaan suku bunga negatif (suku bunga deposito BOJ pada -0.1%) pada pertemuan 29 Januari 2016 lalu. Para pelaku pasar akan menantikan kebijakan baru yang mungkin diambil pada pertemuan 15 Maret 2016 mendatang.

Para pelaku pasar menantikan langkah kebujakan BiJ tersebut, dengan tingkat ekspektasi 90% bahwa BOJ tidak akan mengambil langkah baru pada pengumuman tersebut. Langkah Kuroda yang seharusnya melemahkan apresiasi mata uang Yen terhadap Greenback tersebut, justru malah memberikan dampak sebaliknya. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen bergerak menguat dari kisaran level 118.80 menjadi 113.80 pada akhir sesi perdagangan pasar di minggu lalu.

Para pelaku pasar nampak masih mencerna hasil kebijakan BOJ tersebut, tetapi masih yakin terbuka peluang kebijakan pelonggaran lebih jauh lagi dari BOJ walau bukan dalam pertemuan Maret. Ekspektasikan pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen masih berpeluang hingga kisaran 115-117 apabila terjadi kebijakan pelonggaran lagi.

Bank of England (BoE) bersiap umumkan kebijakan pada 17 Maret. Monetery Policy Commite BoE akan segera melakukan pertemuan anggota komite kebijakaan moneternya dengan pengumuman pada Kamis 17 maret 2016 mendatang.

Mayoritas para pelaku pasar memprediksikan bahwa tidak akan ada perubahan kebijakan BoE sementara ini, tetapi isu Brexit masih akan menjadi momok, ditengah kondisi ekonomi yang kurang baik di Inggris. Isu Brexit berkaitan dengan keluarnya negara Inggris dari Uni Eropa.

Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling baru mendapat penguatan pada awal bulan Maret setelah 2 pelemahan signifikan 2 bulan terakhir, terkait isu Brexit yang masih belum memberikan gambaran kondisi ekonomi Inggris kedepannya. Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling diperkirakan masih akan bertahan pada kisaran 1.4065-1.4480 dalam minggu ini, dengan pelemahan lebih dalam bila terdapat kabar kenaikan suku bunga Fed.

Para pelaku pasar juga sangat menunggu kebijakan terbaru dari Federal Reserve minggu ini. Pihak berwenang dari Federal Reserve akan mengadakan pertemuan moneter 2 hari, dan mengumumkan keputusannya pada 17 Maret 2016 jam 1 malam.

Setelah kenaikan suku bunga pertama kali sejak hampir 1 dekade, data-data ekonomi AS masih nampak bergerak tidak stabil, menempatkan The Fed untuk bersikap lebih berhati-hati dalam kebijakan pengetatan moneternya. Data-data ekonomi utama Amerika seperti Non-Farm Payroll dan GDP telah memberikan sedikit peningkatan, walau inflasi tetap rendah.

Janet Yellen, Kepala The Fed, pada pertemuan Desember menjanjikan kenaikan suku bunga hingga 4x dalam tahun 2016, tetapi nampak lebih berhati-hati pada pidato Januari lalu. Para pelaku pasar masih berekspektasi belum ada kenaikan suku bunga pada pertemuan Maret, tetapi menantikan tanda-tanda kapak kenaikan tersebut akan terjadi.

Isu kenaikan suku bunga akan menguatkan mata uang USD dan menekan nilai apresiasi major currencies, termaksud harga komoditas logam mulia yang telah menguat signifikan sejak awal tahun 2016. Gerak nilai harga komoditas emas yang masih bertahan di atas kisaran 1250.00 akhir minggu. Gerak nilai harga komoditas emas tersebut, berpeluang akan kembali melemah hingga pada kisaran 1211.75-1124.75 bila kembali terhembus isu kenaikan suku bunga The Fed.

Serangkaian berita utama dari bank sentral dunia tersebut memberikan banyak peluang pergerakan nilai harga pada global. Baik pada gerak nilai apresiasi mata uang, gerak nilai harga komoditas, maupun gerak nilai harga bursa indeks global dengan tingkat yang bervariasi, dipengaruhi besarnya tingkat sentimen pasar terhadap isu fundamental tersebut.

Gerak nilai indeks USD masih tertekan pada minggu kedua di bulan Maret. Kondisi tersebut terjadi, sejak pemerintah Amerika merilis laporan yang berkenanan dengan langkah-langkah kebijakan. Rilis laporan pemerintah Amerika tersebut adalah, dengan memberikan laporan tenaga kerja dengan gambaran yang bertentangan.

Telah dilaporkan bahwa rata-rata upah pekerja turun 0,1% pada bulan Februari dari kenaikan 0,5% pada bulan sebelumnya. Meski demikian, namun perekonomian Amerika mampu menciptakan 242.000 pekerjaan baru di bulan yang Februari setelah laporan bulan sebelumnya direvisi menjadi lebih tinggi menjadi penambahan 172.000 pekerja.

