Pasar Lirik Minyak, WallStreet Koreksi Harga

0_natural_gas_10152999_567681066709603_18183414619373903_nGerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, dilaporkan telah tampak bergerak menguat, dan telah sempat diperdagangkan di kisaran level 1.1015 dengan level support di kisaran level 1.10138 dan level resisten di kisaran level 1.10319. Hal tersebut terjadi, setelah dirilisnya data perekonomian Amerika semalam yang menekan gerak nilai apresiasi mata uang USD.

Dilaporkan bahwa hasil rilis data perekonomian Amerika yang mengecewakan semakin menekan gerak nilai apresiasi Greenback terhadap major currencies. Pihak dari Federal Reserve, New York merilis data indeks aktifitas manufaktur tadi malam dengan hasil mengecewakan. -6,80 bulan ini, dari -1,99 di bulan September 2016.

Meski demikian, namun para pelaku pasar juga masih mewaspadai potensi pemangkasan pembelian asset oleh pihak European Central Bank (ECB). Para pelaku pasar masih menantikan konferensi pers ECB pada hari Kamis 20 Oktober 2016 terkait masalah pembelian aset.

Pihak ECB akan membahas perubahan batas akhir pembelian aset sebesar 1,7 trilyun Euro hingga bulan Maret 2017. Para pelaku pasar masih mewaspadai akan pemangkasan pembelian aset tersebut.

Gerak nilai harga di bursa saham Wall Street dilaporkan telah berakhir rendah pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Hal tersebut terjadi, karena gerak nilai harga saham sektor energi yang melemah bersamaan dengan gerak nilai harga komoditas minyak.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga saham Amazon dan Netflix telah membebani di sektor kebutuhan konsumen. Gerak nilai harga saham di sektor energi turun 0.6% karena gerak nilai harga komoditas minyak turun sekitar 0.8% ke kisaran level $49.94.

Gerak nilai harga komoditas minyak dibebani oleh kecemasan terhadap kelebihan pasokan, meskipun kerugian dibatasi di tengah proyeksi penurunan output minyak shale Amerika. Wakil Presiden Fed, Stanley Fischer, memperingatkan bahwa stabilitas ekonomi dapat terancam oleh suku bunga yang rendah dan berikan catatan bahwa bank sentral “sangat dekat” untuk target inflasi dan sektor kerja, namun dia juga mengatakan bahwa “tidak semudah itu” untuk naikan suku bunga The Fed.

Komentar dari Stanley Fischer, seorang yang dovish yang mendukung kenaikan suku bunga, datang ketika pejabat The Fed lainnya akhir-akhir ini mengatakan bahwa kondisi saat ini terlihat cukup kondusif untuk pengetatan moneter. Pernyataan yang berlawanan terhadap waktu kenaikan suku bunga dari beberapa pejabat The Fed telah menambah ketidakpastian di pasar, yang telah bergulat dengan perubahan dinamika di dalam pemilihan presiden Amerika yang penuh gejolak dan kegelisahan mengenai earnings kuartal ketiga.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones Industrial Average dilaporkan telah bergerak melemah turun sebanyak 51.98 poin, atau sekitar 0.29% di kisaran level harga ke 18,086.4. Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga indeks saham S&P 500 telah bergerak melemah sekitar 6.48 poin, ata sekitar u 0.3%, ke 2,126.5, dan gerak nilai harga indeks saham Nasdaq komposit dilaporkan telah bergerak melemah turun sekitar 14.34 poin, atau sekitar 0.27%, ke 5,199.82.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Dollar Tergelincir Sebelum Pidato Yellen

Dollar bersiap untuk kenaikan mingguan terhadap sebagian besar mata uang utama sebelum ketua Federal Reserve Janet Yellen berpidato pada hari ini di pertemuan para bankir bank sentral di Jackson Hole,

Forex News 0 Comments

Beberapa Zona Pasar Libur, Gerak Harga Masih Terimbas The Fed’s Decission

Pada sesi perdagangan pasar Asia hari Senin (21/ 09/ 2015) ini, sesi perdagangan di pasar Jepang ditutup untuk hari libur mulai dari hari Senin sampai dengan hari Rabu mendatang. Saat

Forex News 0 Comments

Yen Di Perdagangkan Tinggi Terhadap Euro Di Tengah Menunggu Hasil BOJ

Yen di perdagangkan dekat level tertinggi dalam enam pekan terhadap euro sebelum Bank of Japan menetapkan kebijakannya pada hari ini di tengah spekulasi bahwa bank sentral akan menunda perluasan stimulus.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image