Pasar Komoditas Terimbas Negatif Akibat Data Rilis Amerika

Pasar Komoditas Terimbas Negatif Akibat Data Rilis Amerika

10570438_754492561275444_52461181166959978980_nPada perdagangan di sesi pasar Asia hari ini, pergerakan harga emas sedang mencoba bangkit lagi dari tekanan pasar. Namun secara keseluruhan emas masih terdepresiasi ditengah dominasi apresiasi mata uang USD terhadap major currencies. Solidnya indikator ekonomi Amerika kian menegaskan harapan perubahan kebijakan moneter The Fed. Kondisi berbeda pada bank sentral lain, seperti ECB, BoJ dan BoE yang justru masih bertahan dengan kebijakan konservatifnya. Kebijakan ECB untuk memangkas suku bunga acuan sebesar 0,05% dari sesi sebelumnya 0,15%, secara mengejutkan bagi sebagian besar analis pasar yang memperkirakan tidak ada perubahan. Bank sentral juga menurunkan suku deposit facility -0.20% dari yang sebelumnya -0.10% dan suku bunga pinjaman marjinal untuk 0,30% dari yang sebelumnya 0,40%. Keputusan itu muncul setelah data terbaru menunjukkan bahwa inflasi tahunan zona Eropa melambat dalam lima tahun sebesar 0,3% pada bulan lalu. ECB menargetkan tingkat inflasi mendekati tapi hanya di bawah 2%. Apresiasi mata uang euro jatuh lebih dari 1% terhadap mata uang USD pada level harga 1.3015, level terendah sejak bulan Juli 2013. Indeks USD, yang melacak kinerja USD terhadap enam mata uang utama lainnya, naik 0,64%.

Hari ini pergerakan harga, baik emas, perak dan minyak diperkirakan berpotensi untuk tertekan kembali. Permintaan terhadap emas saat ini terus tergerus ditengah keperkasaan Mata uang uang USD yang merespon membaiknya perekonomian negara Amerika. Harga emas bergerak sedikit menurun setelah adanya kebijakan ECB yang menunjukkan pemotongan suku bunga dan serangkaian data ekonomi Amerika. Pada perdagangan di divisi Comex New York Mercantile Exchange, emas berjangka untuk pengiriman Desember diperdagangkan turun 0,16% di level $1,264.40 US/ troy ons. Harga emas semalam bergerak lebih rendah setelah data sektor industri jasa Amerika optimis memicu permintaan untuk Mata uang USD, meskipun keputusan ECB untuk merangsang ekonomi dengan membuat mata uang euro merosot. Hari ini, emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,278.00 US - $1,264.00 US. Emas berjangka kemungkinan akan mencari support di level $1,258.70 US dan dengan resistensi tertinggi di level $1,278.00 US. Sentimen positif akan kebijakan moneter dari The Fed akan tetap menurunkan minat para pelaku pasar untuk melirik emas dan perak kembali. Harga emas diperkirakan akan bertahan dibawah level $1,300.00 US/ troy ons. Dengan banyak fokus pasar pada sesi perdagangan hari ini. Emas nampak kesulitan untuk kembali diperdagangkan diatas level $1,300.00 US/ troy ons minggu lalu diperkirakan akan membawa emas stagnan pada level saat ini. Emas bukan lagi safe haven asset meskipun geolak politik di Ukraina belum sepenuhnya mereda. Begitupun dengan minyak yang rentan tekanan karena masalah melimpahnya cadangan produksi minyak global ditengah lesunya permintaan dari Cina dan zona Eropa. Penurunan gerak harga juga terjadi pada logam lainnya. Harga perak untuk pengiriman Desember turun 0,47% di level $19,048 US/ troy ons, Tembaga berjangka untuk pengiriman Desember turun 0,03% di level $3,149 US/ pon.