Dilaporkan bahwa indeks Fed Funds Futures, telah mengindikasikan bahwa para pelaku pasar tampak lebih optimis jika dibandingkan sewaktu sebelum hasil laporan Non-Farm Payrolls (NFP) dirilis. Pada akhir bulan Februari lalu, para pelaku pasar telah menaruh harapan atas peluang yang paling besar bahwa pada bulan Desember untuk Federal Reserve kembali menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin dengan probabilita sebesar 31%. Indeks Fed Funds Futures menggambarkan ekspektasi pasar terkait waktu kenaikan suku bunga Amerika.

Setelah dirilisnya hasil laporan NFP, para pelaku pasar menjadi lebih optimis. Para pelaku pasar lebih yakin dan optimis dengan memajukan peluang kenaikan suku bunga menjadi bulan September atau November. Kondisi tersebut sama-sama memiliki probabilita sebesar 42% bahwasannya pihak Federal Reserve akan menaikkan suku bunga menjadi 0,5% sampai dengan 0,75%.

Pada sesi perdagangan pasar di pekan ini, para pelaku pasar yakin bahwa pihak berwenang dari Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga acuan dalam rentang 0,25% - 0,5%. Meski demikian, namun pernyataan dan konferensi pers FOMC akan menjadi penantian utama pasar untuk mendapatkan petunjuk baru terkait arah kebijakan moneter The Fed.
Gerak nilai harga di bursa saham Nikkei Jepang dilaporkan telah bergerak menguat pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Kondisi tersebut terjadi, karena ditopang oleh data pesana mesin di Jepang yang positif.

Tingkat pesanan mesin inti Jepang dilaporkan telah melejit sebesar 15% di bulan Januari dari bulan sebelumnya, melampaui expektasi kenaikan yaitu sebesar 4.2% di bulan Desember dan lebih tingi dari estimasi ekonom untuk kenaikan sebesar 2.0%. Dukungan lain datang seiring dimulainya pertemuan kebijakan BOJ dan pelemahan gerak nilai apresiasi mata uang Yen menyusul performa apik pada gerak nilai harga saham di bursa Wall Street pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu.

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen berada dekat kisaran level 114 pada sesi perdagangan pasar Asia, pelemahan yen tersebut menguntungkan gerak nilai harga saham di sektor perusahaan bidang eksportir yang merupakan komponen utama pada bursa saham Nikkei. Gerak nilai harga di indeks saham Nikkei spot dilaporkan telah diperdagangkan pada kisaran level harga 17,254.58, menguat sekitar 1.80%, atau lebih dari 300 poin.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan bergerak menguat. Gerak nilai harga komoditas minya meningkat pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Kondisi tersebut terjadi, karena didukung oleh komentar optimis lembaga konsultan energi utama dunia. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah juga melanjutkan penguatannya untuk 4-pekan beruntun.

Dilaporkan oleh International Energy Agency (IEA) bahwa, penurunan suplai minyak mentah berpotensi membantu gerak nilai harga untuk tidak bergerak lebih rendah dari level saat ini. Meski demikian, namun, pasar tetap perlu waspada karena outlook permintaan masih tidak pasti, tambah IEA. Laporan Baker Hughes yang terbaru juga mendukung penguatan pasar setelah menunjukkan adanya perlambatan produksi minyak di AS selama 12-pekan beruntun.

Dilaporkan pada hari Sabtu (12/ 03/ 2016) hasil rilis data ekonomi China akan berpotensi menggerakkan pasar untuk pekan depan beserta rencana rapat pembekuan produksi pada tanggal 20 Maret yang kemungkinan masih menjadi topik utama pasar. Perlu untuk diketahui bahwa, China adalah merupakan konsumen komoditas minyak terbesar ke dua dunia.

Gerak nilai harga minyak mentah dilaporkan telah ditutup di level $38.49 US/ barel pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat (11/ 03/ 2016) lalu. Gerak nilai harga komoditas minyak tersebut telah naik sekitar 1,24%, jika dibandingkan dengan harga penutupan pada sesi perdagangan pasar sebelumnya. Bias bearish untuk jangka pendek dengan support terdekat di kisaran level 37.70 dan resisten terdekat di kisaran level 39.50.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Rupiah Kembali Terpukul oleh Penguatan Dollar

US Dollar kembali menguat terhadap Rupiah dan beberapa mata uang lainnya. USD/IDR melewati resistance tengah 20-hari Bollinger di level 13.060 setelah rilis data ekonomi Amerika Serikat (AS). Indeks Dollar menguat

CFD News 0 Comments

Gerak Nilai Harga Pasar Rata – rata Terkoreksi di Hari Jumat Lalu

Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu, dilaporkan telah mampu bergerak menguat naik ke level tinggi dalam kurun waktu sekitar 6-bulan. Hal

Komoditas 0 Comments

Komentar Taro Aso Picu Koreksi Atas Yen, Kerusuhan Di Kuwait Dukung Gerak Nilai Harga Minyak

Gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilaporkan bergerak melemah pada awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa. Hal tersebut terjadi, setelah adanya komentar dari Menteri

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image