Pasar Tunggu Hasil G20

Pasar Tunggu Hasil G20

Mata uang yen mengurangi penguatan setelah kebijakan BoJ menegaskan lebih besarnya manfaat yang diberikan oleh program Quantitative Easing yang sedang dijalankan BoJ dari pada resiko yang mungkin timbul. Anggota dewan moneter BoJ, Ryuzo Miyao, mengutarakan bahwa program pembelian obligasi perlu untuk mengakhiri deflasi dan tegaskan akan tetap mendukung program tersebut selama manfaatnya lebih besar dari pada resiko. Apresiasi USD/ JPY kini diperdagangkan 98.21; menjauhi level rendah harian 97.66. Mata uang yen sempat menguat apresiasinya di awal sesi pasar asia, setelah data menunjukan berlanjutnya aksi jual obligasi asing oleh investor Jepang untuk 5 minggu berurutan. Berlanjutnya aksi jual tersebut dapat isyaratkan investor Jepang tidak terlalu berminat terhadap obligasi asing meskipun BoJ telah mensutikan stimulus yang sangat agresif. Berkurangnya minat para investor Jepang juga dapat mengurangi pelemahan yen karena pasar sebelumnya mengharapkan investor Jepang akan merelokasi investasinya ke aset luar negeri pasca pelonggaran moneter BoJ yang sangat agresif. Data kementrian keuangan menunjukan investor Jepang mengurangi kepemilikan obligasi asing sebanyak 331,9 miliar yen untuk minggu yang berakhir pada 12 April setelah sepekan sebelumnya menjual obligasi asing sebesar 1,14 triliun yen.

Mata uang negara Jepang ini tertekan apresiasinya terhadap USD, dikarenakan meningkatnya harapan bahwa negara-negara maju dan berkembang tidak akan menyuarakan keprihatinan atas pelonggaran moneter agresif yang telah memicu penurunan tajam mata uang yen. Para pembuat kebijakan dari negara-negara G20 akan memulai pertemuan di Washington pada hari Kamis. Spekulasi tentang pembahasan pelemahan valuta yen dalam pertemuan tersebut sempat merebak pada awal pekan ini setelah Washington mengatakan akan memonitor kebijakan Jepang. Matthew Lifson, analis pada Cambridge Mercantile Group di Princeton, New Jersey mengatakan bahwa USD/ JPY terlihat beranjak sedikit lebih tinggi seiring meningkatnya ekspektasi para trader bahwa pertemuan G20 akhir pekan ini tidak akan menyulitkan delegasi Jepang. “Sebagian besar analis masih percaya jika berlanjutnya abenomics akan membantu USD/ JPY menguji level 105.00 pada pertengahan musim panas mendatang.”, menurut analisanya. Dari zona eropa pasar memperhatikan kebijakan moneter di Eropa setelah Jens Weidmann, anggota Bank Sentral Eropa, mengatakan bank sentral akan memangkas suku bunga lanjutan jika kondisi di zona euro memburuk . ECB memutuskan untuk menahan suku bunga bulan ini, namun Presiden Mario Draghi mengatakan bank akan memantau sangat ketat semua data dan “siap untuk bertindak” untuk membantu zona euro keluar dari resesi.Inflasi zona euro mereda pada bulan Maret, sementara sentimen investor di Jerman, ekonomi terbesar zona euro, memburuk pada bulan April. Reaksi pasar tajam menyoroti faktor risiko terbesar euro tetap bahwa penurunan suku bunga.Euro mengalami penurunan harian terbesar terhadap dolar dalam hampir setahun, melemah oleh pembicaraan tentang penurunan suku bunga zona euro, sementara tanda-tanda kelesuan ekonomi di Inggris dan Kanada ditambahkan berbanding dengan dolar.Euro turun 1,1% menjadi $ 1,3026 setelah mencapai tertinggi semalam tujuh minggu sejak Juni. turun 0,6% menjadi 127,73 yen, bergerak menjauhi level tertinggi tiga tahun di atas 131.Dukungan untuk euro terletak sekitar $ 1,3020, dapat memicu penurunan ke $ 1,30 dan $ 1,29.Begitu pula data yang menunjukkan pertumbuhan upah rendah dan pengangguran yang lebih tinggi di Inggris, yang menambah kekhawatiran tentang pertumbuhan Inggris dan mendorong sterling turun 0,8 persen menjadi $ 1,5238. Mata uang EUR melemah terhadap sterling dan yen. EUR/ GBP diperdagangkan lebih rendah sebesar 0.31% menjadi 0.8551. Sementar itu, EUR /JPY diperdagangkan turun 0.52% menjadi 127.86. Selama sesi perdagangan Rabu, euro diperdagangkan turun sebesar 1.10% menjadi 1.3032, mencapai titik terendah hariannya pada 1.3002 dan titik tertingginya pada 1.3202.

Dalam Wall Street Journal, salah satu anggota dewan Bank Sentral Eropa menyatakan bahwa otoritas moneter dapat melakukan penurunan suku bunga, apabila data ekonomi mulai terlihat adanya pertumbuhan, yang dapat mendukung pelonggaran kebijakan yang akan dilakukan, meskipun dapat dikatakan bahwa kebijakan moneter saat ini sudah cukup baik. Tingkat yang lebih rendah di Eropa dan pertumbuhan hangat di negara maju lainnya meningkatkan daya tarik dolar, apalagi sekarang pasar berpikir Federal Reserve akan memperketat kebijakan moneter ultra-longgar dengan memperlambat pembelian aset akhir tahun ini.Pertumbuhan ekonomi global mulai terlihat di AS dan Jepang, setelah Federal Reserve dan Bank of Japan terus melakukan program stimulus. Akan tetapi sebaliknya di zona euro, pertumbuhan ekonomi terlihat adanya penurunan, dalam pernyataan IMF. Dimana, IMF (International Monetery Fund) menyatakan bahwa target pertumbuhan ekonomi pada tahun 2013 dan 2014 di zona euro masih mengalami penurunan sebesar 3.3% dan 4.0%, dari masing - masing bulan Januari sebesar 3.5% dan 4.1%, yang turut mendorong pelemahan pada sesei perdagangan kemarin.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Mata Uang Yen Terdampak Gerak Nilai Harga Komoditas Minyak, Pasar Tengah Tunggu Rilis Data Amerika

Gerak nilai apresiasi mata uang USD dilaporkan masih diperdagangkan di kisaran dekat level tinggi dalam kurun waktu sepekan terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis. Hal tersebut

Forex News 0 Comments

USDJPY Lanjutkan Reli Sentuh Titik Tinggi 7-Tahun

Reli Dollar dan resiko penambahan stimulus Jepang menambah keyakinan para pelaku pasar bahwa mata uang Yen dapat melanjutkan pelemahan, sehingga memicu lonjakan USDJPY ke level tertinggi nya dalam 7 tahun

Berita 0 Comments

Yuan Masih Dipertahankan Beijing, Emas Antam Juga Turut Tergelincir

Gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, dilaporkan telah kembali anjlok terhadap Greenback pada sesi perdagangan pasar hari Senin kaemarin. Hal tersebut terjadi, seiring bursa saham

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image