Pasar Asia Rata-rata Ditutup Mixed, Pasar Nantikan Dampak Aksi Korut

1175031_518668408207194_394292347_nGerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD dilaporkan tengah mengalami penguatan di sesi perdagangan pasar Eropa. Hal tersebut terjadi, setelah gerak nilai apresiasi Greenback melemah terhadap major currencies menyusul hasil rilis data-data ekonomi Amerika yang lemah.

Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah sempat diperdagangkan di kisaran level 1.2543 atau naik 0.17% (21 pip) dari penutupan akhir pekan lalu. Dari hasil rilis data penjualan retail Amerika di November, dilaporkan telah mengalami penurunan, lebih dalam daripada yang diperkirakan oleh para pelaku pasar sebelumnya.

Dilaporkan juga bahwa angka inflasi tahunan (year on year) Amerika telah melambat menjadi 2.0 %, dimana angka tersebut adalah merupakan kenaikan terendah sejak Novemeber tahun 2015. Sebelumnya di Februari, telah dilaporkanb bahwa angka inflasi tercatat sebesar 2.2 %.

Adanya imbas dari faktor geopolitik seperti ketegangan di semenanjung Korea mengakibatkan kecemasan para pelaku pasar sehingga melepas Greenback dan memburu mata uang Yen, yang dianggap sebagai mata uang safe haven. Dilaporkan dari daratan Eropa bahwa, kekehawatiran akan kemenangan tokoh pro Frexit, Marie Le Pen, di Pemilu Perancis pada 23 April atau hari Minggu pekan ini masih belum sirna.

Gerak nilai harga di bursa saham Asia pada sesi perdagangan hari Senin (17/ 04/ 2017) ini, dilaporkan telah ditutup dengan bergerak mixed. Hal tersebut terjadi, di tengah kekhawatiran para pelaku pasar akan situasi di Semenanjung Korea yang masih memanas.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225, Jepang, telah ditutup secara menguat. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 ditutup menguat sebesar 19,63 poin atau naik sekitar 0,11 % ke kisaran level harga 18.355,26.
Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng 33, Hong Kong, juga dilaporkan telah ditutup secara melemah. Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng 33 telah ditutup melemah sebesar 51,84 poin atau turun sekitar 0,21 % ke kisaran level harga 24.261,66.

Pelemahan gerak nilai harga indeks saham juga terjadi di Australia. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham ASX 200 ditutup berkurang sebesar 44,01 poin atau melemah sekitar 0,74 % ke kisaran level harga 5.889,95.

Gerak nilai harga indeks saham SSE, Shanghai, China, turut pula dilaporkan telah ditutup secara melemah. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham SSE, Shanghai, China telah bergerak melemah sebesar 24,39 poin atau turun sekitar 0,75 % ke kisaran level harga 3.221,67.

Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga indeks saham Kospi, Korea Selatan, telah ditutup secara menguat. Gerak nilai harga indeks saham Kospi telah bergerak menguat sebesar 10,88 poin atau naik sekitar 0,51 % ke kisaran level harga 2.145,76.

Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak mentah di pasar berjangka Asia pada sesi perdagangan pasar di hari Senin ini juga tercatat melemah. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah Brent dilaporkan telah terkoreksi kuat, dengan bergerak anjlok sekitar 0,82 % ke kisaran level harga $ 55,43 US/ barel.
Gerak nilai harga komoditas minyak mentah Amerika, WTI, dilaporkan juga telah ditutup secara melemah. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI telah terkoreksi, dengan berkurang sekitar 0,83 % ke kisaran level harga $ 52,74 US/ barel.

Hal tersebut terjadi, menyusul adanya hari libur Paskah. Sinyal terus bertambahnya output komoditas minyak mentah Amerika membuat usaha pihak OPEC untuk menopang harga tampak sia-sia. Dilaporkan bahwa, jumlah rig minyak aktif di Amerika telah bertambah selama dalam kurun waktu 13 pekan berturut-turut.

Hal tersebut telah mensinyalkan akan kenaikan output tidak akan mereda dalam waktu dekat. Baker Hugher melaporkan bahwa jumlah rig minyak Amerika bertambah sebanyak 11 buah pekan lalu. Sehingga, jumlah rig Amerika menjadi 683, level tertinggi dalam kurun waktu 2 tahun.

Para pelaku pasar juga tengah mencerna kegagalan peluncuran misil Korea Utara pada hari Minggu. Para pelaku pasar menantikan kelanjutan konflik geopolitik di Korea Utara, setelah gagal dalam percobaan meluncurkan rudal balistik pada hari Minggu.

Pihak Amerika kini sedang bekerjasama dengan sekutunya dan China untuk merespon kegagalan uji coba rudal tersebut, demikian menurut penasehat keamanan nasional Donald Trump. Dilaporkan juga bahwa pasar di London ditutup untuk hari libur.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Yunani Harapkan 5 Juli, Fundamental Amerika Berpotensi Tekan Pasar

Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (02/ 07/ 2015) hari ini, gerak harga emas spot dilaporkan telah mengalami pergerakan yang masih kuat di teritori negatif. Gerak harga emas dilaporkan telah

Pasar Masih Respon Negatif Mata Uang USD, Ekonomi China Semakin Membaik

Mata uang USD mengalami penurunan mingguan terhadap 16 mata uang utama seiring pejabat Federal Reserve mensinyalkan penundaan pengurangan stimulus sebelum laporan pada pekan depan yang mungkin menunjukkan penurunan pada penjualan

Harga Banyak Alami Koreksi, Pasar Siagai Data Ekonomi

Penutupan sesi perdagangan pasar emas hari Rabu (04/ 09/ 2013) diwarnai dengan kerugian tajam lebi dari 20 USD. Harga emas turun pada perdagangan hari Rabu waktu Amerika, karena aksi profit

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image