Pasar Melihat Potensi Kendala Di Minyak, Para Pelaku Pasar Lirik Emas

16249_506996652707703_964692964_nTelah dilaporkan pada sesi pasar hari Jumat ( 27/ 03/ 2015) pagi ini, bahwa gerak harga emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange berakhir naik.Hal ini terjadi karena adanya ketidakpastian yang dialami oleh para pelaku pasar akibat dipicu oleh serangan udara oleh Arab Saudi di Yaman. Hal inilah yang mendorong para pelaku pasar untuk mengambil sikap dengan beralih spekulasi ke aset-aset safe haven, terutama komoditas emas.

Komoditas emas telah dilaporkan bahwa telah diperdagangkan dengan bergerak menguat tajam hingga mencapai level tertinggi hariannya jauh diatas level $1,200 US/ troy ons, setelah adanya kondisi fundamental negatif dari wilayah Timur Tengah. Kondisi tersebut adalah ketegangan yang terjadi di wilayah Yaman, sehingga memberikan aliran safe-haven pada komoditas ini, dan tentunya mempengaruhi secara positif gerak harga emas. Hal ini terjadi karena ada ketakutan para pelaku pasar atas sulitnya supply minyak jika kekerasan yang terjadi ini terus meningkat. Ketegangan meningkat di wilayah Timur Tengah setelah Arab Saudi dan sekutu-nya memulai operasi militer di wilayah negara Yaman. Serangan udara ini, meski menuai keritik pedas dari warga Yaman, dilakukan oleh karena suatu sebab. Sebab tersebut adalah karena adanya tindakan yang membahayakan kondisi Yaman karena pihak Houti. Arab Saudi, Uni Emirat Arab, Kuwait, Bahrain, dan Qatar telah memutuskan untuk bertindak melindungi Yaman terhadap agresi oleh milisi Houthi. Dilansir dari Xinhua, di Jumat (27/ 03/ 2015) ini, bahwa kontrak emas yang paling aktif untuk pengiriman April naik $ 7,8 US atau 0,65 % menjadi $ 1.204,8 US/ ons. Namun, apresiasi mata uang USD telah mengurangi minat para pelaku pasar untuk berspekulasi terhadap perdagangan komoditas emas. Hal ini terjadi sebab indeks USD, yang mengukur greenback terhadap major currencies, tengah bergerak menguat naik karena didukung laporan pekerjaan yang positif. Saat memasuki sesi perdagangan pasar Amerika, telah dilaporkan bahwa gerak harga emas kembali melemah dan hanya mencatatkan keuntungan harian yang tipis menyusul data klaim pengangguran Amerika yang dirilis dengan hasil yang cukup baik. Pihak dari Departemen Tenaga Kerja telah mengatakan pada hari Kamis, bahwa klaim pengangguran awal turun tajam selama pekan yang berakhir 21 Maret. Penurunan yang terjadi adalah sebesar 9.000 orang, sehingga menjadi 282 ribu orang. Ini menempatkan tekanan pada komoditas emas karena laporan itu sedikit lebih baik dari yang diharapkan oleh para pelaku pasar. Meski demikian, para pelaku pasar hendaknya perlu mengingat bahwa hal itu kecil sekali kemungkinanya untuk bisa mempengaruhi laporan pekerjaan reguler pada akhir bulan ini. Dilaporkan dengan mengacu pada situs resmi logam mulia hari Jumat, 27/ 03/ 2015, sejalan dengan penguatan harga emas di pasar internasional, harga emas yang dijual oleh PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) telah naik sebesar Rp 6.000 sehingga harga menjadi Rp 549 ribu/ gram. Harga pembelian kembali emas Antam pun juga telah tercatat naik sebesar Rp 3.000 sehingga menjadi Rp 489 ribu/ gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 254.800.000, pecahan 250 gram - Rp 127.500.000, pecahan 100 gram - Rp 51.050.000, pecahan 50 gram - Rp 25.550.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.800.000, pecahan 10 gram - Rp 5.150.000, pecahan 5 gram - Rp 2.600.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 549.000. Telah pula dilaporkan bahwa gerak harga perak untuk pengiriman Mei naik 14 sen, atau 0,82 %, menjadi ditutup pada $ 17,14 US/ ons. Mengenai gerak harga platinum, untuk pengiriman April tercatat naik sebesar $ 7,5 US atau 0,65 % menjadi $ 1.154 US/ ons. Mengenai pergerakan harga minyak hari Jumat (27/ 03/ 2015) ini, dilaporkan bahwa di New York Mercantile Exchange, harga minyak mentah untuk pengiriman Mei turun 0.93% menjadi $50.43 US/ barel. Sedangkan di ICE Futures Exchange London, harga minyak Brent untuk pengiriman Mei rally $1,48 US, atau 2,61% diperdagankan di level harga $57.96 US/ barel. Gerak harga minyak telah dilaporkan mengalami gerak turun dalam perdagangan sesi pasar Asia di hari Jumat (27/ 03/ 2015) pagi ini. Hal ini tentunya adalah karena adanya pengaruh fundamental, yaitu adanya serangan pemberontak di Yaman yang mulai berkurang. Dilaporkan bahwa pada hari Kamis kemarin, para pejabat dari pemerintah Arab Saudi mengatakan mereka meluncurkan operasi dyang dinamakan Decisive Storm yang artinya mempertahankan pemerintahan yang absah di Yaman dan mencegah milisi Houthi mengendalikan negara secara paksa. Harga minyak dunia sempat naik lebih dari $3 US selama sesi Asia pada waktu Arab Saudi meluncurkan serangan udara di Yaman untuk melawan pemberontak Houthi. Serangan tersebut didukung juga oleh negara Iran, yang tentunya memicu keprihatinan atas gangguan pasokan dari daerah kaya minyak tersebut. Ada kekhawatiran bahwa eskalasi permusuhan bisa menyebabkan konflik di seluruh wilayah dan pengiriman akan terkendala serta harga minyak akan jadi meroket.

