Pasar Amerika dan Kanada Libur, Yen dan Emas Tampak Merangkak

11695_3839381302391_2012187366_nPada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu(11/ 11/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, terhadap Greenback, dilaporkan kembali berhasil menekan balik. Gerak nilai apresiasi mata uang Yen mampu menekan nilai apresiasi mata uang USD pada sesi perdagangan pasar Asia hari Rabu ini. Hal tersebut terjadi, setelah pada sesi perdagangan pasar sebelumnya gerak nilai apresiasi mata uang Yen sedikit menguat oleh lemahnya fundamental Jepang setelah data current account bulan September yang mengecewakan.

Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen terjadi mengambil momentum liburnya perdagangan Amerika hari ini sehingga membuat tidak adanya penggerak kuat di pasar forex untuk mata uang USD yang perdagangan sebelumnya behasil melaju terhadap major currencies. Di awal perdagangan sentimen negatif semakin kuat ketika data peredaran uang M2 Jepang dilaporkan menurun ke posisi 3,6% dari periode sebelumnya di 3,8%, namun gerak nilai apresiasi mata uang Yen ini masih mampu menunjukkan penguatannya.

Selain data peredaran uang di Jepang yang sedikit pengaruhi pasar juga akan dirilis data pesanan baru mesin pabrik oleh JMTBA. Namun data ini bukanlah penggerak kuat pergerakan Yen pada sesi perdagangan pasar hari ini. Pergerakan nilai apresiasi mata uang Yen pada sesi perdagangan pasar bergerak naik terhadap mata uang USD. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah dibuka lemah pada 123,16 di awal perdagangan (00.00 GMT). Gerak nilai apresiasi mata uang Yen naik 33 pips atau 0, 3% dan berada pada kisaran 122,83.

Diperkirakan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY akan bergerak turun ke level 122.86 pada bolinger tengah 5 Daily. Jika koreksi turun tidak tercapai, maka gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY akan terus naik ke level 123.58 pada bolinger atas 20 Daily setelah posisi tertinggi sebelumnya di level 123.42 dan terendah di level 123.02.

Buruknya fundamental beberapa mata uang major currencies seperti mata uang Yen dan Aussie serta mata uang di kawasan Asia lainnya telah berkontribusi positif terhadap gerak nilai apresiasi mata uang USD. Kondisi lemahnya fundamental major currencies telah membuat gerak nilai indeks USD berhasil bergerak rebound di tengah sepinya arahan penggerak kuat mata uang tersebut. Gerak nilai indeks USD dilaporkan sempat bergulir di kisaran 98.91, turun dari pembukaan 99.17.

Beberapa data ekonomi major negara kawasan Asia yang dirilis menurun dari periode sebelumnya pada perdagangan kemarin berhasil mengangkat kurs USD setelah awal perdagangan sempat lemah. Data tersebut seperti penurunan inflasi China, penurunan current account di Jepang serta marginnya kepercayaan bisnis di Australia.

Terhadap mata uang major seperti Euro, Swissfranc dan juga Canadian Dollar, mata uang USD tampak masih mampu menekannya. Kemampuan tekan gerak nilai apresiasi mata uang USD bisa berlaku kecuali terhadap mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling. Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling tampak berhasil menekan gerak nilai apresiasi Greenback ini dengan volume yang tipis. Kondisi tersebut terjadi, pasca sepinya katalis penting yang bisa menggerakkan mata uang major tersebut.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu ini, pasar Amerika libur nasional dalam rangka Veteran Day. Demikian juga pasar keuangan di Kanada libur nasional Remembrance Day. Dan ini membuat pasar memperhatikan fundamental penggerak majors lainnya di Inggris ada rilis data klaim pengangguran, di kawasan Euro ada pidato Mario Draghi pada pertemuan forum BOE dan di China ada data produksi industrinya.

Dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu(11/ 11/ 2015) ini, gerak nilai harga emas dan perak perdagangan bursa komoditas berjangka terpantau mengalami gerak kenaikan. Komoditas berjangka emas dan perak naik gerak nilai harganya, dengan diperdagangkan lebih tinggi, dimana hal tersebut terjadi ketika perhatian para pelaku pasar tengah menanti rilis laporan data ekonomi China pada siang ini.