Mengenai pergerakan harga minyak dunia, harga minyak kembali tergelincir pergerakannya. Tergelincirnya harga ini adalah sebagai imbas dari meingkatnya cadangan minyak baik di Amerika di negara-negara yang tergabung dalam anggota OPEC. Peningkatan produksi minyak di Lybia dan Saudi Arabia telah menekan harga minyak dunia kembali. Penurunan permintaan terhadap minyak setelah berkurangnya ketegangan politik global juga telah berperan menurunkan harga minyak dunia di pasaran global. Pada hari Rabu, harga minyak Amerika melonjak 2,86% atau $2,66 US berakhir di level $95,54 US/ barel menyusul laporan bahwa Ukraina dan Rusia telah mencapai kesepakatan gencatan senjata di timur Ukraina. Minyak mentah berjangka diperdagangkan turun pada hari Kamis sore, karena para pelaku pasar masih menunggu dirilisnya data pasokan minyak mingguan Amerika, untuk mengukur kekuatan permintaan minyak dari konsumen terbesar di dunia. Pada perdagangan di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman di bulan Oktober turun 0,89% atau 85 sen US untuk diperdagangkan di level $94,69 US/ barel selama jam pagi Eropa. Minyak mentah berjangka kemungkinan besar akan mencari support di level $93,06 per barel, dengan resistance tertinggi di level $95,91 US/ barel. Harga minyak mentah berjangka bertahan di kisaran level antara $94,66 US dan $95,28 US/ barel. Berdasarkan laporan pemerintah hari Kamis diperkirakan menunjukkan bahwa stok minyak mentah Amerika turun 1,2 juta barel pekan lalu, sementara stok bensin diperkirakan akan turun sebesar 1,4 juta barel. American Petroleum Institute, sebuah kelompok industri, mengatakan bahwa persediaan minyak mentah Amerika turun 545.000 barel dalam pekan yang berakhir 29 Agustus, dibandingkan dengan ekspektasi untuk penurunan 1,0 juta barel. Laporan ini juga menunjukkan bahwa stok bensin naik 362.000 barel, sedangkan stock minyak penyulingan naik 385.000 barel. Pada perdagangan di ICE Futures Exchange di London, harga minyak Brent untuk pengiriman Oktober merosot 0,42% atau 43 sen US dan diperdagangkan di level $102,34 USD/ barel selama sesi pagi pasar Amerika. Harga minyak di New York Mercantile Exchange, minyak mentah untuk pengiriman Oktober turun 0,85% atau 81 sen berakhir di level $94,73 per barel. Pada perdagangan di bursa komoditi hari Kamis malam, minyak mentah berjangka diperdagangkan lebih rendah, karena gerakan menguat mata uang USD secara luas setelah BoE memangkas suku bunga di zona Eropa.

Perhatian para pelaku pasar berikutnya adalah, mereka akan menantikan rilis data krusial atas payroll Amerika. Kondisi yang diperkirakan pasar adalah data rilis ini mampu menopang penguatan apresiasi mata uang USD kembali. Pasar akan terfokus pada data Non-Farm Payrolls Amerika yang diperkirakan akan dirilis pada angka yang lebih tinggi yakni pada 225.000 selama periode Agustus. Jika data dirilis dengan hasil yang lebih baik maka sentiment pasar akan membawa emas bergerak lebih rendah. Departemen Tenaga Kerja Amerika mengatakan jumlah orang yang mengajukan klaim pengangguran meningkat sebesar 4.000 menjadi 302.000 pada pekan lalu. Para pelaku pasar telah memperkirakan klaim pengangguran naik sebesar 2.000 menjadi 300.000 di pekan lalu. Data muncul setelah ADP proses penggajian perusahaan mengatakan kerja swasta non-pertanian naik 204.000 bulan lalu, di bawah ekspektasi untuk peningkatan 220.000. Perekonomian menciptakan 212.000 pekerjaan pada bulan Juli.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Euro Balik Arah Kemarin, Minyak Bergerak Menguat

Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD yang sempat melemah di sesi perdagangan pasar Asia, dilaporkan telah bergerak berbalik menguat di awal sesi perdagangan pasar Eropa pada hari Senin (06/

Berita 0 Comments

Outlook BoJ Topang Pelemahan Yen

Yen melanjutkan pelemahan seiring merebaknya harapan akan adanya tambahan stimulus BoJ setelah Jepang kemarin naikan pajak penjualan untuk pertama kali dalam 15 tahun terakhir. Jepang menaikan pajak penjualan dari 5%

Forex News 0 Comments

Poundsterling Lanjutkan Kenaikan, Kembali Capai 2.5 Tahun Tertinggi terhadap Dollar

Pada hari kedua tahun 2014 ini nilai tukar poundsterling Inggris mengalami peningkatan lanjutan terhadap dollar AS (02/01). Mata uang ini membukukan peningkatan yang paling besar di antara 10 mata uang

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image