Para Pelaku Pasar Tunggu Sinyal FOMC, Property China Over Suplay

10462515_293497884157725_85497840815534023087900_nMata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan telah bergerak menguat nilai apresiasinya, terkerek naik ke level tertinggi 3-bulan. Gerak penguatan gerak nilai apresiasi ke level tertinggi 3-bulan tersebut adalah terhadap mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro. Mata uang Sterling dilaporkan juga turut berbalik menguat gerak nilai apresiasinya terhadap mata uang USD di sesi perdagangan pasar hari Selasa. Kondisi tersebut terjadi, setelah data rilis data inflasi inti Inggris dilaporkan telah menunjukkan angka kenaikan pada laju yang lebih pesat dibanding estimasi semula di bulan Oktober.

Data rilis resmi telah menunjukkan bahwa, nilai inflasi harga konsumen telah bergerak tumbuh sesuai perkiraan. Sedangkan untuk angka inflasi inti yang tidak memasukkan kenaikan harga pangan dan energi tumbuh 0.3% di bulan Oktober, telah melampaui estimasi 0.1%. Mata uang Poundsterling bergerak menguat, melambung gerak nilai apresiasinya setelah dirilisnya laporan data tersebut. Meski demikian, namun gerak nilai apresiasi Cable masih cenderung bergerak mendatar setelah sempat tertekan terhadap Greenback di sepanjang sesi perdagangan pasar.

Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Sterling terhambat dalam beberapa hari terakhir. Kondisi tersebut terjadi, karena akibat imbas atas komentar dari Andy Haldane, pejabat senior BoE. Andy Haldane telah menyatakan bahwa kenaikan suku bunga The Fed tidak secara otomatis akan memicu kenaikan suku bunga di BoE.

Mark Carney, Gubernur BoE, pada saat sebelumnya juga telah meredam ekspektasi para pelaku pasar atas kenaikan suku bunga. Mark Carney telah meredam ekspektasi para pelaku pasar atas kenaikan suku bunga, dengan menegaskan bahwa resiko pada pertumbuhan ekonomi di Inggris semakin tinggi akibat perkembangan eksternal. Berberapa analis pasar telah berasumsi dan menilai, bahwasannya komentar Mark Carney telah mengindikasikan bahwa pihak BoE juga semakin khawatir terhadap gejolak penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling yang secara keseluruhan telah menguat 6.2 % pada kurun waktu sepanjang tahun ini.

Dilaporkan juga bahwa gerak nilai apresiasi Greenback telah berada dekat level tinggi 7-bulan terhadap mata uang Euro. Kondisi ini terjadi, karena menjelang minutes pertemuan Federal Reserve pada bulan Oktober, saat petinggi The Fed telah mensinyalkan potensi kenaikan suku bunga di tahun ini. Greenback melanjutkan gerak rally nilai apresiasinya, pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Selasa. Keadaan tersebut terdukung, setelah rilis data inflasi dan output pabrik Amerika yang telah menunjukkan kenaikan bulan lalu.

Kondisi tersebut semakin meninggikan peluang untuk segera dilakukannya kebijakan kenaikan suku bunga oleh The Fed dengan sesegera Mungkin. Pertemuan The Fed selanjutnya adalah pada tanggal 15-16 Desember. Gerak nilai apresiasi mata uang USd juga terdongkrak naik, karena seiring pernyataan dari Gubernur utama The Fed, Janet Yellen, dan anggotan Federal Open Market Committee (FOMC) lainnya bulan ini. Kondisi ini menunjukkan bahwa cukup tepat untuk mengakhiri kebijakan suku bunga dekat nol. Para pelaku pasar telah memperkirakan akan adanya peluang kenaikan suku bunga di bulan Desember sebesar 66%.

Kondisi ekonomi di China tampaknya masih cenderung ambigu. Pemulihan harga rumah di China, dilaporkan bergerak melambat di bulan Oktober. Kondisi ini terjadi, seiring kelebihan suplai di sejumlah kota besar, yang menghambat usaha pemerintah untuk mengidupkan kembali pasar property dengan pemangkasan suku bunga dan pelonggaran kredit perumahan.

Dilaporkan bahwa, nilai harga rumah baru naik dari 27 kota, dibandingkan dengan 39 kota di bulan September, menurut National Bureau of Statistics pada hari Rabu. Nilai harga rumah turun di 33 kota, dibandingkan dengan 21 kota di bulan September dan harga rumah tetap di 10 kota.

Jumlah rumah baru yang belum terjuan bertambah sebanyak 14% menjadi 437 juta meter persegi terhitung 31 Oktober seiring melambatnya laju penjualan rumah, demikian menurut biro statistik pada awal bulan. Presiden China Xi Jinping telah berjanji akan menurunkan suplai properti setelah pihak pemerintah memangkas tingkat suku bunga untuk keenam kalinya tahun ini pada bulan lalu.