Gerak nilai harga emas berjangka pengiriman Desember dilaporkan bergerak naik sebesar 0.26% di level $1.091.30 US/ troy ons di divisi Comex, Amerika saat berlangsungnya sesi perdagangan pasar Asia. Untuk gerak nilai harga perak berjangka pengiriman Desember dilaporkan naik sekitar 0.62% di level $14.445 US/ troy ons.

Gerak nilai harga emas terlihat mengalami gerak kenaikan dengan diperdagangkan lebih tinggi setelah membukukan penurunan di sesi sebelumnya. Meski demikian, gerak nilai harga emas sebenarnya masih dibayangi oleh tekanan akibat menguatnya spekulasi bahwa Federal Reserve akan segera menaikan tingkat suku bunga di bulan Desember mendatang.

Munculnya spekulasi dari para pelaku pasar bahwa The Fed akan menempuh kebijakan tersebut terjadi setelah laporan pasar tenaga kerja Amerika yang memuaskan di hari Jumat lalu. Biro Statistik Tenaga Kerja melaporkan bahwa Non-farm Payrolls Amerika mengalami kenaikan sebanyak 271K di bulan Oktober setelah tumbuh sebanyak 142K di bulan September. Hasil tersebut pun berhasil melampaui prediksi ekonom, yang diperkirakan akan naik sebanyak 182K periode September - Oktober.

Faktor pendukung lain yang juga berhasil menekan laju gerak nilai harga emas untuk melemah telah datang dari sebuah data Biro Statistik Tenaga Kerja yang menyebutkan bahwa pendapatan rata -rata pekerja per jam-nya mengalami kenaikan sebesar 0.4% di bulan Oktober setelah tidak mengalami perubahan dengan tetap sebesar 0.0% di bulan September. Tingkat pengangguran Amerika yang saat ini mengalami penurunan sebesar 0.1%, menjadi 5.0% di bulan Oktober juga terlihat turut melengkapi pemulihan kondisi sektor tenaga kerja Amerika.

Dengan demikian, bisa dikatakan bahwa peluang kenaikan suku bunga oleh The Fed di bulan Desember sudah semakin besar, dikarenakan tingkat pengangguran 5.0% ini adalah merupakan salah satu target Federal Reserve selain mencapai pertumbuhan inflasi sebesar 2% dan untuk pernyataan “hawkish”, Janet Yellen pada pernyataanya di pekan lalu juga ikut mengambil bagian dalam menyokong terealisasikan-nya langkah The Fed untuk menaikan suku bunga.

Sementara itu, pergerakan nilai harga emas nantinya diperkirakan akan kembali bergejolak ketika pasar dihadapkan dengan sebuah laporan fundamental China pada pukul 12.30 waktu Jakarta. Laporan tersebut meliputi sebuah data hasil industri, investasi tetap dan penjualan ritel di wilayah China.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Melemah Secara Intraday, Aussie Masih Dalam Tekanan

Pergerakan Dollar Australia hari ini (06:24:42 GMT, Senin, 7 Juli 2014) terpantau turun dan mata uang tersebut terpantau didesak mata uang utama lainnya Dollar AS, setelah dibuka pada 0.9364 di

Forex News 0 Comments

Lanjutkan Kenaikan Dollar AS Menguat Tipis

Dollar AS pada dini hari ini ( 27 Desember ) bergerak menguat terhadap beberapa mata uang utama. Harga pembukaan berada pada 1.0638 di awal perdagangan (00.00 GMT), dan mata uang

Terkena Masalah Lagi, Perusahaan China Menggugat Perusahaan Apple Inc.

Minggu lalu, (29/03/2013),  terdapat info miring mengenai kiprah bisnis perusahaan teknologi komunikasi terkemuka di dunia, Apple Inc. Bisnis Apple di wilayah Asia ditengarai mengalami tantangan keras sekali lagi. Setelah beberapa

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image