Pasar Waspada Menjelang Referendum Inggris, Greenback Beri Tekanan Balik Karena Terdukung Yellen

0_british_10152999_567681066709603_1818365414619373902_nMata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan sempat bergerak melemah gerak nilai apresiasinya terhadap mata uang USD, pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah sempat bergerak di kisaran level 1.4660, turun sebesar 0.2%, setelah naik ke level tertinggi di 1.4781, dimana level tersebut adalah level terkuat sejak 4 Januari.

Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD sempat bergerak melemah dari level tertinggi dalam kurun waktu lima setengah bulan, setelah adanya sebuah jajak pendapat. Jajak pendapat tersebut menunjukkan bahwa, kampanye untuk Inggris untuk bertahan di Uni Eropa tengah kehilangan beberapa keunggulannya menjelang referendum pada hari Kamis.

Hasil jajak pendapat oleh Survation menunjukkan bahwa, 45% pemilih mendukung kampanye agar Inggris tetap bertahan di Uni Eropa, tampak selisih tipis jika dibanding dengan sebanyak 44% pemilih yang mendukung Brexit. Sedangkan sebanyak 11% pemilih dilaporkan tampak bilamana mereka masih abstain, belum memutuskan untuk mengambil pilihan berpihak ke arah mana.

Hasil laporan dari jajak pendapat oleh Survation tersebut terjadi perubahan. Dimana sebelumnya dilaporkan bahwa, bila sebanyak 45% pemilih mendukung untuk Inggris tetap bertahan di Uni Eropa, dan sebanyak 42% pemilih yang mendukung untuk supaya Inggris meninggalkan Uni Eropa pada survei sebelumnya. Jikalau para pemilih yang belum memutuskan dikeluarkan dari jajak pendapat hari Selasa, Survation mengatakan bahwa 51% memilih untuk bertahan dan 49% memutuskan untuk meninggalkan.

Selain hasil jajak pendapat, para pelaku pasar juga terlihat berhati-hati dalam mengambil langkah menjelang referendum hari Kamis. Hal tersebut terasumsikan, setelah miliarder George Soros pada hari Selasa telah mengatakan bahwa, Brexit akan memicu guncangan yang lebih besar dari sekedar devaluasi Poundsterling jika dibandingakan dampaknya dengan kejatuhan Black Wednesday.

Dilaporkan bahwa pada hari Selasa, Janet Yellen Ketua Federal Reserve, telah mengatakan bahwa apabila ternyata kemenangan berpihak pada kubu yang mendukung ‘Brexit’, maka bisa sangat mungkin bila hal tersebut akan mendatangkan risiko yang signifikan. Resiko berdampakluas, baik bagi perkembangan laju perekonomian di Amerika, maupun pada laju stabilitas perkembangan pasar keuangan global.

Pada pekan lalu dalam sebuah konferensi pers setelah keputusan suku bunga Amerika diumumkan, Janet Yellen telah mengatakan bahwa, jika voting ‘Brexit menjadi salah satu faktor yang mendorong The Fed untuk mempertahankan kebijakan suku bunga tidak berubah. Inggris dijadwalkan untuk menggelar referendum keanggotaan di Uni Eropa pada hari Kamis besok.

Dalam testimoni yang dipersiapkannya untuk Komite Perbankan Senat, Janet Yellen juga menambahkan bahwa, jika pendekatan secara hati-hati dalam menaikkan suku bunga merupakan langkah yang tepat. Janet Yellen juga tengah menyoroti kekhawatiran dari beberapa ekonom terkemuka, atas potensi berlanjutnya perlambatan laju pertumbuhan produktivitas, yang berisiko mengekang ekspansi ekonomi Amerika.

Gerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan bergerak menguat terhadap beberapa major currencies pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Selasa. Gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak menguat atas beberapa mata uang utama, seperti pada mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dan juga pada mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen.

Hal tersebut terjadi, setelah Janet Yellen, pimpinan Federal Reserve, telah mensinyalkan optimismenya pada prospek ekonomi Amerika untuk jangka pendek. Terkait suku bunga, Ketua The Fed Janet Yellen mengatakan bahwa, pihak berwenang The Fed masih tetap pada proyeksinya untuk menaikkan suku bunga secara bertahap.

Dalam kesaksiannya di hadapan komite perbankan senat Amerika, Janet Yellen mengatakan bahwa, laju perkembangan perekonomian Amerika telah membaik pada kuartal kedua. Juga dengan tingkat suku bunga rendah dan pertumbuhan pasar tenaga kerja akan berpotensi mendukung pengeluaran konsumen. Komentar dari Janet Yellen tersebut, dinilai lebih positif jika dibandingkan dengan ekspektasi di kalangan para pelaku pasar.

