PBoC Ambil Kebijakan di Akhir Pekan, Pasar Global Bergolak Kembali

Miss Universe China 2013 Jin Ye 靳燁 2Pada awal perdagangan sesi Asia hari Senin (26/ 10/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Aussie telah kembali bergerak naik. Telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang AUD/ USD sempat diperdagangkan di kisaran 0.7252, menjauhi level terendah harian yaitu di kisaran 0.7207. Pergerakan nilai apresiasi mata uang Aussie sejak hari Jumat dilaporkan sempat bergerak menguat tajam, sebelum akhirnya kembali berbalik melemah. Hal tersebut dipicu oleh adanya laporan dari China, yang tentunya membawa angin segar bagi Australia.

Dilaporkan bahwa People’s Bank of China (PBoC) kembali telah melonggarkan moneter pada pekan lalu. Telah dilaporkan bahwa pihak berwenang PBoC pada hari Jumat lalu telah mengambil sebuah kebijakan, menurunkan suku bunga deposito satu tahun sebesar 25 basis poin menjadi 1,5%, dan 25 basis poin untuk suku bunga pinjaman satu tahun menjadi 4,35%. Langkah PBoC tersebut merupakan sebuah langkah kebijakan yang tampaknya berdampak pada gerak nilai harga di pasar saham, gerak nilai apressiasi mata uang, hingga pada gerak nilai harga komoditas. Mata uang Negara Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, tampak menjadi mata uang uang yang terlihat paling terpengaruh dengan kebijakan yang dilakukan oleh PBOC. Meski demikian, terdapat dua sudut pandang terhadap turunnya suku bunga di China yang mempengaruhi pergerakan mata uang Australia ini.

Seperti yang telah dilaporkan sebelumnya, bahwa pihak berwenang PBoC telah mengambil sebuah kebijakan penting. Kebijakan yang diambil oleh pihak PBoC tersebut adalah dengan menurunkan tingkat suku bunga deposito satu tahun sebesar 25 basis poin menjadi 1,5%, dan 25 basis poin untuk suku bunga pinjaman satu tahun menjadi 4,35%. PBOC juga menurunkan giro wajib minimum untuk bank umum. Sejak bulan November tahun lalu PBOC telah menurunkan suku bunga sebanyak enam kali.

Penurunan tingkat suku bunga di China bisa dilihat sebagai upaya untuk menggairahkan perekonomian China yang melambat. Kondisi ini tentunya oleh Australia diharapkan dapat meningkatkan permintaan impor dari negeri kanguru tersebut. Selain itu, dengan langkah penurunan tingkat suku bunga tersebut, bisa diartikan sebagai memburuknya outlook ekonomi di China di masa yang akan dating. Oleh karena kondisi itulah maka pihak berwenang PBoC harus mengambil langkah tersebut, yaitu menurunkan suku bunga. Dilaporkan bahwa laporan rilis ekonomi China year-on-year tumbuh 6,9% di kuartal ketiga, masih lebih baik dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya, yaitu sebesar 6,8%. Akan tetapi, pencapaian angka kenaikan laju ekonomi tersebut, namun masih lebih rendah dari kuartal kedua yaitu sebesar 7,0%.

Mengenai gerak nilai apresiasi mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar hari Senin ini, ekspektasi untuk volatilitas di dalam mata uang Yen terhadap mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro. Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ JPY, bergerak melonjak ke level terkuat dalam enam minggu terakhir ini. Hal tersebut terjadi, karena para pelaku pasar yakin bahwa Bank of Japan (BoJ) akan berada di bawah tekanan untuk menyesuaikan retorika dovish European Central Bank (ECB) untuk menahan penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Jepang.

Mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, telah bergerak menguat nilai apresiasinya sebesar 8.5% terhadap mata uang Euro pada tahun ini. Kondisi ini dikarenakan pihak berwenang BOJ menahan diri dari menambah stimulus moneter yang terakhir kali diekspansi ke rekor tertinggi di bulan Oktober 2014. Bank sentral akan mengadakan pertemuan kebijakan selama satu hari pada tanggal 30 Oktober. Presiden ECB Mario Draghi pada pekan lalu telah mengatakan bahwa ada kemungkinan dia akan umunkan stimulus tambahan di bulan Desember.

Kepala analis mata uang di National Australia Bank Ltd., Ray Attrill, di Sydney telah mengatakan bahwa ada banyak resiko di dalam pergerakan nilai apresiasi mata uang EUR/ JPY. Pihak ECB telah meningkatkan keyakinannya bahwa BOJ akan bertindak cepat, sebagian karena takut level EUR/ JPY akan lebih lemah jika mereka tidak bertindak. Mata uang Yen dilaporkan telah bergerak menguat sebesar 0.4% menjadi 133.70 terhadap mata uang Euro, setelah pada sesi perdagangan pasar di pekan lalu juga telah bergerak menguat sebesar 1.3%. Tingkat volatilitas dalam sepekan yang tersirat di dalam apresiasi EUR/ JPY yang naik ke level tertinggi 12.84%, itu adalah yang tertinggi sejak 11 September.

