Pasar Tunggu Dampak Pelantikan Trump, Setelah Target Ekonomi Sesuai Target The Fed

1385831_5400335302737348_477771820_nTelah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback telah tampil tangguh pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis. Hal tersebut terjadi, setelah Janet Yellen, Gubernur Federal Reserve, menjanjikan sejumlah kenaikan suku bunga di tahun ini, menghentikan pelemahan terburuknya dalam 5 bulan.

Gerak nilai apresiasi Greenback bergerak menguat sebanyak 1% setelah adanya pidato dari Janet Yellen, yang membuat fokus para pelaku pasar kembali ke laju pertumbuhan yang kuat dan kenaikan inflasi yang memicu penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD setelah kemenangan Donald Trump pada pemilu bulan November lalu. Koreksi semenjak akhir Desember berarti gerak nilai apresiasi Greenback masih menuju performa 4-mingguan terburuk sejak Agustus, menunjukakn kecemasan bahwa Donald Trump menginginkan pelemahan mata uang dan berpotensi memicu ketidakpastian politik global.

Meski demikian, namun ekspektasi petinggi The Fed untuk 3 kali kenaikan di tahun ini masih menjadi batu penopang rally gerak nilai apresiasi mata uang USD. Janet Yellen dijadwalkan untuk kembali berpidato pada hari Jumat pagi, sebelum inagurasi Donald Trump.

Dilaporkan juga bahwa, hasil data ekonomi Amerika yang dirilis pada hari Kamis juga menunjukkan pembangunan rumah di Amerika melonjak sekitar 11.3% di bulan Desember. Dilaporkan bahwa pembangunan rumah di Amerika menjadi 1.23 juta unit/ tahun.

Laporan angka klaim pengangguran juga terdapat penurunan. Dilaporkan bahwa angka klaim pengangguran telah turun sebanyak 15,000 menjadi 234,000 pada pekan lalu.

Antusiasme para pelaku pasar di perdagangan pasar bursa Asia terhadap pasar aset berisiko menunjukkan gairah terhadap para pelaku pasar Asia, dimana gerak nilai harga di bursa saham menanjak dan gerak nilai apresiasi mata uang Yen Jepang melemah terhadap Greenback. Hal tersebut terjadi setelah Gubernur The Fed, Janet Yellen menyatakan bahwa The Fed siap untuk menaikkan suku bunga acuan jika perekonomian Amerika Serikat menunjukkan penguatan seperti yang diperkirakan oleh bank sentral.

Gerak nilai harga indeks saham Topix, Jepang, dilaporkan telah bergerak menguat sekitar 1.2 %. Hal tersebut terjadi, setelah gerak nilai apresiasi mata uang Yen mengalami pelemahan terburuknya sejak bulan November.

Dilaporkan juga bahwa, gerak nilai harga di bursa saham Australia menguat tajam dan yield pasar obligasi Amerika tenor 10-tahun mengalami penguatan tertajamnya dalam sebulan terakhir. Gerak nilai apresiasi mata uang USD menguat tajam setelah Janet Yellen menyatakan bahwa status ekonomi Amerika semakin dekat dengan target objektif bank sentral dan Janet Yellen juga yakin bahwa perekonomian Amerika masih akan terus melanjutkan perbaikan.

Fokus dari para pelaku pasar kini telah bergeser. Para pelaku pasar sebelumnya fokus pada faktor politik setelah data ekonomi turut menunjukkan kenaikan inflasi harga konsumen Amerika yang menambah sinyalemen atas peningkatan inflasi di kawasan zona Euro dan Inggris.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak West Texas Intermediate (WTI) telah terkoreksi gerak penguatannya di sesi perdagangan pasar Amerika. Gerak nilai harga komoditas minyak WTI dilaporkan telah bergerak di kisaran level harga $52.30 US/ barel setelah data menunjukkan jumlah pasokan minyak Amerika meningkat.

Pihak berwenang dari Energy Information Administration (EIA) telah mengatakan dalam laporan mingguan bahwa cadangan minyak mentah Amerika telah melonjak 2.347 juta barel di pekan yang berakhir 13 Januari. Para pelaku pasar sebelumnya memperkirakan cadangan akan turun 0.342 juta barel, sementara itu di akhir sesi hari Rabu, pihak berwenang dari American Petroleum Institute (API) melaporkan pasokan turun 5.04 juta barel.

Jumlah pasokan minyak mentah dari Cushing, Oklahoma, yang merupakan titik kunci pengantara minyak Nymex, dilaporkan telah turun 1.274 juta barel pada pekan lalu, demikian menurut pihak dari EIA. Total cadangan minyak mentah Amerika saat ini sebanyak 485.5 juta barel pada pekan lalu.

Laporan dari pihak EIA juga menunjukkan bahwa cadangan bensin naik sekitar 5.951 juta barel, dibandingkan dengan ekspektasi untuk kenaikan 2.023 juta barel. Dilaporkan juga bahwa cadangan minyak suling turun 0.968 juta barel, lebih rendah untuk perkiraan kenaikan 0.162 juta barel.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Yellen Sinyalkan Kebijakan The Fed Desember, Minyak dan Nikkei Koreksi

Mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, bergerak di dekat level terendah 7 1/2 bulan terhadap Greenback. Hal tersebut terjadi, seiring para pelaku pasar tengah bersiap untuk merespons hasil

Forex News 0 Comments

EURUSD Melorot Terkait Situasi Yunani

Nilai tukar EURUSD merosot tajam akibat lonjakan yield obligasi Yunani ke level tertinggi nya sejak obligasi tersebut diterbitkan tahun lalu, akibat sebuah laporan bahwa Yunani sedang mengajukan penundaan pembayaran hutang

CFD News 0 Comments

Nilai Saham Twitter Diprediksikan Turun

Twitter Inc., yang nilai sahamnya melonjak pada saat penawaran pertama ke publik (IPO), sahamnya akan turun dalam enam bulan mendatang, menurut hasil jajak pendapat Bloomberg terhadap investor. Nilai saham dari