Pasar Dibuka Minggu Ini Dengan Peranan Fundamental Ekonomi Yang Kuat

Pasar Dibuka Minggu Ini Dengan Peranan Fundamental Ekonomi Yang Kuat

Pembukaan pasar valuta di hari Senin (15/04/2013) pekan ini, dibuka dengan pergerakan USD yang melemah terhadap mata uang yen, masih dibawah level harga tingginya 4 tahun setelah Amerika secara eksplisit mengatakan akan mengawasi kebijakan Jepang tidak bertujuan untuk melemahkan mata uangnya. Dalam laporan semi-tahunan pada praktek mata uang mitra dagang utama, Departemen Keuangan Amerika mengatakan akan menekan pemerintah Jepang untuk mematuhi komitmen yang dibuat pada bulan Februari sebagai anggota Kelompok Tujuh dan Kelompok 20 negara untuk membiarkan pasar menentukan nilai tukar. “Kami tidak berpikir laporan tersebut menunjukkan bahwa pemerintah AS akan menaikkan upayanya untuk melemahkan Yen, selama hal tersebut ditentukan oleh pasar. SepertinyaUSDakan sulit untuk kuat rebound terhadap yen menjelang pertemuan G20 pada hari Kamis dan Jumat,koreksi ini akan memberikan kesempatan yang baik untuk melakukan aksi beli”, dikatakan oleh Head of Research JPMorgan Chase Bank, Tohru Sasaki. Para pelaku pasar berpendapat, bahwa laju apresiasi USD/ JPYsetidaknya akan ditentukan oleh apakah pembelian aset BOJ meminta investor Jepang untuk meningkatkan investasi mereka di luar negeri. Faktor lain yang berpotensi mendukung apresiasi nilai tukar USD, adalah eskalasi ketegangan di semenanjung Korea, dan setiap perkembangan negatif di bagian depan yang bisa mendorong pelaku pasar berminat kembali kepada USD. Pemerintah Korut telah mengancam selama berminggu-minggu untuk menyerang Amerika Serikat, Korea Selatan dan Jepang sejak PBB menjatuhkan sanksi baru dalam menanggapi uji senjata nuklir terbaru pada bulan Februari, memicu spekulasi mungkin meluncurkan rudal lain Jepang dan Amerika Serikat tidak bisa membiarkan Korut memiliki senjata nuklir. Demikian yang disampaikan oleh Menlu Jepang, Fumio Kishida, yang disampaikan pada hari Minggu kemarin, setelah pertemuannya dengan John Kerry, MenluAmerika Serikat.

Data lain juga turut berkontribusi dalam melemahkan apresiasi USD terhadap major yang lain termasuk mata uang EUR.Dilaporkan bahwa data retail sales pada bulan Maret mengalami defisit sebesar 0.4% dari 1.0% pada bulan sebelumnya (direvisi turun dari 1.1%), serta dibawah ekspektasi pasar untuk penurunan sebesar 0.1%. Data lainnya muncul dari University of Michigan yang melaporkan bahwa sentimen konsumen pada bulan Maret mengalami penurunan sebesar 72.3, dibawah ekspektasi pasar untuk penurunan sebesar 78.5 dan bulan sebelumnya sebesar 78.5.Data zona eropa melaporkan, bahwa pemerintah Cyprus melakukan naik banding ke Uni Eropa untuk minta menaikkan bailout sebesar 10 miliar euro. Hal tersebut, turut mendukung pelemahan euro terhadap dolar selama sesi perdagangan zona Eropa kemarin. Mata uang euro mengalami sedikit penguatan apresiasinya terhadap USD selama sesi perdagangan pada hari Jumat (12/04/2013) lalu, setelah sebelumnya sempat bergerak turun dan mencapai titik support pada 1.3040. Valuta Euro dikonsolidasi naik dan mendekati titik resistance pada 1.3130. Dalam sesi perdagangan Jumat lalu, euro diperdagangkan lebih tinggi sebesar 0.09% menjadi 1.3114, mencapai titik terendah hariannya pada 1.3038 dan titik tertingginya pada 1.3127. Mata uang euro Jumat lalu sempat diperdagangkan dengan kondisi kembali terkoreksi melemah terhadap mata uang USD. Keadaan tersebut terjadi  karena adanya kekhawatiran para pelaku pasar kembali yang semakin kuat mengenai kondisi keuangan pemerintah Cyprus. Pemerintah Cyprus mengatakan bahwa kebutuhan pembiayaan di bawah bailout internasional telah meningkat menjadi sekitar 23 milyar euro, dari sebelumnya 17,5 milyar euro. Ini adalah dampak dari tertekannya pendapatan negara karena memburuknya perekonomian. Namun kecemasan itu cukup terobati oleh berita lain yang menyebutkan jika para pejabat Eropa setuju untuk memperpanjang waktu jatuh tempo pengembalian pinjaman negara Irlandia dan negara Portugal selama 7 tahun lagi. Euro diperdagangkan menguat terhadap sterling dan melemah terhadap yen . Apresiasi cross mata uang EUR/ GBP diperdagangkan melemah sebesar 0.22% menjadi berada di level harga 0.8835. EUR/ JPY diperdagangkan turun sebesar 1.01% menjadi 129.27.

Para pelaku pasar juga akan memperhatikan data ekonomi negara Cina. Laporan tentang produk domestik bruto, produksi industri dan penjualan ritel untuk isyarat perdagangan yang sangat diperhatikan para pelaku pasar yang terutama berhubungan dengan mata uang AUD.Angka PDB didiharapkan tumbuh 8 persen akan bisa memberikan daya ungkit yang kuat terhadapAUD. Hal ini disebabkan karena negara Cina merupakan pangsa pasar ekspor terbesar bagi Australia yang merupakan negara kaya sumber daya alam. AUD/ USD diperdagangkan menguat apresiasinya di level harga 1,0510, naik sekitar 0,1% dari level harga hari Jumat lalu yang juga merupakan pergerakan positif menuju level harga tertinggi di tiga bulan di level harga 1,0582 yang sempat terindikasi pada hari Kamis lalu. Sedangkan untuk mata uang euro, diperkirakan pergerakan pasar hari inimata uang euro akan diperdagangkan di antara level harga 1.3145 - 1.3035.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Kondisi Yunani Masih Pening, Apresiasi Yen dan Aussie Tidak Turut Gerak Positif Emas

Pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (16/ 06/ 2015) pagi ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot LLG masih bergerak secara terbatas. Gerak harga emas belum bergerak banyak dari

Forex News 0 Comments

Outlook BoJ Topang Pelemahan Yen

Yen melanjutkan pelemahan seiring merebaknya harapan akan adanya tambahan stimulus BoJ setelah Jepang kemarin naikan pajak penjualan untuk pertama kali dalam 15 tahun terakhir. Jepang menaikan pajak penjualan dari 5%

Forex News 0 Comments

Retail Sales Data Release Di Bawah Perkiraan, Pasar Tunggu Mark Carney dan Bernanke

Mata uang USD diperdagangkan menguat apresiasinya terhadap mata uang euro dan yen pada hari Senin. Hal tersebut terjadi karena para pelaku pasar kembali mempertimbangkan potensi atas The fed. Para pelaku

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image