Para Pelaku Pasar Mulai Jenuh Atas Emas, Indeks Shanghai Masih Tak Terpacu Oleh Data Positif

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (23/ 06/ 2015) ini, gerak harga emas spot dan berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange mengalami penurunan yang signifikan pada penutupan sesi perdagangan pasar hari Senin pada hari Selasa dini hari tadi. Pada perdagangan pagi ini harga emas spot LLG terpantau mengalami pergerakan rally yang masih terbatas, belum bergerak banyak dari posisi penutupan perdagangan tadi. Gerak harga dilaporkan sempat diperdagangkan pada posisi $ 1.185,70 US. Dilaporkan bahwa gerak harga emas ditutup melemah lebih dari 1 %. Hal ini dipicu oleh kondisi bursa-bursa saham global yang mengalami kenaikan di tengah potensi sinyal berhasilnya perundingan antara Yunani dan para krediturnya.

Gerak harga emas spot LLG pada penutupan perdagangan Selasa dini hari berada di posisi $ 1.185,55 US/ troy ons. Gerak harga emas mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar $ 14,85 US atau setara dengan 1,24 % dibandingkan dengan penutupan perdagangan sebelumnya yang berada di level $ 1.200,40 US/ troy ons. Dilaporkan bahwa gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk kontrak Agustus terpantau ditutup dengan membukukan kenaikan signifikan sebesar $ 17,80 US atau setara 1,5 % di posisi $ 1.184,10 US/ ons. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (23/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di harga Rp 555.000. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam di hari Selasa (23/ 06/ 2015) ini, dilaporkan senilai Rp 498.000. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di Selasa (23/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk harga emas pecahan 500 gram - Rp 257.800.000, pecahan 250 gram - Rp 129.000.000, pecahan 100 gram - Rp 51.650.000, pecahan 50 gram - Rp 25.850.000, pecahan 25 gram - Rp 12.950.000, pecahan 10 gram - Rp 5.210.000, pecahan 5 gram - Rp 2.630.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 555.000.

Para pelaku pasar nampak dalam kondisi jenuh dengan komoditi emas. Dengan tidak tanggung-tanggung mereka telah melepas kepemilikan ETP Emas hingga kini tercatat dalam posisi paling rendah sejak 2009. Selain jenuh, kenaikan yang terjadi di bursa Amerika dan melemahnya permintaan emas Cina turut andil dalam keputusan pelaku pasar. Lebih-lebih dengan bayang-bayang kenaikan suku bunga Amerika yang akan membuat mata uang USD menguat dan memukul gerak harga emas tentunya. Dari data sebelumnya bahwa kepemilikan ini mencapai 2.632,5 ton pada Desember 2012, kini hanya sebesar 1.594,1 ton atau turun sekitar 39 %.

Gerak harga emas biasanya mengalami kenaikan pada saat di tengah krisis keuangan dan ketidak pastian ekonomi. Hal tersebut umumnya terjadi karena para pelaku pasar menilai instrumen komoditas emas ini sebagai moda safe haven. Akan tetapi permintaan terhadap komoditas emas selama beberapa sesi belakangan hanya mengalami peningkatan tipis. Diperkirakan bahwa pergerakan harga emas spot LLG pada hari ini akan masih cenderung untuk bergerak sideways dan terbatas di sesi Asia. Gerak hHarga emas kembali berada dalam pola bearish terbatas. Pada perdagangan hari hari ini harga emas berpotensi mengetes level resistance pada posisi $ 1.190 US/ troy ons. Jika berhasil ditembus harga berpotensi melanjutkan peningkatan lagi ke posisi $ 1.200 US. Sedangkan jika terjadi pergerakan melemah harga akan mengetes level support pada posisi $ 1.180 US. Jika berhasil ditembus harga akan melanjutkan pelemahan ke posisi $ 1.175 US.

