Pelaku Pasar Taking Profit Di Minyak, USD Terdampak Positif Oleh Treasury

0a1y01e8720Dilaporkan bahwa pada awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu (04/ 11/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD bergerak menguat. Telah dilaporkan bahwa, nilai indeks USD bergerak di kisaran 97.19, setelah menguat sebesar 0.3% pada hari sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Kondisi ini terjadi, karena melonjaknya imbal hasil Treasury, namun Greenback bernasib kontras dengan mata uang Antipodean yang juga menguat.

Greenback bergerak menguat nilai apresiasinya terhadap mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro dan juga terhadap mata uang negeri sakura, yaitu mata uang Yen. Mata uang Euro melemah ke kisaran $1.0965. Kondisi tersebut terjadi, setelah presiden European Central Bank, yaitu Mario Draghi, menahan diri pelonggaran lebih lanjut di bulan Desember. Terhadap mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, Apresiasi mata uang USD bergerak menguat ke kisaran level 121.25, menarik diri dari level terendah di 120.60.

Gerak penurunan lebih lanjut pada laju gerak harga susu dan rilis data kerja yang lemah, semuanya telah mengunci gerak pelemahan nilai apresiasi mata uang New Zealad Dollar, atau lazim disebut dengan istilah Kiwi. Diketahui bahwa Kiwi adalah sebagai mata uang dengan kinerja terburuk diantara major currencies. Kondisi pandangan yang sedikit lebih optimis adalah pada ekspektasi gerak laju ekonomi Australia yang disampaikan oleh pihak berwenang dari Reverse Bank of Australia (RBA). Kondisi tersebut telah menempatkan dukungan terhadap gerak nilai apresiasi mata uang Aussie untuk bisa bergerak positif.

Analis senior di Westpac mengatakan bahwa kenaikan mata uang USD dan suku bunga Amerika tanpa katalis yang jelas. Imbal hasil Treasury Amerika bertenor 10 tahun dilaporkan telah naik dari 2.16% menjadi 2.22%. Kenaikan tersebut adalah pencapaian level tertinggi dalam enam tahun, meskipun pasar menilai langkah kenaikan suku bunga oleh pihak berwenang The Fed di bulan Desember masih sekitar 50%.

Indeks Jepang, Nikkei 225, dilaporkan pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (04/ 11/ 2015) ini, bergerak menguat gerak nilai harganya. Penguatan gerak nilai harga indeks Nikkei 225 ini terjadi, setelah kembali dibuka setelah hari libur pada sesi sebelumnya. Dilaporkan mengenai gerak nilai saham Japan Post Holdings, bahwa gerak nilai sahamnya telah dibuka dengan kondisi menguat sekitar 15.5% senilai level 1,617 yen pada debut pertamanya di Tokyo pada hari Selasa kemarin.

Kondisi ini terjadi, setelah menyusul Initial Public Offering (IPO) yang menghasilkan hingga $11.5 milyar US. Debut yang dinantikan oleh para pelaku pasar tersebut melebihi harga IPO yaitu pada 1,400 yen. Nilai saham dari Japan Post Bank juga bergerak positif, melejit lebih dari 15% menuju kisaran 1,652 yen, dibandingkan dengan harga IPO yaitu pada kisaran 1,450 yen. Japan Post Insurance masih belum diperdagangkan.

Saham Takata mematahkan trend penguatan menyusul berita bahwa perusahaannya dapat didenda hingga $20 juta US untuk kesalahan pada inflator air bag yang cacat, mendorong sahamnya untuk turun sebesar 3.1%. Juga dilaporkan bahwa, gerak nilai harga saham Nissan telah pula bergerak secara rally. Gerak nilai harga saham Nissan telah bergerak secara rally sebesar 3.8%. Kondisi tersebut terjadi, karena adanya kondisi dimana para pelaku pasar menyambut baik pengumuman kenaikan laba sebesar 38% untuk kuartal ketiga.

Di antara saham yang menguat, adalah nilai saham dari Inpex dan JX Holdings. Nilai saham dari Inpex dan JX Holdings masing-masing bergerak menguat, melejit sebesar 5.6% dan 4.2%. Kondisi ini terjadi, adalah karena berkat kenaikan gerak nilai harga minyak. Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga minyak naik sebanyak hampir 4%.

Gerak nilai harga minyak pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (04/ 11/ 2015) ini, dilaporkan bergerak melemah. Gerak nilai harga minyak tergelicir dalam perdagangan yang tipis pada sesi perdagangan pasar hari Rabu ini, seiring para pelaku pasar yang melakukan aksi taking profit. Para pelaku pasar mengambil untung dari hasil gerak reli harga minyak di sesi perdagangan pasar sebelumnya, yaitu pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa kemarin.

Kondisi gerak reli terjadi karena, adanya potensi terganggunya suplai minyak di wilayah Amerika, Brasil dan Libya, yang dalam kondisi tersebut telah membatasi peluang gerak pelemahan harga minyak. Michael McCarthy, kepala analis pasar di Sydney’s CMC Market mengatakan bahwa para pelaku pasar saat ini mengambil posisi sell setelah reli kencang kemarin. Dia juga menambahkan bahwa gerak nilai harga minyak diperkirakan akan turun lebih lanjut pada sesi perdagangan pasar siang hari meskipun minyak masih dalam rentang akhir-akhir ini.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak Brent untuk bulan Desember turun sebesar 4 sen menjadi $50.50 US/ barel pagi tadi, setelah berakhir di sesi sebelumnya naik $1.75 US, atau 3.6%. Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga minyak mentah Amerika turun sebesar 2 sen menjadi $47.88 US, setelah ditutup naik $1.76 US, atau 3.8%.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Emas dan Minyak Masih Tertekan, Para Pelaku Pasar Masih Khawatirkan Kebijakan The Fed

Perdagangan pasar emas kembali diperdagangkan melemah selama sesi perdagangan hari Selasa (09/ 09/ 2014) kemarin. Harga emas diperdagangkan melemah setelah harga minyak mentah dunia terus melemah dan mencatatkan level terendah

Euro dan Emas Tengah Dalam Kondisi Kelam, Amerika Mulai Berbenah

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (12/ 06/ 2015) ini, telah dilaporkan bahwa gerak harga emas masih bergerak dalam kondisi harga mengalami pelemahan. Gerak pelemahan harga emas ini

Fundamental 0 Comments

Gerak Nilai Harga Di Bursa Saham Jepang Naik, Amerika Libur Hari Thanksgiving

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang USD terdongkrak oleh rils data positif, sehingga mampu bergerak rebound menguat kembali. Apiknya data-data ekonomi Amerika pada sesi perdagangan pasar hari Rabu

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image