Pasar Masih Respon Negatif Mata Uang USD, Ekonomi China Semakin Membaik

Pasar Masih Respon Negatif Mata Uang USD, Ekonomi China Semakin Membaik

401963_519236668141261_787532945_nMata uang USD mengalami penurunan mingguan terhadap 16 mata uang utama seiring pejabat Federal Reserve mensinyalkan penundaan pengurangan stimulus sebelum laporan pada pekan depan yang mungkin menunjukkan penurunan pada penjualan rumah di Amerika. Mata uang USD terperosok ke level terendah dalam lebih dari 8-bulan apresiasinya terhadap mata uang euro pada hari Kamis kemarin. Hal tersebut terjadi seiring berakhirnya kondisi federal shutdown Amerika. Kondisi ini menggeser fokus pasar kepada dampak dari shutdown pemerintahan dan prospek penundaan tapering stimulus The Fed sampai awal tahun depan. Indeks USD masih berada di level rendah setelah penutupan kemarin, setidaknya berada di level terendah dalam delapan bulan, setelah disetujuinya kesepakatan oleh kongres untuk memperpanjang pembiayaan dan batas waktu pembayaran utang sampai tahun depan serta di buka kembalinya pemerintahan.

“Masalah plafon hutang telah di dorong keluar sampai bulan Februari, jadi paling dekat anda akan melihat pengurangan The Fed di bulan Maret, meskipun itu dapat di lakukan lebih lama dari itu. Ada pemulihan pada aset beresiko dan itu terlihat dengan banyaknya arus masuk ke aset beresiko dan menjauhi USD,” demikian kata Besa Deda, kepala ekonom di St. George Bank Ltd. di Sydney.

Meskipun federal shutdown telah berakhir, ternyata koreksi terhadap USD masih kuat. Asumsi negatif pasar berperan besar dalam hal ini, meski juga terilis informasi mengenai klaim pengangguran di Amerika. Jumlah klaim pengangguran di Amerika turun ke level rendah 6 bulan pekan lalu, namun masih tinggi seiring California terus menghadapi permasalahan sistem komputer. Jumlah klaim pengangguran turun sebanyak 15,000 menjadi 358,000, menurut Departemen Tenaga kerja pada hari Kamis. Ekonom memperkirakan kenaikan menjadi 335,000 pekan lalu. Analis Departemen Tenaga Kerja mengatakan jumlah klaim di California, yang dilanda permasalahan teknis saat penggantian menuju sistem komputer yang baru, masih berada pada level yang sama seperti pekan lalu. Tidak ada peningaktan yang jelas pada jumlah klaim pekan lalu dari pekerja non-pemerintah yang cuti dikarenakan sfederal hutdown pemerintah yang baru berakhir, ucap analis. Shutdown parsial selama 2-1/2 pekan pada pemerintahan federal diakhiri pada hari Rabu malam setelah kongres Amerika mencapai kesepakatan dalam 11 jam untuk pendanaan sementara pemerintah hingga pertengahan Januari dan untuk menaikkan plafon hutang hingga 7 Februari. Pada pekan yang berakhir tanggal 5 Oktober, pekan pertama shutdown, ada 70,068 klaim dari pekerja pemerintahan yang cuti. Meski demikian trend klaim pengangguran saat ini masih konsisten dengan pasar tenaga kerja yang stabil. Rata-rata klaim emapt mingguan naik sebanyak 11,750 menjadi 336,500. Data klaim pengangguran pekan lalu mencakup periode survey untuk penghitungan nonfarm payrolls bulan Oktober, namun tanpa data payrolls bulan September, yang ditunda karena shutdown, sulit untuk mengetahui kondisi pasar tenaga kerja dengan pasti. Para analis pasar berpendapat bahwa penutupan sebagian layanan pemerintahan sepanjang lebih dari 2 pekan dan perdebatan sengit tentang kenaikan plafon hutang Amerika telah memukul kepercayaan pelaku pasar, yang beresiko merusak prospek pertumbuhan ekonomi terbesar di dunia.”USD diperdagangkan melemah tajam menyusul resolusi plafon hutang, Sulit untuk mengetahui apakah itu merupakan respon terhadap potensi perlambatan pertumbuhan dan penundaan tapering Fed, atau apakah investor mulai beralih kembali memburu aset-aset beresiko. Bagaimanapun, kami cenderung tidak akan mengambil posisi bullish pada USD untuk saat ini,” demikian menurut pendapat Jens Nordvig, kepala strategi mata uang global pada Nomura di New York. Pasar memang masih berasumsi penyelesaian federal shutdown kemarin merupakan pembelokan kondisi, yang besar kemungkinannya memicu shutdown lainnya. Berbicara mengenai aussie, mata uang Australia, atau aussie, menuju penguatan mingguan sebelum di rilisnya laporan hari ini yang mungkin menunjukkan pertumbuhan di China, mitra dagang terbesar Australia, meningkat pada kuartal lalu dengan laju tercepat sejak Desember 2012. Mata uang negara Australia ini menyentuh level tinggi empat bulan kemarin seiring meredanya kekhawatiran atas potensi pengurangan stimulus The Fed pada tahun 2013. Dengan merebaknya optimisme akan tangguhnya performa ekonomi Cina, dan berkurangnya kekhawatiran atas penurunan suku bunga RBA lebih lanjut. Penguatan ekonomi China mencerminkan pelaksanaan program oleh Li yang Bank of America sebut “stimulus fiskal mini,” yang diantaranya pembelanjaan untuk pembangunan jalur kereta dan pemotongan pajak, untuk mendukung ekonomi terbesar kedua di dunia. Pertemuan partai Komunis pada bulan depan akan membahas peluncuran kebijakan yang dapat melukai pertumbuhan sementara sambil menempatkan ekspansi yang kuat dalam jangka panjang. “Saya perkirakan pemulihan akan berlanjut sampai mungkin kuartal pertama tahun depan atau bahkan semester pertama,” kata Li Daokui, seorang mantan penasihat akademik untuk bank sentral China, sebelum dirilisnya laporan. Dia kemudian melihat “pertumbuhan moderat yang melambat” dengan reformasi yang disebabkan “periode buruk” dalam jangka pendek dan efek positif dalam jangka panjang. GDP negara China dilaporkan naik menjadi 7.8% di periode Juli - September dari setahun yang lalu, di laporkan oleh Biro Statistik Nasional pada hari ini di Beijing, sesuai dengan estimasi median dalam survey Bloomberg News. Negara yang terkenal dulu dengan sebutan negeri tirai bambu ini memacu produksi pabrik dan berinvestasi untuk mencapai target ekspansi pemerintah di tahun 2013. Produksi industri naik di bulan September sebesar 10.2%, sejalan dengan proyeksi analis, sementara penjualan retail menguat sebanyak 13.3%, ditunjukan dalam data hari ini.