Selain karena adanya ketegangan di wilayah negara Yaman, gerak harga minyak hari ini juga dipengaruhi oleh adanya data rilis dari negara Jepang. Dilaporkan bahwa data rilis negara Jepang pada hari ini bahwa laporan Nasional core CPI untuk bulan Februari naik 2,0%, tingkat pengangguran turun 3,5% dari 3,6% pada bulan Januari. Seperti yang telah diketahui bahwa, Meski negara Yaman bukanlah sebuah negara penghasil minyak yang besar, namun walaupun demikian peranan negara Yaman ini sangatlah penting. Dengan infrastruktur yang sudah ada dan terbentuk, telah menjadikan negara Yaman sebagai negara perlintasan minyak dan gas. Sehingga dalam kasus kerusuhan yang terjadi di negara Yaman, para pelaku pasar khawatir apabila hal tersebut berdampak negatif, sehingga mampu mengganggu proses penyaluran minyak dari kawasan timus tengah. Memasuki sesi perdagangan hari ini, para pelaku pasar akan terfokus pada data GDP Amerika dan jadwal press conference kepala The Fed Janet Yellen pada dinihari nanti.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Yen Kian Terpuruk Pasca Pidato Yellen di Jackson Hole

Mengawali perdagangan awal pekan (Senin, 25/8), nilai tukar yen terpuruk cukup dalam terhadap dollar AS dan menyentuh level terlemahnya sejak Januari silam. Tergerusnya yen hari ini terutama setelah Pimpinan Federal

Fundamental 0 Comments

Kebijakan Pajak China Dongkrak Otomotif, USD Masih Pertahankan Keperkasaannya

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari Jumat (06/ 11/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD masih tetap mempertahankan gerak penguatannya. Para pelaku pasar tampak masih menunggu untuk

Forex News 0 Comments

Rilis Rate Decision Dirilis, Euro Terkoreksi

Mata uang euro bergerak melemah tajam terhadap dolar selama sesi perdagangan kemarin (02/ 05/ 2013), setelah sempat bergerak naik dan mencapai titik resistance pada 1.3205. Euro dikonsolidasi turun, setelah keputusan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image