Penguatan Greenback Turut Tekan Gerak Nilai Harga Minyak, Dampak Wall Street Berimbas Ke Asia

mulan-jameelax-netDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang negara Australia, yang lazim disebut dengan Aussie, bergerak melemah kuat. Gerak nilai apresiasi mata uang Aussie terkoreksi kuat, bergerak melemah merosot tajam pada sesi perdagangan pasar Amerika hari Rabu di hari Kamis dini hari, dan berpeluang untuk mencatatkan gerak penuruan gerak nilai apresiasi dalam kurun waktu dua pekan bertuntun. Gerak nilai apresiasi mata uang AUD/ USD dilaporkan telah sempat diperdagangkan dikisaran level 0.7128 pada pagi tadi.

Kenaikan suku bunga Amerika saat FOMC pada hari Kamis dini hari kemarin, direspon sedikit terlambat oleh para pelaku pasar. Dimana gerak nilai apresiasi mata uang Aussie baru mulai merespons hal tersebut, dengan bergerak melemah di sesi perdagangan pasar Asia pada hari Kamis kemarin. Selain faktor menyempitnya kebijakan moneter antara Reserve Bank of Australia (RBA) dengan Federal Reserve Amerika, gerak penurunan nilai harga komoditas, khususnya bijih besi turut menekan gerak nilai apresiasi mata uang Aussie.

Gerak nilai harga komoditas eksport Bijih besi, yang merupakan komoditas eksport utama Australia tersebut berada di level terendah sejak 2008. Goldman Sach memperkirakan bahwa, gerak nilai harga komoditas bijih besi masih akan tertekan dalam beberapa tahun ke depan. Goldman menurunkan proyeksi harga bijih besi untuk tahun 2016 menjadi $38 US/ ton, dari proyeksi sebelumnya yaitu sekitar $44 US/ ton. Untuk proyeksi tahun 2017 juga oleh Goldman Sach diturunkan dari sebelumnya sekitar $40 US/ ton menjadi sekitar $35 US/ ton.

Juga telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yang lazim disebut Sterling atau Cable, bergerak melemah terhadap Greenback di sepanjang sesi perdagangan pasar di pekan ini. Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling dan saat ini tengah tertahan di level terendah dalam kurun waktu delapan bulan. Berbagai sentimen negatif membayangi Cable di pekan ini. Kondisi yang sebaliknya, Gerak nilai apresiasi mata uang USD tengah mendapat sentimen positif setelah Federal Reserve Amerika memberlakukan kebijakan, dengan menaikkan suku bunga.

Data yang telah dirilis dari Inggris pada pekan ini menunjukkan bahwa, jumlah klaim pengangguran Inggris naik 3.900 di bulan November, dengan rata-rata kenaikan gaji dalam tiga bulan yang berakhir Oktober naik 2,4% dari periode yang sama tahun sebelumnya. Naiknya penjualan ritel Inggris bulan November sebesar 1,7% gagal membuat Sterling bangkit. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah diperdagangkan di kisaran harga 1.4906, dengan level terendah harian 1.4894, dan tertinggi 1.4929.

Kedua data tersebut meleset dari ekspektasi para pelaku yang menyebabkan Sterling tertekan meski tingkat pengangguran turun 5,2% dari sebelumnya 5,3%. Inflasi bulan November dilaporkan naik 0,1% sesuai dengan ekspektasi. Dari sisi geopolitik potensi keluarnya Inggris dari zona Eropa atau “brexit” juga memberikan sentimen negatif. Hasil jajak pendapat menunjukkan jumlah warga yang memilih ‘brexit” berimbang dengan yang memilih bertahan, 50 : 50.

Dilaporkan bahwa indeks aktivitas manufaktur di wilayah Philadelphia telah kembali terperosok ke teritori negatif pada bulan Desember. Hal tersebut menambah indikasi bahwa sektor manufaktur Amerika tengah menghadapi masa-masa sulit. Dilaporkan bahwa Federal Reserve Bank of Philadelphia pada hari Kamis, mengatakan bahwa indeks manufaktur bulan Desember merosot menjadi -5,9, yang merupakan angka negatif ke - 3 dalam 4 bulan terakhir. Yang mementahkan estimasi 1,5 dalam survey Reuters.

Laporan The Fed Philadelphia lainnya menunjukkan indeks untuk pesanan baru saat ini merosot sebanyak 6 poin menjadi minus9,5. Sementara indeks untuk pengiriman saat ini beranjak naik 6 poin menjadi 3,7 seiring perusahaan-perusahaan melaporkan pengiriman yang lebih tinggi. Secara umum, sektor manufaktur Amerika telah terbebani oleh apresiasi Greenback, melemahnya permintaan dari luar negeri dan kejatuhan gerak nilai harga minyak mentah.