Tidak semua pihak memang melepas posisi dan menjual kepemilikan emasnya, fund manager milyuner seperti John Paulson tetap menjaga posisinya, setidaknya dalam catatan pemerintah AS terkini menyebutkan bahwa dia tetap menjaga asetnya tak bergeming dalam tujuh kuartal terakhir ini secara konsisten. Sikap yang demikian ini bisa terjelaskan dengan proyeksi harga emas di kuartal terakhir tahun ini yang diperkirakan bisa kembali diharga $1.220 -$1.225 US/ troy ons. Sedikit banyak, langkah yang dilakukan sejumlah bank sentral dalam memborong emas mengalami peningkatan. Data terkini dari World Gold Council menyatakan kenaikan dalam 17 kuartal hingga kuartal pertama tahun ini, ditengah aksi jual emas yang paling besar dalam dua puluh tahun ini sejak akhir 1980an. Rusia adalah negara yang memiliki emas terbesar kelima yang menaikkan belanja emasnya sebanyak tiga kalilipat sejak 2005, sementara Kazakhstan tak ketinggalan juga terus memperbanyak cadangan emasnya. Banyak bank-bank sentral yang lebih memilih menambah devisa emasnya daripada mata uang asing tegas WGC.

Secara umum kondisi pasar saat ini masih minim resiko, alhasil kebutuhan untuk melakukan lindung nilai menjadi minim. Alih-alih melindungi, pelaku pasar justru semakin berani mengambil resiko atau risk appetite dengan memborong saham-saham. Pelaku pasar merotasi investasinya dan kepemilikan akan ETP emas termasuk yang dikeluarkan. Bursa saham global mengalami kenaikan yang signifikan di tahun ini terlebih setelah bursa saham Amerika mampu mencapai rekor tertingginya dan membumbungnya bursa Shanghai lebih dari dua kalilipat dalam 12 bulan terakhir ini. Sebagai gambaran, indek saham Standard & Poor’s 500 naik 2.7 % di tahun ini, Indek Shanghai meroket 52 %. Indek Dolar Bloomberg naik 4.4 %. Sebaliknya jumlah aset SPDR Gold Trust, aset dengan basis ETP emas terbesar, justru terbenam dan hanya tinggal 704.8 ton pada awal tahun ini. Turun 48 % dari puncak tertingginya di tahun 2012.

Pihak Federal Reserve telah mengisyartkan bahwa pertumbuhan ekonomi Amerika akan naik setelah sebelumnya mengalami kontraksi di kuartal pertama tahun ini, disaat yang sama isu mengenai kenaikan suku bunga juga belum direalisasi di bulan ini. Ini semua semakin membuka peluang bagi kenaikan bursa saham lebih lanjut di tahun ini dan memberikan beban bagi gerak harga emas untuk bisa bergerak menguat naik. Harus diakui bahwa meski dengan berbagai potensi tersebut, tetap saja kenaikan yang akan terjadi pada emas tidak akan berlangsung fantastis, bagaimapun juga emas memang terlihat kehilangan pamornya.

Mengawali perdagangan bursa saham negara China pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (23/ 06/ 2015) ini, gerak nilai indeks Shanghai masih dibuka dalam teritori negatif setelah perdagangan ditutup karena libur panjang. Pada sesi perdagangan pasar hari Senin kemarin, dilaporkan bahwa bursa tutup karena libur. Bursa ditutup libur karena merupakan publik holiday, yaitu masyarakat China merayakan Dragon Boat Festival.

Indeks Shanghai pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (23/ 06/ 2015) pagi ini, dilaporkan dibuka dalam kondisi nilai menurun sebesar 6.75 poin atau 0.15% dengan menjadi 4.471,61 poin dari posisi penutupan sebelumnya pada 4.478,36 poin. Gerak nilai indeks Shanghai mencapai posisi tertinggi di akhir pekan lalu yaitu pada level 4.744,08 poin dan level terendah sebelumnya adalah pada level 4.476,50 poin. Meskipun pada sesi perdagangan pasar pada pagi ini dari Markit Economics telah mengumumkan hasi rilis data HSBC Manufacturing PMI Flash yang positif, namun gerak indeks masih tetap negatif. Hasil rilis dari Markit Economics mengenai data HSBC Manufacturing PMI Flash tersebut ternyata menunjukan adanya peningkatan yang menjadi 49.6 basis poin dari hasil rilis sebelumnya pada 49.2 basis poin. Hasil rilis data tersebut melebihi dari ekspektasi pertumbuhan yang diperkirakan oleh para pelaku pasar yaitu pada 49.4 basis poin. Hasil rilis data positif tersebut ternyata tidak mampu mengangkat gerak nilai saham Shanghai Pharmaceutical Holdings yang dibuka tumbang 5.55%, saham Shanghai Electric Group Company 0.87%.

