Pasar Nantikan Data Rilis Pada Sesi Amerika

Pasar Nantikan Data Rilis Pada Sesi Amerika

10570438_754492561275444_52461181166959978981_nPasar global saat ini mengalami perkembangan yang cukup kompleks. Kondisi geopolitik yang terjadi berimbas di segala sektor ekonomi. Para pelaku pasar merespon waspada karena adanya rumor pasar bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga bank lebih cepat dari yang diperkirakan pasar. Kembali menguatnya rumor pasar bahwa Federal Reserve berencana akan segera menaikkan suku bunga karena menjelang pertemuan FOMC minggu depan.

Data laporan dari Departemen Tenaga Kerja Amerika menyatakan bahwa angka klaim pengangguran telah mengalami kenaikan sebanyak 11.000 yang disesuaikan secara musiman menjadi 315.000 pada pekan yang berakhir 6 September, rupanya belum terlalu menggoyang mata uang USD. Dari Amerika juga dilaporkan bahwa Presiden Amerika, Barack Obama, dengan tegas memutuskan akan melakukan serangan udara ke lokasi ISIS yang telah menyebar dari Suriah ke Irak. Menteri Luar Negeri Amerika, John Kerry, mendapatkan dukungan atas langkah presiden Amerika dari 10 negara Arab antara lain yaitu negara Mesir, Irak, Jordan, Libanon, Arab Saudi, dan Qatar setelah pertemuan di Jeddah. Pada perdagangan hari Jumat siang, mata uang USD terpantau beragam apresiasinya terhadap major currencies, namun masih tetap di level tertinggi dalam 14 bulan, meskipun Amerika merilis data yang kurang begitu menggembirakan. Indeks USD telah diperdagangkan melemah 0.16% di level $84.25 US.

Mata uang USD terkoreksi apresiasinya dari level tertinggi 6-tahun terhadap yen. Hal ini terjadi setelah data menunjukkan klaim awal pengangguran secara tak terduga meningkat sebesar 11.000 menjadi 315.000 dalam pekan yang berakhir 6 September. Meski begitu, mata uang negeri Paman Sam ini tetap berada di jalur menuju kenaikan mingguan ke-9 beruntun. Tercatat sebelumnya bahwa apresiasi mata uang yen sempat tertekan seiring Gubernur BoJ, Haruhiko Kuroda, berusaha menyakinkan Perdana Mentri Jepang, Shinzo Abe, jika bank sentral tidak akan ragu bertindak jika pencapaian target inflasi kian sulit. “Minggu ini telah menjadi awal dari ketegangan pasar atas potensi normalisasi kebijakan The Fed, yang mungkin akan berakhir dengan mendatangkan pukulan lebih keras pada pasar aset dibandingkan antisipasi sebelumnya,” kata Steven Englander, kepala strategi forex G10 pada CitiFX di New York.

Mata uang Poundsterling terapresiasi terhadap mata uang USD pada hari Kamis. Koreksi terjadi karena meredanya kekhawatiran tentang referendum kemerdekaan Skotlandia, yang memungkinkan para pelaku pasar untuk kembali fokus pada penguatan ekonomi negeri Inggris. Hasil polling Survation mengisyaratkan jika lonjakan dukungan untuk nasionalis Skotlandia mulai tersendat. Sementara analis Credit Agricole Corporate & Investment Bank justru menaikkan proyeksi sterling, sambil menyarankan para pelaku pasar untuk mengabaikan masalah referendum dan lebih memperhatikan prospek pertumbuhan Inggris. “Terlepas dari masalah Skotlandia, pemulihan terus terjadi dan pasar akan mempertimbangkan itu. Hasil jajak pendapat terbaru juga telah membantu Sterling kembali menguat,” demikian kata kepala penjualan hedge-fund, Neil Jones, pada Mizuho Bank Ltd. di London. Gubernur BoE, Mark Carney, beberapa hari yang lalu telah mengatakan bahwa para pembuat kebijakan kemungkinan akan mulai menaikkan tingkat suku bunga acuan dari rekor terendah pada musim semi mendatang. Hal itu tidak lepas dari akselerasi pertumbuhan upah dan kembalinya momentum pemulihan.

Saat ini para pelaku pasar memperhatikan apakah Federal Reserve ternyata mengakhiri program QE dan menaikkan suku bunga sesegera mungkin. Para pelaku pasar telah mengalihkan perhatian terhadap hasil laporan nonfarm payrolls minggu lalu dan mulai mengalihkan perhatian mereka ke hasil pertemuan kebijakan The Fed minggu depan. The Fed perkirakan dalam waktu cepat akan menaikan menaikkan suku bunga, telah mendorong dolar terhadap euro dan yen, karena ECB dan BoJ melihat kemungkinan untuk tetap berpegang pada kebijakan moneter yang lebih longgar. The Fed diperkirakan akan memangkas program pembelian aset lain senilai $ 10 milyar US pada Rabu berikutnya, yang akan tetap di jalur untuk penutupan program pada bulan Oktober, dan mulai menaikkan suku bunga di sekitar pertengahan-2015.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Sterling Berpotensi Hentikan Penurunan 7 Pekan Beruntun

Poundsterling flat pada perdagangan sesi Asia hari ini, namun berpeluang menghentikan penurunan dalam tujuh pekan beruntun dan mencatat pengguatan pekan ini. Kemerosotan tajam sterling dalam beberapa pekan terakhir hingga menyentuh

Berita 0 Comments

Dollar Menguat Terhadap Yen Menjelang Laporan NFP

Dollar di perdagangkan dekat level tertinggi dalam 10 pekan terhadap yen sebelum AS merilis laporan yang di perkirakan akan menunjukkan pertumbuhan kerja tercepat dalam empat bulan. Mata uang AS menuju

Gerak Emas Akan Terkorelasi Kuat Dengan Gerak Indeks USD Hari Ini

Harga emas diperdagangkan masih bergerak menurun setelah kenaikan yang terjadi di sesi penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Hal ini terjadi setelah adanya hasil pertemuan FOMC dan ketika angka klaim pengangguran di

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image