Pasar Tunggu Data Amerika, Diperkirakan USD Masih Mendominasi

Pasar Tunggu Data Amerika, Diperkirakan USD Masih Mendominasi

10570438_754492561275444_52461181166959978981_nMata uang Amerika sepertinya masih akan tetap mendominasi asar mata uang hari ini, sembari juga berimbas kuat pada pasar yang lain. Pada perdagangan pasar mata uang di hari Kamis (11/ 09/ 2014) ini, mata uang USD telah mengalami beragam pergerakan pada sesi pasar Asia. Para pelaku pasar saat ini akan berfokus menunggu hasil laporan klaim pengangguran nanti. Penguatan apresiasi mata uang USD tampak kuat ke level harga puncak 6-tahun terhadap mata uang yen pada hari Rabu kemarin, dengan yield Treasury Amerika beranjak lebih tinggi, dipicu ekspektasi bahwa perbaikan ekonomi Amerika akan mendorong Federal Reserve untuk mulai menaikkan suku bunga tahun depan. Mata uang USD terus menguat catatkan level tertinggi baru sejak Juni. Indeks USD diperdagangkan naik sebesar 6 pips atau 0.07% berakhir pada kisaran level 84.23. Antisipasi terhadap prospek kenaikan suku bunga Amerika mengalami peningkatan pekan ini setelah hasil studi para peneliti Federal Reserve menunjukkan jika pasar terlalu konservatif dibandingkan bank sentral dalam hal waktu kenaikan suku bunga. “Ada begitu banyak faktor yang mendukung USD pada saat ini, terutama kinerja ekonomi Amerika yang lebih baik. Yang kemungkinan akan mendorong Fed berpandangan lebih hawkish,” kata Sireen Harajli, analis forex Mizuho Corporate Bank di New York.

Dilaporkan bahwa sementara selama sesi pasar berlangsung, apresiasi mata uang EUR/ USD diperdagangkan melemah 0.06% di kisaran level harga 1.2911. Apresiasi mata uang GBP/ USD diperdagangkan menguat 0.06% di kisaran level harga 1.6223. Apresiasi mata uang USD/ JPY diperdagangkan menguat 0.02% di kisaran level harga 106.66, dan apresiasi mata uang USD/ CHF diperdagangkan melemah 0.04% di kisaran level harga 0.9363. Mata uang Inggris, Poundsterling, bergerak rebound pada tengah pekan seiring peluang keluarnya Skotlandia dari Kerajaan Inggris memudar namun dapat kembali merasakan volatilitas menjelang hasil voting resmi. Berdasarkan dari polling oleh YouGov untuk Sunday Times pada akhir pekan lalu, disampaikan bahwa pilihan untuk setuju atas kemerdekaan telah mendapatkan dukungan sebesar 51%, lebih banyak disbanding yang tidak setuju atas hal tersbut. Kondisi ini telah mendorong sterling untuk bergerak melemah, turun menuju level rendah 10 bulan di kisaran level harga $1.6050 US pada sesi pasar hari Selasa. Meski demikian, mata uang Inggris ini pulih kembali di kisaran di atas level $1.6220 US pada sesi pasar hari Kamis. “Kami terus yakin bahwa saat voting terakhir digelar pada tanggal 18 September, mayoritas rakyat Skotlandia akan memilih untuk tetap menjadi bagian dari UK. Laju rebound pada GBPUSD hari ini menunjukkan banyak pelaku pasar yang berpikiran seperti kami,” demikian kata yang diucapkan oleh Kathy Lien, direktur manajer pada BK Asset Management. Tanggal 18 September nanti, rakyat Skotlandia akan memilih apakah mereka akan merdeka dan pisah dari Inggris. Dengan hasil untuk memisahkan diri akan berujung pada negosiasi apakah Skotlandia dapat tetap menggunakan Poundsterling sebagai mata uangnya, mengancam serikat moneter. Meski hasil polling memicu reaksi kuat pada mata uang, valitditas polling tersebut masih dipertanyakan. Polling oleh Suvation untuk Daily Record yang dirilis hari Rabu lalu menunjukkan pilihan “Tidak” mendapat dukungan sebanyak 53%, dengan 10% orang masih abstain, memberikan kubu yang pro-UK memimpin 6% dan kontradiktif dengan hasil polling dari YouGov. “Hasil polling tidak dapat dipercaya sepenuhnya, terutama masalah seperti kemerdekaan dengan peserta polling banyak yang mengatakan satu hal namun melakukan hal sebaliknya di bilik suara,” menurut pernyataan BK Asset Management. Apresiasi mata uang USD juga berimbas kuat apresiasinya atas Swiss Franc. Mata uang CHF terkoreksi lemah apresiasinya ke posisi terendah setahun terhadap mata uang USD pada hari Rabu lalu. Hal ini akibat setelah Wall Street Journal memberitakan jika suku bunga negatif tetap menjadi opsi kebijakan Swiss National Bank (SNB). Berdasarkan surat kabar itu, Thomas Moser, anggota alternatif Dewan Gubernur SNB, mengatakan dalam konferensi pers bahwa suku bunga negatif akan digunakan apabila diperlukan. Itu sejalan dengan komentar Presiden SNB Thomas Jorda pada 19 Juni lalu, yang menilai suku bunga negatif merupakan opsi yang memungkinkan. “Pasar nampaknya bereaksi terhadap pemberitaan tentang kemungkinan SNB akan memberlakukan suku bunga negatif guna mempertahankan batas nilai tukar. Itulah yang menyebabkan apresiasi mata uang USD/ CHF melonjak, sementara apresiasi mata uang EUR/ USD turun, ” demikian menurut kata Brad Bechtel, direktur manajer Faros Trading LLC di Stamford, Connecticut.

Laporan bulanan dari ECB pada sesi perdagangan pasar eropa serta rilis data mengenai klaim pengangguran Amerika akan menjadi fokus para pelaku pasar secara global. Klaim pengangguran Amerika diperkirakan pasar akan mengalami peningkatan menjadi 306K. Departemen Tenaga Kerja sebelumnya melaporkan bahwa jumlah orang yang mengajukan klaim pengangguran meningkat sebesar 4.000 menjadi 302.000 pada pekan lalu. Para pelaku pasar telah memperkirakan klaim pengangguran naik sebesar 2.000 menjadi 300.000 pada minggu lalu. Data muncul setelah ADP proses penggajian perusahaan mengatakan kerja swasta non-pertanian naik 204.000 bulan lalu, di bawah ekspektasi untuk peningkatan 220.000. Perekonomian menciptakan 212.000 pekerjaan pada bulan Juli.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

USD Diperkirakan Masih Dominan Menekan Pasar

Pada sesi pasar perdagangan mata uang hari ini, (Senin, 15/ 09/ 2014), apresiasi mata uang USD telah diperdagangakan menguat pada sebagian besar major currencies. Hal ini karena menjelang laporan rilis

Komoditas 0 Comments

New Zealand Dapat Izin Rusia, Euro Mencari Momentum

Dilaporkan bahwa mata uang New Zealand, lazim disebut dengan Kiwi, bergerak menguat terhadap mata uang USD dan Aussie nilai apresiasinya. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang NZD/ USD naik 0,36%

Imbas Kebijakan ECB Koreksi Euro, Minyak dan Indeks Saham Respon Positif

Gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, dilaporkan masih berkutat di kisaran level lemah. Gerak nilai apresiasi mata uang Euro terkoreksi bergerak melemah ke level terendah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image