Merosotnya gerak nilai harga di bursa saham Amerika pada sesi perdagangan pasar hari Kamis kemarin mengirim sentimen negatif kepada gerak nilai harga di bursa Asia. Kembali turunya gerak nilai harga minyak mentah telah membebani pergerakan nilai harga di bursa Wall Street. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Dow Jones bahkan telah kehilangan lebih dari 250 poin. Berlebihnya stok global masih menjadi penyebab utama terus berlanjutnya bearish gerak nilai harga minyak. Peningkatan suplai serta penguatan gerak nilai apresiasi Greenback menjaga tekanan dalam perdagangan komoditas minyak mentah pada hari Kamis. Perdagangan minyak mentah berakhir turun $0.91 US atau 2,55% di level $34.83 US/ barel.

Setelah adanya kejutan yaitu berupa laporan kenaikan suplai minyak mentah mingguan di Amerika berdasarkan data Energy Information Administration (EIA), para pelaku pasar kembali dikecewakan dengan laporan Genscape. Laporan tersebut menunjukkan kenaikan suplai sebesar 1,4 juta barel di Cushing, Oklahoma yang menjadi pusat pengiriman utama minyak mentah berjangka Amerika.

Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD yang menyentuh level tinggi 2-pekan terhadap major currencies, turut pula membuat gerak nilai harga minyak dan komoditas lain yang juga berdenominasi dengan Greenback, menjadi kurang menarik bagi para pelaku pasar pemegang mata uang lain. Tanpa indikasi baru yang dapat merujuk pada pengurangan signifikan dalam jumlah suplai, minyak mentah berpotensi terus tertekan dengan penguatan Greenback. Pada tahun 2009, gerak nilai harga minyak mentah sempat menyentuh level terendah $33.19 US/ barel.

Gerak nilai harga di indeks saham Jepang, yaitu indeks saham Nikkei225, dilaporkan telah bergerak melemah setelah bergerak rally dalam dua hari beruntun. Selain menurunnya gerak nilai harga minyak, hasil rapat moneter Bank of Japan (BoJ) juga menjadi perhatian dari para pelaku pasar.

Pihak berwenang BoJ diperkirakan masih akan mempertahankan kebijakan, apalagi beberapa data ekonomi Jepang yang dirilis pekan lalu lebih baik dari ekspektasi. Perekonomian Jepang terhindar dari resesi setelah Cabinet Office pada pekan lalu merilis hasil revisi produk domestik bruto (PDB) Jepang sebesar 0,3%, dibandingkan rilis awal sebesar -0,2%. Namun tetap saja hasil rapat kali ini dinanti para pelaku pasar untuk melihat proyeksi perkonomian dan inflasi kedepannya.

Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga spot indeks Nikkei telah bergerak melemah sekitar 0,59% menjadi 19243.19. Sementara gerak nilai harga indeks Nikkei Futures diperdagangkan di kisaran level harga 19220, dengan level terendah harian 19165, dan tertinggi 19335.

Merosotnya gerak nilai harga di bursa Wall Street pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis kemarin, telah turut pula menyeret gerak nilai harga di lantai bursa Korea Selatan. Dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Kospi pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat ini. Meski demikian, gerak nilai harga indeks saham Kospi masih berpeluang untuk bisa mencatatkan gerak nilai penguatan harga mingguan setelah sebelumnya gerak nilai harga bergerak menguat dalam tiga sesi beruntun.

Dari lantai bursa Korea Selatan, dilaporkan bahwa gerak nilai harga spot Kospi (KS11) melemah 0,51% menjadi 1967.83. Juga telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks Kospi (KS200) turun sekitar 0,73% menjadi 242.39. Gerak nilai harga indeks saham Kospi Futures telah diperdagangkan di kisaran level 240.60 menjauhi level terendah harian 239.05.

Gerak nilai harga saham perusahaan Samsung Group menjadi perhatian para pelaku pasar. Gerak nilai harga saham perusahaan Samsumg Electronic dilaporkan terkoreksi turun sekitar 1,24%, dan Samsung SDI merosot 5m49%. Pada hari Rabu, berita menyebutkan bahwa perusahaan Samsung SDI akan bekerja sama dengan perusahaan ultilitas Jerman di sektor penyimpanan energi. Gerak nilai harga saham perusahaan Samsung Engineering dilaporkan bergerak naik sekitar 5,545% setelah dikabarkan memenangkan kontrak senilai $800 juta US dari Lotte Chemical untuk membangun pabrik Mono Ethylene Glycol di Amerika.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Dollar Menanti Pernyataan Pejabat the Fed

Dollar AS terhampar dekat level tinggi 3 pekan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Jumat, namun dapat kesulitan untuk menambah gain seiring investor menanti kejelasan mengenai jalur kebijakan Federal

Berita 0 Comments

Brexit Diwarnai Aksi Pembunuhan, Sterling Pukul Balik Greenback

Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/USD dilaporkan telah bergerak menguat pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (17/ 06/ 2016) ini. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/USD,

Fundamental 0 Comments

Perlemahan Emas Tertahan kebijakan ECB

Gerak harga emas diperdagangkan melemah setelah indeks USD melonjak mendekati level tertinggi sejak 2 Oktober lalu. Meski demikian keadaannya, harga emas masih bertahan diatas level $1,240.00 US, tertahan pada support