Dilaporkan bahwa, setelah berhasil bersama-sama mencetak penguatan harga pada sesi perdagangan pasar pada pekan lalu, gerak nilai harga indeks Shanghai China dan Hang Seng Hong Kong kembali kompak bergerak menguat di awal sesi perdagangan pasar di awal pekan ini. Isu hangat di sesi Asia hari ini masih seputar pelonggaran moneter China pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu. Bursa saham Asia belum sempat merespon kebijakan pelonggaran moneter oleh bank sentral China (PBOC) karena baru dirilis pasca perdagangan berakhir di hari Jumat.

Mayoritas bursa saham utama Asia open dengan kondisi gap up pada sesi perdagangan pasar hari Senin ini. Gerak harga gap up di sebagian besar bursa utama Asia tersebut tentunya karena merespon positif kebijakan yang diterapkan oleh PBoC tersebut. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks Shanghai bergerak menguat 0,56% menjadi 3.431,51. Gerak harga indeks Shanghai sempat menyentuh level tertinggi intraday 3.450,57. Juga dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks Hang Seng turut bergerak menguat naik sekitar 0,42% sehingga menjadi 23.249,69, dengan level tertinggi harian 23.423,64. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga indeks Hang Seng Futures sempat diperdagangkan di kisaran harga 23196, dan telah menjauhi level tertinggi harian 23415.

Mengenai gerak nilai harga komoditas, dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak mentah sedikit melemah pada awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Senin ini. Hal tersebut terjadi, karena lemahnya outlook permintaan yang berarti kondisi kelebihan suplai kemungkinan masih akan berlangsung untuk beberapa bulan kedepan dan juga karena para spekulan mengurangi keyakinan mereka untuk harga yang lebih tinggi.

Telah dilaporkan di New York Mercantile Exchange, bahwa, gerak nilai kontrak minyak WTI telah diperdagangkan di kisaran harga $44.58 US/ barel. Nilai harga tersebut 2 sen di bawah level penutupan terakhir mereka dan 12,5% di bawah level puncak mereka di bulan Oktober. Dilaporkan juga dari ICE Futures Exchange di London, bahwa gerak nilai harga minyak Brent untuk pengiriman Desember 4 sen di $47.95 US/ barel, hampir 11,5% di bawah level tertinggi bulan ini. Analis dari bank ANZ mengatakan bahwa mereka perkirakan harga akan masih rendah untuk sisa tahun ini dan para spekulan juga mengurangi keyakinan mereka pada harga yang lebih tinggi.

Imbas informasi dan langkah kebijakan China turut berperan dalam gerak nilai harga minyak. Pada sesi prdagangan hari hari Jumat lalu, dilaporkan bahwa pihak berwenang PBoC telah memangkas suku bunga acuan sebesar seperempat persentase poin menjadi 4,35%, dalam serangkaian tindakan yang bertujuan merangsang kegiatan dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Kebijakan PBoC ini adalah pemangkasan suku bunga ke enam selama 12 bulan terakhir, dan telah memicu kekhawatiran para pelaku pasar bahwa gerak laju pertumbuhan ekonomi di China bergerak melemah lebih dari yang saat ini diperkirakan.

Gerak nilai harga emas berjangka juga dilaporkan turun tipis dikarenakan kebijakan langkah yang diambil oleh PBoC tersebut, yang dengan tiba-tiba memperkenalkan langkah-langkah stimulus baru pada sesi perdagangan pasar hari Jumat lalu. Dilaporkan bahwa di divisi Comex New York Mercantile Exchange, gerak nilai harga emas untuk pengiriman Desember turun 3,10 atau 0,26% dan menetap di $ 1.163,00 US. Gerak nilai harga emas ditutup melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan keenam kalinya dalam tujuh sesi. Setelah menutup di atas $ 1.180 US/ ons pada sesi perdagangan pasar pekan lalu, gerak nilai harga emas turun sekitar 1,25% selama lima hari perdagangan terakhir.

Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga perak untuk pengiriman Desember naik 0,003 atau 0,02% menjadi ditutup pada 15,845/ ons. Gerak nilai harga tembaga untuk pengiriman Desember dilaporkan bergerak anjlok 0,036 atau 1,50% ke 2,348/ pon. Pada hari Jumat lalu, pihak berwenang PBoC telah memangkas suku bunga pinjaman satu tahun sebesar seperempat persentase poin, dalam upaya terbaru untuk meningkatkan perekonomian yang lesu dengan pelonggaran kebijakan moneter.

About author

You might also like

Forex News

Greenback Tampak Tekan Poundsterling, OPEC Tampak Tak Terdukung

ugg classic tall cyber mondaycoach bags cyber mondaydoes lululemon have cyber monday salesjordan 11 space jam 2016jordan 11 space jamhttp://goart.it/store/yeezy-boost-prezzo.php Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah

Forex News 0 Comments

Euro Masih Terpantau Lemah

Berita Forex hari ini, Dengan indeks Nikkei yang kembali berada di atas level 11.300 atau naik 1.63% dan nilai tukar USD yang terpantau menguat, EUR/USD terlihat masih terkoreksi di bawah

Fundamental 2 Comments

USD Melemah Setelah Rilis Data Fundamental, Euro Menggeliat Kembali Meski Sementara

Mata uang euro rebound setelah mencatat penurunan harian terbesar dalam 10 bulan terhadap mata uang USD, seiring bertambahnya sinyal perlambatan pemulihan ekonomi Amerika. Kendati demikian, meningkatnya potensi pemangkasan suku bunga

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image