Berdasarkan pada hasil penutupan perdagangan indeks Shanghai di sesi perdagangan bursa pada akhir pekan sebelumnya, maka diperkirakan oleh para pelaku pasar bahwa pergerakan indeks Shanghai hari ini masih akan mencoba menembus level harga support pertama pada level 4.430,35 poin dengan MA5 bawah BB10 daily, jika pergerakan indeks Shanghai ternyata berhasil menembus level support pertama, maka diperkirakan gerak nilai indeks Shanghai akan mencoba menembus level support kedua yaitu pada level 4.340,60 poin dengan MA5 bawah BB10 daily. Apabila pergerakan indeks berhasil berbalik arah menguat, maka diperkirakan akan mencoba menembus level resistance pertama yaitu pada level 4.570,90 poin, dengan MA5 bawah BB10 daily. Jika ternyata pergerakan nilai indeks berhasil menembus level resistance pertama tersebut, maka diperkirakan gerak nilai indeks akan mencoba menembus level resistance yang ke dua yaitu pada level 4.657,00 poin dengan MA5 tengah BB10 daily.

Perdagangan bursa saham Hongkong pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (23/ 06/ 2015) pagi ini, dilaporkan bahwa gerak nilai indeks Hang Seng telah dibuka dengan masih dalam teritori positif meskipun adanya hasil rils data Current Account yang negatif. Pergerakan indeks Hang Seng pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (23/ 06/ 2015) pagi ini dilaporkan telah dibuka secara positif sebesar 45.62 poin atau 0.17% dengan menjadi 27.126,47 poin dari posisi penutupan sebelumnya pada 27.080,85 poin serta mencapai posisi tertinggi diperdagangan sebelumnya pada 27.166,52 poin dan terendah sebelumnya pada 26.811,66 poin. Pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (23/ 06/ 2015) ini, penguat bursa saham pagi ini adalah saham AIA Group sebesar 1.23%, saham Hang Seng Bank 0.91%, saham China Resources Land 0.80%, saham Cathay Pacific Airways 1.63%, saham China Unicom Hong Kong 1.32%, serta saham Lenovo sebesar 2.48%.

Hasil rils data Current Account yang ternyata hasilnya negatif tersebut dirilis pada saat setelah perdagangan bursa saham Hongkong ditutup. Indiktor tersebut menunjukan penurunan signifikan menjadi HKD 0.38B dari hasil rilis sebelumnya pada HKD 16.7B dengan ekspektasi pertumbuhan oleh para ekonom yang akan menjadi HKD 25.8B. Namun sentimen negatif tersebut dapat dipatahkan oleh sentimen positif yang datang dari China, yakni data HSBC Manufacturing PMI Flash yang diindikasikan menunjukan adanya peningkatan dari hasil rilis sebelumnya. Pergerakan indeks Hang Seng berjangka pagi ini, gerak nilai indeks berhasil dibuka melesat 59 poin atau 0.21% dengan menjadi 27.013 poin dari posisi penutupan sebelumnya pada 26.954 poin serta mencapai posisi tertinggi diperdagangan sebelumnya pada 26.995 poin dan terendah sebelumnya pada 26.615 poin.

