Pasar Nantikan Theresa May, Pasar Antisipasi Pelantikan Trump

13094327_10426357889143784_6322072349340368561_nGerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah diperdagangkan melemah turun pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa. Hal tersebut terjadi seiring meningkatnya permintaan untuk mata uang safe haven menjelang pelantikan Presiden Amerika terpilih Donald Trump.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY terkoreksi melemah pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa, sekitar 0,09% di kisaran level $114.10. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah sempat menyentuh level terendah di kisaran level $113.82.

Keraguan mulai membayangi sentimen para pelaku pasar di tengah ketidak jelasan mengenai kebijakan ekonomi Donald Trump, sebelum pelantikannya sebagai Presiden AS pada 20 Januari mendatang. Para pelaku pasar kembali mempertimbangkan janji kampanye Donald Trump mengenai stimulus fiskal, deregulasi dan pemotongan pajak.

Sentimen risiko di perdagangan mata uang juga terbebani oleh adanya kekhawatiran para pelaku pasar seputar proses Brexit. Hal tersebut terbersit, menjelang pidato Perdana Menteri Inggris,Theresa May, pada hari Selasa ini.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Shanghai Composite telah terkoreksi melemah, dengan berkurang 0,30 %, atau sebesar 9,33 poin, dengan tercatat di level harga 3.103.43. Gerak nilai harga indeks saham Shenzhen Composite dilaporkan telah bergerak melemah, terperosok sekitar 3,62 %, atau sekitar 69,59 poin, dengan tercatat di kisaran level harga 1.851,41.

Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga indeks saham Hong Kong, yaitu indeks saham Hang Seng 33 juga telah ditutup melemah. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Hang Seng 33 telah tercatat turun sekitar 1% di kisaran level harga 22.718.

Dilaporkan bahwa kegiatan di bursa saham China ditutup lebih rendah, Hal tersebut terjadi, karena kekhawatiran listing sejumlah perusahaan di awal tahun akan menyerap dana investor dalam jumlah besar.

Dilaporkan bahwa ada 45 IPO di tahun ini yang akan menyedot dana investor dalam jumlah besar. “Komentar media Xinhua tentang normalisasi IPO menimbulkan kekhawatiran suplai saham baru, dan hal itu menyebabkan the selloff,” demikian kata Guo Feng, dari Northeast Securities Co.

“Investor merasa tidak punya likuiditas sebesar itu untuk membeli saham-saham IPO sebanyak itu,” demikian menurut Wang Chen, analis dari Xufunds Investment. Kemerosotan gerak nilai harga di bursa saham Asia juga merespons koreksi indeks saham Dow Jones dan S&P akhir pekan lalu.

Hal tersebut terjadi, karena pasar saham Amerika menunggu pelantikan Donald Trump, pada hari Jumat mendatang. Pernyataan Donald Trump diantisipasi oleh para pelaku pasar apakah sesuai dengan janji-janji kampanyenya yaitu memperbesar belanja fiskal untuk memacu pertumbuhan ekonomi Amerika.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah melemah ke level $52.27 di sesi perdagangan pasar Amerika. Hal tersebut terjadi, karena gerak nilai harga komoditas minyak mentah ditekan oleh keraguan para pelaku pasar bahwa para produsen raksasa akan mengurangi produksi sesuai janjinya dan ekspektasi bahwa produksi Amerika akan naik kembali pada tahun ini.

Pihak OPEC (The Organization of The Petroleum Exporting Countries) sebelumnya telah sepakat untuk mengurangi produksi sebanyak 1.2 juta barel/ hari menjadi 32.5 juta mulai 1 Januari. Hal tersebut dilakukan, dalam upaya mengurangi kelebihan pasokan global yang telah menekan harga dalam dua tahun terakhir.

Pihak Rusia dan eksportir utama lainnya diluar OPEC, juga mengatakan bahwa mereka akan mengurangi produksinya. Meski demikian, namun dengan produksi minyak global yang masih tinggi dan cadangan yang berada di dekat level rekor tertinggi di banyak wilayah, investor tampaknya meragukan bahwa OPEC dan para rekannya dapat memangkas produksi yang cukup untuk mendorong harga naik.

Kepala analis komoditas di SEB Market di Oslo mengatakan bahwa, pengurangan produksi oleh OPEC dan non OPEC sudah dimulai namun itu tampaknya perlu waktu untuk meredam penurunan harga. Dia juga menabahkan bahwa saya perkirakan harga tidak akan naik terlalu banyak di kuartal pertama 2017.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Nantikan Data Inflasi Pekan Ini, Euro Tertahan di Level Terendah 11 Bulan

Euro menguat terhadap dollar pada perdagangan sesi Asia hari ini, namun masih berada dekat level terendah dalam 11 bulan terakhir. Data inflasi menjadi data yang paling di nanti trader pada

Fundamental 0 Comments

Pasar Tunggu NFP, Laporan Jepang Defisit

Mata uang USD diperdagangkan pada level terendah sejak bulan Ferbuari terhadap mata uang utama akibat spekulasi Federal Resereve akan tetap mempertahankan program stimulus moneter hingga awal tahun depan. Rilis data

Komentar Yellen Menambah Tekanan Terhadap Yen, Jepang Terus Berikan Perlawanan Terhadap Penguatan Yen

Nilai apresiasi mata uang Jepang, yen, bergerak negatif. Mata uang yen terpuruk di sesi perdagangan pasar Asia pada akhir pekan (Jumat, 15/ 11/ 2013) dikarenakan adanya pernyataan dari wakil pimpinan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image