Pasca FOMC Rilis, Koreksi Harga Warnai Pasar

Mata uang USD membuntuti kenaikan imbal hasil treasury dan terapresiasi untuk sesi ke-2 berturut-turut pada hari Kamis, setelah minutes pertemuan The Fed bulan Juli menjaga ekspektasi bahwa bank sentral Amerika akan mulai mengurangi stimulus pada bulan September. Laju pergerakan harga mata uang USD sempat tertahan ketika data klaim awal pengangguran di Amerika memperlihatkan kenaikan sebesar 13.000 menjadi 336.000 sepanjang pekan lalu. Namun angka tersebut masih bertahan di dekat level terendah 6-tahun. USD diperdagangkan sedikit lebih tinggi sebesar 0.08% menjadi 81.48. Harga ditutup flat terhadap USD selama sesi perdagangan Kamis (21/ 08/ 2013), dimana sentiment negatif masih turut membayangi pasar perdagangan, setelah Federal Reserve Amerika mengatakan bahwa kemungkinan akan menurunkan program obligasi hingga akhir tahun ini. “Tema tentang tapering Fed masih berlanjut. Rapat FOMC The Fed telah memperkuat ekspektasi pengurangan program QE pada bulan September, dan angka klaim pengangguran hari ini (Kamis) tidak banyak merubah pandangan itu. Meskipun naik, angka klaim yang dirilis tidak berbeda terlalu jauh dengan prediksi,” demikian menurut kata Greg Moore, analis mata uang pada TD Securities di Toronto.

Rapat FOMC yang di gelar Rabu lalu (22/ 08/ 2013) sepakat bahwa program stimulus moneter dengan pembelian obligasi 85 milyar USD/ bulan memang belum bisa dihentikan. Namun setuju untuk mulai dikurangi pada tahun 2013 ini terutama bila ekonomi terus membaik. Sontak USD langsung menguat setelah rapat tersebut. Euro sesi perdagangan Kamis, euro ditutup tetap 0.0% dan menetap pada 1.3356, mencapai titik terendah hariannya pada 1.3298 dan titik tertingginya pada 1.3374. Mata uang euro terus bergerak naik dari titik terendahnya pada 1.3296, setelah data negatif datang dari data resmi Amerika. Jumlah orang yang mengajukan klaim pengangguran mengalami peningkatan sebesar 13.000 menjadi 336.000 dari 323.000 pada pekan sebelumnya dan jauh diatas ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 330.000. Dalam laporan data sebelumnya di zona eropa, PMI manufaktur negara Prancis yang mengalami penurunan dan menetap pada 49.7, dibawah ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 50.3, turut mendorong euro bergerak lebih rendah dan mendekati titik support pada 1.3295. Memasuki sesi perdagangan hari ini, mata uang euro diperkirakan akan bergerak pada kisaran harga 1.3405 - 1.3295. Sentiment negatif masih turut membayangi pasar selama sesi perdagangan di pasar Asia. Hal ini diakibatkan oleh setelah The Fed menyatakan bahwa kemungkinan Federal Reserve Amerika akan menurunkan program pembelian asset 85 miliar menjadi 75 miliar USD dalam pertemuan FOMC pada tanggal 17 - 18 bulan September mendatang. Disamping itu, Ben Bernanke juga menambahkan The Fed akan menaikan suku bunga dalam waktu dekat, dengan melihat prospek pertumbuhan disektor Tenaga Kerja dan penurunan pengangguran di Amerika. Dalam laporan data lainnya, data positif datang dari data penjulan rumah yang ada, data tersebut menunjukkan adanya peningkatan sebesar 5.39 juta pada bulan Juli dari total revisi penurunan sebesar 5.06 juta, serta diatas ekspektasi pasar untuk kenaikan sebesar 5.15 miliar. Apresiasi cross mata uang euro ditutup naik terhadap mata uang yen dan poundsterling. Apresiasi cross EUR/ JPY diperdagangkan lebih tinggi sebesar terhadap yen sebear 1.03% dan tetap pada kisaran level harga 131.48. Mata uang yen di transaksikan terus melemah apresiasinya hingga berkisar ke atas level 99 terhadap USD pada perdagangan akhir pekan (Jumat, 23/ 08/ 2013). Para pelaku pasar terus mengambil aset-aset beresiko (risk appetite) pasca Fed-FOMC Amerika yang sepakat dengan rencana pengurangan stimulus moneter. Hari ini kurs yen kian melemah dan berkisar pada area 98.93 terhadap USD setelah terpuruk hingga 99.10. Sedangkan sesi kemarin, yen berakhir di tutup pada area 98.73 setelah hari itu melemah sampai 98.80 terhadap USD. Dan imbas dari pelemahan yen ini telah memicu terdongkraknya minat investor tehadap saham-saham berbasis ekspor di lantai bursa Tokyo.

Apresiasi cross EUR/ GBP, harga ditutup naik sebsar 0.45% menjadi 0.8569. Mata uang sterling tergelincir dari level tertinggi 2-bulan terhadap USD, yang terus ditopang oleh ekspektasi pengurangan stimulus oleh The Fed pada bulan depan. Sterling juga terbebani oleh komentar pembuat kebijakanBoE, yang mengatakan jika bank sentral mungkin perlu melanjutkan program pembelian aset senilai 375 milyar pound sterling. Dalam interview dengan Daily Telegraph, Martin Weale mengatakan bahwa pembelian aset lebih lanjut dibutuhkan ekonomi untuk menghadapi potensi ancaman seperti guncangan lebih lanjut di zona eropa atau memburuknya gejolak diemewrging market. “Kami memperkirakan rally Sterling akan memudar seiring pemulihan USD yang kian meluas. Sebuah penembusan di bawah level 1.5550 USD akan menjadi pertanda awal dari fase pelemahan baru, dan mengindikasikan jika laju pemulihan dalam sebulan terakhir akan segera selesai. Oleh karena itu, kami masih mempertahankan strategi bearish,” demikian yang dikatakan oleh Morgan Stanley.
3

 

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Aussie Paling Banyak Mereaksi Greenback, Minyak Terus Bergerak Menguat

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Dollar Australia, yang lazim disebut dengan istilah Aussie, bergerak menguat menuju angka kenaikan terbesar dalam kurun waktu empat pekan. Hal tersebut terjadi, setelah

Forex News 0 Comments

Gerakan Euro 1.3200 Masih Menyimpan Potensi Koreksi

Walau masih kekurangan volume dan aksi hindar resiko disela-sela pergerakan pasar keuangan, Euro berhasil meraih gain terhadap dollar AS dan siap menutup sesi AS diatas 1.3200. Masih naik diatas 0.4%

Fundamental 0 Comments

Gencatan Senjata di Ukraina Beri Imbas Positif Pada Emas

Harga emas diperdagangkan menguat tajam selama sesi perdagangan pada hari Rabu (03/ 09/ 2014) kemarin. Hal ini terjadi setelah indeks USD terperosok anjlok dari sesi tertinggi sejak bulan Juli lalu.

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image