Penguatan yang terjadi di awal sesi perdagangan bursa saham Hongkong pada sesi perdagangan pasar hari Senin pagi (22/ 06/ 2015) kemarin, dilaporkan bahwa gerak nilai indeks hingga di akhir sesi perdagangan bursa, nilai indeks Hang Seng berhasil mencapai level tertinggi dalam dua pekan dikarenakan meredanya ketegangan politik dalam negeri. Di akhir pekan sebelumnya, ketegangan politik dalam negeri berhasil diredam oleh para anggota parlemen dengan mengajukan hak veto atas paket reformasi pemilu yang didukung oleh China. Di sisi lain pada hari ini, harga minyak dunia yang berhasil berbalik rebound dari pelemahan diperdagangan sebelumnya turut menguatkan saham sektor utilistas, yang dimana didalamnya termasuk saham energi.

Berdasarkan pada hasil penutupan perdagangan sebelumnya, maka diperkirakan oleh para pelaku pasar bahwa pergerakan indeks Hang Seng hari ini ada kemungkinan akan menembus level resistance pertama pada 27.120 poin dengan MA5 tengah BB10 daily, jika pergerakan indeks berhasil menembus level resistance pertama, maka gerak nilai indeks diperkirakan akan mencoba menembus level resistance berikutnya yaitu pada level 27.300 poin dengan MA5 atas BB10 daily. Apabila pergerakan indeks berhasil berbalik arah melemah kembali, maka diperkirakan akan mencoba menembus support pertama pada 26.820 poin dengan MA5 bawah Bb10 daily, jika pergerakan indeks berhasil menembus support pertama maka diperkirakan akan mencoba menembus support kedua pada 26.640 poin dengan MA5 bawah BB10 daily.

Pada sesi perdagangan bursa komoditas berjangka di hari Selasa (23/ 06/ 2015) ini, gerak harga minyak dilaporkan telah diperdagangkan lebih rendah ketika aktifitas manufaktur China mengalami kenaikan di bulan Juni.
Berlangsungnya perdagangan di sesi Asia, minyak West Texas Intermediate pengiriman Agustus telah terpantau diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurunan sebesar 0.55% di level $60.05 per barel pada perdagangan elektronik di New York Mercantile Exchange. Pergerakan harga minyak WTI sejak pagi ini terlihat telah menyentuh level $59.97 untuk sesi terendah harian dan level $60.27 untuk sesi tertinggi harian. Sedangkan untuk minyak premium Eropa, Brent Oil pengiriman Agustus juga terpantau diperdagangkan lebih rendah dengan mencatat penurunan sebesar 0.27% di level $63.14 per barel di ICE Future Europe exchange yang berbasis di London. Harga minyak premium Eropa pada hari ini telah terlihat bergerak menyentuh level $63.07 untuk sesi terendah harian dan level $63.37 untuk sesi tertinggi harian. Pergerakan pada minyak berjangka hari ini ketika peningkatan aktifitas manufaktur Tiongkok telah gagal menopang harga minyak untuk mengalami kenaikan. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Markit menyebutkan bahwa PMI Manufaktur Tiongkok masih mengalami kontraksi dengan naik yang disesuaikan secara musiman menjadi 49.6 pada bulan Juni dari 49.2 di bulan April.

Sementara itu, melebihnya persediaan minyak dunia saat ini masih menjadi fokus pelaku pasar energi yang seraya monerahkan perhatian terhadap kebijakan - kebijakan yang dilakukan oleh OPEC. Berdasarkan hasil pertemuan kebijakan OPEC pekan lalu, Ali Al-Naimi menyatakan bahwa hingga saat ini mereka masih belum membatasi hasil produksi minyak mentah. Al-Naimi juga menambahkan bahwa negara nya saat ini hampir memproduksi minyak sebanyak 2 juta barel dalam sehari.

Pada pergerakan harga di pasar mata uang di hari Selasa (23/ 06/ 2015) ini, telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang Aussie mengalami gerak penurunan terhadap mata uang USD. Hal ini terjadi setelah dirilisnya laporan ekonomi Australia pada pagi ini.

