Pasar Tunggu NFP, Laporan Jepang Defisit

217833_443866282324111_2031212308_nMata uang USD diperdagangkan pada level terendah sejak bulan Ferbuari terhadap mata uang utama akibat spekulasi Federal Resereve akan tetap mempertahankan program stimulus moneter hingga awal tahun depan. Rilis data non-farm payrolls yang sebelumnya ditunda akibat penutupan sebagian layanan pemerintahan Amerika selama 16 hari akan dirilis besok. Data non-farm payrolls biasanya dijadikan indikator oleh pelaku pasar untuk melihat kapan Federal Resereve akan mulai mengurangi stimulus moneter. Selain itu, data tingkat pengganguran juga akan dirilis besok. Sebelumnya mata uang USD mengalami penurunan lima hari terbesar sejak enam pekan yang lalu terhadap mata uang aussie, dan melemah terhadap seluruh mata uang utama.

Apresiasi mata uang AUD/ USD saat ini diperdagangkan pada kisaran melemah pada kisaran 0.9646, sementara indeks USD saat ini berada pada kisaran 79.708, merupakan level terendah sejak bulan Februari. The Fed pada rapat sebelumnya secara mengejutkan menyatakan tidak mengurangi stimulus moneter, dan ingin melihat bukti pemulihan ekonomi Amerika lebih lanjut. Hasil survei Bloomberg terhadap 40 ekonom menunjukkan The Fed akan mulai mengurangi program pembelian obligasi senilai 85 miliar USD per bulan pada bulan Maret 2014. Mata uang USD bergerak anjlok ke level terendah 8½-bulan apresiasinya terhadap mata uang euro pada hari Jumat seiring meningkatnya ekspektasi bahwa The Fed akan menunda tapering stimulus moneter, setelah kebuntuan negosiasi anggaran Amerika pada awal bulan ini sempat memicu penutupan sebagian layanan pemerintah. Kekhawatiran tentang dampak negatif federal shutdown terhadap ekonomi Amerika dan ekspektasi penundaan tapering oleh The Fed telah menempatkan mata uang USD di bawah tekanan, dan membuka jalan bagi mata uang euro untuk mendekati level 1.40 USD. “Sektor riil telah merasakan dampak negatif dari federal shutdown pemerintah dan ketidakpastian tentang plafon hutang, yang akan memaksa The Fed untuk menunda normalisasi kebijakan. Itu jelas berpengaruh buruk bagi USD,” kata Omer Esiner, kepala analis pasar pada Commonwealth Foreign Exchange di Washington D.C. Tekanan juga terjadi pada kondisi ekonomi di negara Jepang. Data negara Jepang dilaporkan telah mencatatkan rekor defisit neraca perdagangan dalam 15 bulan berturut-turut hingga di bulan September, dan pertumbuhan eksport yang melambat diduga sebagai penyebab negara kekurangan dana untuk memperbaiki selisih minus tersebut. Menurut Kementrian Keuangan Jepang di hari Senin (21/ 10/ 2013), tingkat eksport di bulan September melambat 11.5% dari tahun sebelumnya dan menurun dari angka 14.7% di bulan Agustus.

Sedangkan nilai import Jepang mengalami kenaikkan sebesar 16.5%, meningkat dari angka 16% pada bulan sebelumnya. Kenaikkan import terutama akibat tingginya harga energi yang terus menerus mengikis nilai angka total perdagangan Jepang. Kombinasi angka import dan eksport tersebut menghasilkan defisit neraca perdagangan bulan September sebesar 932.2 miliar yen sekitar 9.5 billion USD, menyusut tipis dari angka di bulan Agustus sebesar 960.3 miliar yen. Namun angka itu membengkak dari estimasi pasar dan analis yang memperkirakan defisit sebesar 920 miliar yen, dalam poling Reuters. Dampak dari rilis data ini membuat nilai kurs mata uang yen melemah ke level 98.10 terhadap mata uang USD dan memicu ekspotir Nikkei turut menguat di perdagangan bursa Tokyo. Indeks Nikkei N225 rally 0.67% atau melonjak 97.27 poin pada kisaran 14658.81. Sedangkan indeks Nikkei-fut juga tercatat menguat 0.62% atau 90 poin pada kisaran 14680.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Sterling Tergilas Greenback dan Yen, Minyak Tampak Menggeliat

Gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan telah bergerak melemah turun terhadap Greenback di awal sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa, meneruskan tren gerak pelemahannya.

Berita 0 Comments

USD Respons Negatif Apresiasi Major Jelang Persiapan Rilis Data Amerika

Mata uang USD diperdagangkan melemah terhadap mata uang yen setelah diterpa aksi profit taking setelah menyentuh level tertinggi dalam enam bulan terakhir, mejelang dirilisnya data-data ekonomi penting Amerika. USD menyentuh

Suku Bunga Amerika Dinaikkan The Fed, BoJ Tampak Akan Bertahan

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD bergerak positif, menguat terhadap mata uang Eurogroup, yaitu mata uang Euro. Gerak penguatan nilai apresiasi Greenback juga turut berdampak pada nilai

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image