Gerak nilai harga minyak pada akhir sesi perdagangan pasar hari Selasa kemarin, dilaporkan telah berakhir dengan kondisi tercatat turun. Gerak nilai harga minyak tercatat turun lebih dari 2% pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa, kembali tergelincir setelah sempat terhenti selama satu hari. Keadaan ini terjadi, karena kecemasan para pelaku pasar minyak, atas kelebihan suplai kembali menekan pasar yang sempat menguat oleh ketakutan kondisi geopolitik yang terkait dengan serangan di kota Paris, Prancis.

Sebuah jajak pendapat Reuters terhadap analis perkirakan cadangan minyak di Amerika, diperkirakan akan naik untuk delapan pekan beruntun pada pekan lalu. Cadangan minyak di Amerika diperkirakan akan naik, bertambah 1.6 juta barel untuk mencapai dekat rekor tertinggi di atas 490 juta barel yang terlihat di bulan April.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak Brent berjangka telah turun sebesar 81 sen di $ 43.75 US/ barel. Di bulan Agustus, minyak Brent telah menyentuh level terendah di $ 42.23 US, yang menandai level terbawah 6 1/2 tahun. Nilai kontrak minyak berjangka Amerika turun $1.07 US di $ 40.67 US/ barel, setelah menyentuh level terendah sesi di $ 40.60 US. Di bulan Agustus, gerak nilai harga minyak Amerika telah merosot ke level terendah sejak Maret 2009 di $ 37.75 US.

Premi minyak Brent terhadap minyak Amerika berada di bawah $ 2 US/ barel, terhadap hampir $ 4 pada awal November. Selisih yang mengecil antara dua minyak global tersebut cenderung guna untuk mendorong arus yang lebih besar untuk minyak dari luar ke pasar Amerika. Kondisi ini dilakukan, karena nilai minyak mentah Amerika yang dipatok dengan minyak Brent menjadi lebih terjangkau.

Pada hari Senin lalu, gerak nilai harga minyak mentah bergerak menguat lebih dari 2%. Hal ini terjadi karena kondisi para pelaku pasar yang khawatir pada kondisi keamanan global, khususnya yang terkait dengan serangan pada hari Jumat di Paris. Setelah kondisi terror tersebut, pihak Perancis melakukan pemboman ke ISIS di Suriah. Namun pasar global yang kembali tenang pada hari Selasa kemarin, para pelaku pasar telah kembali fokus terhadap kondisi kelebihan suplai minyak global.

Analis di broker New York Liquidity Energy mengatakan bahwa reli kemarin adalah sebuah reaksu yang kemungkinan meningkatnya resiko geopolitik meskipun faktanya Suriah sendiri bukan produsen besar. Namun, ketika penekanan kembali ke kondisi kelebihan suplai minyak, pasar berikan kembali keuntungan mereka. Data cadangan resmi dari pemerintah Amerika akan dirilis pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Rabu nanti malam.

Fokus para pelaku pasar hari Rabu ini, adalah pada FOMC minutes adalah, pada sejumlah diskusi mengenai peluang kenaikan di bulan Desember, dan secara keseluruhan nada yang digunakan oleh Federal Reserve positif bagi mata uang USD, demikian menurut market strategis.

Peluang atas diberlakukannya kebijakan The Fed, yaitu kenaikan suku bunga di bulan Desember telah naik dari 50% pada akhir Oktober, demikian menurut data Bloomberg. Hasil laporan atas rilis data ekonomi, baik data dari sektor properti yaitu izin membangun dan housing start Amerika akan dirilis pada sesi perdagangan pasar Amerika nanti malam. Kemudian juga ada data rilis atas suplai minyak komersil mingguan, dan tentunya adalah minutes pertemuan FOMC yang akan dirilis pada dini hari nanti.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Yen Anjlok terhadap Dolar; Deflasi Masih Bertahan

Yen Jepang menyentuh level terendah dalam 2.5 tahun belakangan sebelum gubernur BoJ Masaaki Shirakawa berbicara hari ini. Sebelumnya hari Selasa kemarin bank sentral Jepang sudah mengumumkan rencana untuk pembelian aset

Komoditas 0 Comments

Investor milioner George Soros, Bacon Kurangi Kepemilikan Emas

Investor milioner George Soros dan Louis Moore Bacon mengurangi sahamnya di produk ETF berbasis emas pada kuartal keempat 2012. Data SEC terakhir menunjukan Soros Fund Management memangkas investasi di SPDR

Forex News 0 Comments

Yen Bergerak Naik 3 Hari Berturut-turut oleh Maraknya Permintaan Aset Safe Haven

Mata uang yen Jepang terhadap dollar AS terpantau mengalami peningkatan yang signifikan pagi ini (13/3). Yen terpantau menguat untuk tiga hari berturut-turut terhadap dollar jelang laporan dari Amerika Serikat dan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image