Berlangsungnya sesi perdagangan pasar Asia hari ini, nilai apresiasi mata uang AUD/ USD melemah 0.18% di level 0.7712. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie atas USD ini terlihat telah bergerak menyentuh level 0.7706 untuk sesi terendah harian dan level 0.7740 untuk sesi tertinggi harian. Aussie terlihat mendapat tekanan terhadap mata uang USD setelah dirilisnya laporan ekonomi Australia pada sesi perdagangan pasar hari Selasa pagi ini. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Biro Statistik Australia menyebutkan bahwa inflasi harga rumah telah mengalami kenaikan sebesar 3.1% di kuartal pertama, setelah naik sebesar 1.9% di kuartal sebelumnya. Saat sektor ekonomi lainnnya masih lemah, harga rumah di Australia terus meningkat, dan laju kenaikan tersebut menjadi kekhwatiran Reseve Bank of Australia (RBA). Gubernur RBA, Gleen Stevens, mengatakan harga rumah di Sydney “gila”. Melambatnya kenaikan harga rumah bisa memberikan ruang lebih bagi RBA untuk menurunkan suku bunga lebih lanjut. Bank sentral Australia tersebut telah menurunkan suku bunga sebanyak dua kali menjadi 2,0% untuk memacu perekonomian. Dari HSBC telah melaporkan bahwa data indeks aktivitas manufaktur China bulan Juni sebesar 49,6, angka tersebut lebih tinggi dari estimasi ekonom sebesar 49,4, dan bulan Mei 49,2.

Juga dilaporkan bahwa Euro berada di jalur untuk kinerja kuartalan terbaik sejak periode tiga bulan pertama tahun 2011, didorong oleh spekulasi bahwa para kreditur akan berikan Yunani sebuah bailout. Kemungkinan ada harapan untuk hasil yang positif atas masalah Yunani sebelum pertemuan puncak Uni Eropa pada akhir pekan ini setelah Yunani sinyalkan kesediaannya untuk berkompromi.

Mata uang tunggal naik terhadap sebagian besar mata uang utama pada hari Selasa setelah para pejabat Eropa sinyalkan kepercayaan diri bahwa sebuah kesepakatan akan dicapai pada bantuan Yunani sebelum berakhirnya masa akhir pembayaran hutang Yunani kepada IMF pada tanggal 30 Juni. Menteri Keuangan Belanda, Jeroen Dijsselbloem, yang memimpin pertemuan rekan-rekannya dari kawasan zona Euro, mengatakan bahwa rencana dari Yunani adalah sebuah langkah positif. Niali apresiasi mata uang Euro telah naik 5.7% pada kuartal sekarang terhadap mata uang USD. Telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang Euro hanya sedikit berubah di kisaran $1.1320 US dan terhadap mata uang Yen, di kisaran 139.90 yen. Apresiasi mata uang USD terhadap mata uang Jepang, bergerak di kisaran 123.50 yen dari 123.37 yen.

Saat di sesi perdagangan pasar sebelumnya permintaan mata uang USD telah meningkat akibat membaiknya kondisi pasar perumahan di wilayah Amerika. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh National Association of Realtors, telah menyatakan bahwa penjualan rumah bekas Amerika telah mengalami kenaikan sebanyak kenaikan yang disesuaikan secara musiman menjadi 5.35 juta pada bulan Mei dari 5.09 juta di bulan April.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Pernyataan Pejabat The Fed Dukung Greenback, Nikkei Terus Menguat

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback telah bergerak di dekat level tertinggi dalam kurun waktu dua bulan terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Gerak nilai apresiasi

Komoditas 0 Comments

Zona Eropa dan Global Imbas USD

Pada sesi hari Jumat siang apresiasi mata uang USD bergerak melemah terhadap sebagaian besar major currencies. Perlemahan apresiasi ini terjadi ditengah kakhawatiran para pelaku asar terhadap program kebijakan The Fed

Forex News 0 Comments

Inflasi Spanyol Hambat Penguatan Euro

Euro membatasi penguatannya terhadap Dollar AS usai data yang menunjukkan estimasi awal inflasi Spayol dilaporkan turun dengan laju yang lebih rendah dari prediksi analis. Indeks Harga Konsumen (Consumer Price Index/CPI)

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image