Namun, penguatan aussie juga dapat menggerogoti performa ekspor sektor non-tambang Australia yang masih lemah. Mata uang aussie terlihat kesulitan melanjutkan penguatan setelah Gubernur RBA, Glenn Stevens mengatakan nilai tukar aussie yang lebih rendah diperlukan untuk membantu menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi Australia. “Saya berpikir bahwa nilai tukar yang rendah akan membantu ekonomi menyeimbangkan kembali sumber penyumbang aktivitas perekonomian. Saya lebih suka nilai tukar yang lebih rendah,” ujar RBA’s Stevens. Nilai apresiasi mata uang AUD/ USD diperdagangkan di kisaran level 0.9617. Harga tersebut melemah tipis jika dibandingkan level pembukaan harian 0.9634. “Pergerakan aussie tidak begitu mengejutkan. The Fed sebelumnya diprediksi akan mulai taper pada bulan September namun ternyata tidak. Data Cina yang cukup positif juga turut menopang aussie,” ungkap RBA’s Stevens.

About author

You might also like

Pasar Tunggu Rilis Data Amerika, Minyak Merangkak Naik Terimbas OPEC

Gerak penguatan nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah terkoreksi. Hal tersebut terjadi, seiring penantian pasar terhadap hasil rilis data Amerika pada malam ini nanti. Dilaporkan bahwa gerak nilai

Berita 0 Comments

Aussie Melempem Di Tengah Koreksi Teknikal dan Fundamental

Mata uang aussie terpantau mengalami penurunan yang signifikan terhadap dollar AS pada sesi perdagangan hari ini (11/4). Dollar Australia tersebut mengalami koreksi teknikal setelah pada perdagangan kemarin melejit kencang hingga

Emas Diprediksi Akan Bearish, Fundamental Amerika Diwaspadai Pasar

Emas pada perdagangan hari ini (Senin, 08/04/2013), diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran harga $1,585.50 – $1,566.50. Pasar emas ditutup jauh lebih tinggi selama sesi perdagangan pada hari Jum’at (05/04/2013) setelah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image