Pasar Tunggu Data, USD Sempat Koreksi Kemarin

Pasar Tunggu Data, USD Sempat Koreksi Kemarin

563721_306363546131790_972176092_nApresiasi mata uang USD terkoreksi pada hari Senin kemarin. Hal ini terjadi karena major currencies pulih, terkecuali aussie. Indeks USD telah bergerak rally selama 10 minggu terakhir, rally terpanjang sejak USD mengambang bebas di tahun 1973. Para pelaku pasar pada awalnya tidak merespon pidato Mario Draghi, Presiden ECB di parlemen Eropa, yang menyusul sambutan kurang hangat pada skema terkini ECB untuk mendoroong aliran uang ke dalam sistem keuangan. Jika ternyata hasil survey PMI eropa pada hari Selasa ini menunjukkan pelemahan pada perekonomian zona euro, hal tersebut akan memicu speulasi bahwa Draghi akan terpaksa meluncurkan sejumlah program outright money-printing. Menurut Derek Halpenny, European Head of Global Market Research pada Bank of Tokyo Mitsubishi-UFJ di London bahwa, mata uang USD saat ini sedang kokoh meskipun telah terjadi penguatan pada minggu lalu mungkin rally USD akan sedikit tertahan. Para pelaku pasar juga melihat adanya kelanjutan pada penguatan mata uang USD terhadap major currencies ketika petinggi Federal Reserve akan segera mengakhiri kebijakan moneternya yang longgar.

Mata uang Australia naik apresiasinya dari level terendah tujuh bulan seiring laporan industri menunjukkan bahwa manufaktur negara China tumbuh. Mata uang Aussie menguat terhadap semua cross major currencies setelah indeks awal PMI China dari HSBC Holdings Plc dan Markit Economics hasilnya lampaui estimasi analis untuk bulan ini, menunjukkan bahwa stimulus yang di targetkan untuk membantu ekonomi di mitra dagang terbesar Australia tersebut dapat menahan kemerosotan di sektor properti. “Kita melihat rebound yang spontan dari aussie. Penguatan itu seharusnya tidak mengejutkan, mengingat bahwa sudah banyak antisipasi pasar dalam perkiraan untuk hasil PMI manufaktur yang akan lebih lemah,” demikian kata Desmond Chua, seorang analis di CMC Markets di Singapura. Telah dilaporkan hari ini bahwa PMI Manufaktur China dirilis naik pada level 50.5. Lebih tinggi dari perkiraan dan data sebelumnya pada 50.0 (F) dan 50.20 (P). Apresiasi aussie menguat sebesar 0.2% menjadi $0.8885 pada pukul 09.57 wib dari $0.8873 kemarin, ketika aussie menyentuh level $0.8853, itu adalah level terlemah sejak 4 Februari.

Apresiasi mata uang yen juga telah menguat, dikarenakan adanya imbas atas tindakan Amerika melakukan serangan udara di Suriah. Meski demikian, bila diamati dengan seksama, pasar Asia secara umum tertekan di tengah suasana perdagangan yang sepi lantaran bursa Tokyo - Jepang hari ini (Selasa, 23/ 09/ 2014) tutup berkenaan libur Autumnal Equinox Day. Aksi jual nampak mewarnai sejumlah lantai bursa utama di Asia akibat sentimen pasar terbebani oleh buruknya performa Wall Street semalam yang berakhir di teritori negatif menyusul data existing home sales Amerika yang di luar perkiraan merosot di bulan Agustus. Namun demikian, pasar Hong Kong nampak berupaya untuk berpijak di jalur positif setelah di rilisnya data manufaktur China hari ini yang mengalami kenaikkan dari bulan sebelumnya. Para pelaku pasar sebelumnya memperkirakan bahwa data aktivitas manufaktur PMI yang dikalkulasi oleh institusi HSBC mengalami kenaikkan menjadi 50.5 di bulan September dari bulan sebelumnya di level 50.2. Angka itu juga jauh di atas ekspektasi para pelaku pasar yang memperkirakan bakal turun menjadi 50.0. Sentimen para pelaku pasar di pasar Hong Kong dan China nampak kecewa setelah Menteri Keuangan China Lou Jiwei mengatakan pada hari Minggu lalu bahwa pihaknya tidak akan melakukan perubahan kebijakan besar dalam merespon setiap indikator ekonomi, seiring tekanan terhadap pertumbuhan berangsur sudah mulai berkurang. Pernyataan tersebut langsung memupuskan harapan para pelaku pasar yang memperkirakan bahwa pemerintah akan mengeluarkan langkah stimulus tambahan menyusul buruknya serangkaian data-data ekonomi China belakangan ini. Hingga sesi siang, tercatat indeks utama Hang Seng (.HSI) menguat tipis +0.02%, indeks Shanghai komposit rally +0.66%, indeks Kospi - Korsel (KS11) tergerus hingga (-0.58%) dan indeks Nikkei berjangka (Nikkei futures) tercatat melemah (-0.19%). Pada sesi perdagangan hari ini, para pelaku pasar akan terfokus pada serentetan data PMI Manufaktur Negara-negara angota Uni Eropa dan data PMI Manufaktur Amerika.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Yen Anjlok terhadap Dolar; Deflasi Masih Bertahan

Yen Jepang menyentuh level terendah dalam 2.5 tahun belakangan sebelum gubernur BoJ Masaaki Shirakawa berbicara hari ini. Sebelumnya hari Selasa kemarin bank sentral Jepang sudah mengumumkan rencana untuk pembelian aset

Berita 0 Comments

Loonie Menguat Atas Greenback, OPEC Bantah Iran Tunda Kerja Sama

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Kanada, Canadian Dollar, atau yang lazim disebut dengan istilah Loonie, berhasil menangkal dominasi dari gaerak nilai apresiasi Greenback. Hal tersebut terjadi, karena

Forex News 0 Comments

Bearish Atau Bullish? Euro Masih Bertahan Dekat 1.3300

Setelah diperdagangkan dekat level 1.330 selama sepanjang sesi kemarin, termasuk penurunan ke 1.3250, Euro akhirnya mengikis kejatuhan untuk menutup sesi kemarin dekat 1.3290, 0.15% dibawah harga pembukaan. Euro melemah kemarin

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image