Pasar Emas Cermati Fundamental Minggu Ini, Setelah Shutdown Terjadi Minggu Lalu

Pasar Emas Cermati Fundamental Minggu Ini, Setelah Shutdown Terjadi Minggu Lalu

1017044_10151768690173600_486733125_nSetelah kemelut yang terjadi di kongres Amerika pada pekan lalu, ternyata tidak membuat komoditi emas menjadi investasi yang safe-heaven. Hal ini dikarenakan kondisi tersebut hanya diperkirakan untuk beberapa saat, namun ternyata berkepanjangan. Federal shutdown pemerintah Amerika telah memasuki hari ke tujuh ditengah perdebatan mengenai budget dan batas hutang. Harga komoditi emas jatuh untuk ke empat kalinya minggu ini karena spekulasi bahwa efek parsial dari federal shutdown pemerintah Amerika akan berlangsung sebentar saja, memangkas permintaan metal berharga ini sebagai safe-heaven. Phil Streible seorang broker komoditi senior di R.J. O’Brien & Associates di Chicago, dalam interview melalui telepon mengatakan demikian ini, “Emas tampaknya tidak menarik dengan premiumnya sebagai safe-haven. Uang kelihatannya mengejar saham.” Kondisi perlemahan emas juga didukung dengan liburnya perdagangan di China sehingga harga emas global masih dijual lebih rendah. Bill Goss dari Pacific Investment Management Co. dan Laurance D. Fink dari BlackRock Inc. berpendapat bahwa kebuntuan akan segera diatasi, membatasi kerusakan terhadap ekonomi. Indeks saham Standard & Poor’s 500 naik sebanyak 0.8%.

Para pelaku pasar yang masih berada dalam kebimbangan setelah federal shutdown Amerika yang yang terjadi untuk ke-18 kalinya telah mendorong pasar melihat bahwa kesepakatakan pasti akan terjadi namun mungkin dengan waktu yang cukup lama. Sudah terjadi, sebanyak 800.000 orang pekerja di ruang lingkup pemerintahan federal Amerika dihentikan bekerja sementara. Kongres juga menghadapi perdebatan mengenai menaikkan pagu hutang 16.7 triliun USD di bulan ini. Harga Emas berjangka untuk penyerahan Desember jatuh 0.6% dan ditutup di 1,309.90 USD/ ons di Comex New York. Sebelumnya, harga bergerak sempit antara naik dan turun, sebanyak 0.6%. Harga spot emas pada perdagangan pekan lalu turun 0,37% ke posisi 1310,80 USD. Namun pergerakan pagi ini sedikit terangkat ke posisi 1311.80 USD. Harga emas turun 2.2% minggu ini, dan telah jatuh sebanyak 22% dalam tahun 2013 dengan saham rally mencapai rekornya dan inflasi tetap rendah. Logam Mulia Antam yang hanya menurunkan sedikit harga emas batangannya sampai Rp. 1000, namun untuk harga buybacknya tidak mengalami perubahan dibandingkan dengan penutupan perdagangan pekan lalu. Posisi harga jual emas batangan pada perdagangan hari ini (Senin, 07/ 10/ 2013) ada di Rp. 534.000/gram dan untuk harga ukuran seperti ukuran 500 gram dijual ke posisi Rp. 494.600/gram menjadi Rp. 247.300.000, sedangkan minted bars ukuran 10 gram dijual Rp. 500.000/gram menjadi Rp.5.000.000. Dan untuk ketersediaan produk semua ukuran minted bars yang dijual tersedia. Pada sesi perdagangan akhir pekan, sebuah pernyataan baru datang dari Ketua kongres Amerika, John Boehner. Boehner mengatakan bahwa kongres tidak akan memilih menaikkan limit utang Amerika tanpa syarat untuk mengakhiri federal shutdown pemerintah saat ini. Disebutkan pula bahwa akan menuntut pula adanya pemotongan belanja sebagai salah satu syarat untuk menaikkan plafon utang pemerintah. Bagaimanapun kesepakatan tetap harus tercapai dan setidaknya kongres harus meningkatkan limit pinjaman negara sebelum 17 Oktober. Jika tidak, maka standar risiko baru akan terjadi. Berdasarkan 17 kasus federal shutdown sebelumnya, pemerintah Amerika selalu bisa menyelesaikan kondisi shutdown kurang dari 20 hari. Kondisi federal shutdown Amerika yang telah berjalan untuk hari ke tujuh ini telah mendorong spekulasi pasar meningkat. Hal ini ditunjukkan dengan seringkali aksi profit-taking terjadi meski akhir harga kembali pada posisi semula dan hanya berkisar pada sekidit kerugian dan keuntungan.

Perkembangan seputar peningkatan plafon utang Amerika akan memiliki dampak yang lebih besar pada persepsi risiko terhadap beberapa aset, yang sebelumnya dianggap sebagai alternatif safe-heaven. Kondisi federal shutdown yang berlangsung terlalu lama akan merusak ekspektasi pertumbuhan ekonomi Amerika dan juga mata uang USD. Hal tersebut juga berpotensi menunda setiap langkah Federal Reserve untuk menguarangi skala program stimulus besar-besaran yang telah mendukung harga emas. Memasuki sesi perdagangan minggu ini, pasar akan terfokus pada data ketenagakerjaan Amerika yang meliputi Jobless Claim, dan Non-Farm Payroll. Keadaan federal shutdown Amerikaseperti telah diulas sebelumnya, telah berakibat merumahkan sebagaian besar tenaga kerja akan mendorong data klaim penggangguran di Amerika menjadi meningkat tajam.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Stanley Fischer Di Peru Buka Komentar, Greenback Rebound Atas Major

Pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (12/ 10/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak kembali menguat atas mata uang mayor, sepertihalnya terhadap mata uang

Berita 0 Comments

Rupiah Pimpin Gerak Rally di Asia, Pasar Tunggu Gebrakan China

Gerak nilai apresiasi mata uang USD yang tengah terkoreksi di perdagangan pasar dunia, tak luput telah memberi angin segar terhadap gerak nilai apresiasi mata uang negara lain. Kondisi konsolidasi pasar

CFD News 0 Comments

Kondisi Ekonomi Eropa Terimbas Isu Imigran, Nilai Harga Minyak dan Indeks Nikkei Rebound

Mata uang New Zealand/ Selandia Baru, yaitu mata uang New Zealand Dollar (NZD), yang lazim disebut dengan istilah Kiwi, dilaporkan bergerak menguat nilai apresiasinya. NZD bergerak menanjak di awal sesi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image