Terkait dengan pertumbuhan pasar tenaga kerja bulan Mei yang hanya menambahkan 38.000 pekerja, Janet Yellen menilai bahwa, apa pun yang menghambat perekonomian Amerika di kuartal kedua hanyalah bersifat sementara. The Fed menilai bahwasannya, ada pertumbuhan solid dalam pengeluaran konsumen belakangan ini.

Janet Yellen kembali mengatakan lebih lanjut, bahwa Federal Reserve akan berhati-hati dalam menaikkan suku bunga dan kebijakan kenaikan suku bunga akan dilakukan secara bertahap. Berdasarkan indeks Fed Fund futures, terdapat ekspektasi lebih optimis dari pasar kenaikan suku bunga dapat terjadi secepatnya pada bulan Desember tahun ini dengan peluang sekitar 61%.

Janet Yellen akan kembali memberikan kesaksiannya pada hari Rabu malam. Pada hari kedua ini, Laporan Kebijakan Moneter Semitahunan akan dilakukan di hadapan komite layanan keuangan senat Amerika.

Gerak nilai harga di bursa saham Asia dilaporkan telah bergerak variatif pada awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu (22/ 06/ 2016) ini. Para pelaku pasar pada saat ini lebih cenderung untuk berhati-hati menjelang rilis hasil referendum Inggris.

Meski untuk sementara, telah dilaporkan bahwa hasil survei menunjukkan bahwasannya jumlah responden yang ingin Inggris tetap bertahan di Uni Eropa lebih banyak, namun selisih persentase keunggulan tersebut tidak besar dari para responden yang memilih untuk Inggris agar segera hengkang dari Uni Eropa. Referendum Inggris akan dilaksanakan pada 23 Juni besok.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga di indeks saham Nikkei 225 tampak tertekan. Hal tersebut terjadi, karena akibat dari gerak nilai apresiasi mata uang Yen yang berbalik menguat memberikan tekanan bagi gerak nilai harga saham bursa Jepang.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga spot indeks Nikkei telah terkoreksi melemah sekitar 1%. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga spot indeks Nikkei sempat terkoreksi ke kisaran level harga 16002,60.

Juga dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Shanghai China telah bergerak menguat sekitar 0,35% sehingga menjadi 2888,61. Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng, Hong Kong, dilaporkan telah bergerak melemah sekitar 0,13% sehingga menjadi 20642,57, dan gerak nilai harga indeks Kospi (KS200), Korsel, bergerak menguat naik sebesar 0,49% sehingga menjadi 246,53.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah mampu menghapuskan kerugiannya pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Hal tersebut terjadi, menjelang penutupan perdagangan hari Selasa setelah American Petroleum Institute (API) melaporkan penurunan besar dalam suplai minyak mentah Amerika.

Pihak berwenang dari API menyatakan bahwa, suplai minyak mentah berkurang sebesar 5,2 juta barel pekan lalu. Angka tersebut adalah jauh lebih besar dari ekspektasi sebelumnya.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah ditutup di level $50.20 US/ barel pada sesi perdagangan pasar hari Selasa (21/ 06/ 2016). Angka tersebut lebih rendah $0.36 dari level penutupan sesi sebelumnya. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah berpotensi untuk bergerak melemah untuk jangka pendek dengan level harga support terdekat terdekat terlihat di kisaran level harga $ 49.20 US, sementara level harga resisten terdekat berada di kisaran level harga $ 50.85 US.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan sempat bergerak melemah sebelum data diumumkan sebagai dampak penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD. Penguatan gerak nilai harga komoditas minyak mentah terjadi juga karena dukungan serta dari adanya kondisi pertimbangan para pelaku pasar akan kelanjutan ketidakpastian keanggotaan Inggris dalam Uni Eropa (UE) dan dampaknya terhadap permintaan energi.

Para pelaku pasar akan menantikan konfirmasi pemerintah Amerika akan adanya penyusutan suplai minyak mentah sebelum peristiwa besar pasar finansial, referendum UE, yang dijadwalkan pada hari Kamis.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Aussie Anjlok Pada Awal Jumat

AussieĀ  anjlok pada awal sesi hari Jumat setelah dirilisnya penilaian yang pesimis teradap outlook ekonomi oleh Reserve Bank of Australia. Reserve Bank of Australia mengatakan bahwa outlook pertumbuhan ekonomi untuk

Fundamental 0 Comments

Minyak Kembali Melemah, FBI Mulai Investigasi

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak telah bergerak menguat tipis pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Hal tersebut terjadi, karena didorong rendahnya imbal hasil obligasi pemerintahan

Nikkei Terdongkrak, Rupiah Tertekan

Gerak nilai apresiasi mata uang Yen dilaporkan tampak telah bergerak dalam volatilitas yang kecil di awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Jumat ini. Hal tersebut terjadi, setelah rilis hasil

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image