Pergantian Mentri Energi Arab Saudi Tak Merubah Kebijakan Strategi, Intervensi Verbal Taro Aso Berdampak Pada Yen

885546_586282028170598_976869401990819991_oTelah teramati sejak sesi perdagangan pasar di pekan lalu, Taro Aso, Menteri Keuangan Jepang, tampak gencar melakukan intervensi verbal terhadap gerak nilai apresiasi mata uang Yen. Hal tersebut telah membuat gerak nilai apresiasi mata uang Yen bergerak melemah secara perlahan.

Dampak yang terjadi akibat adanya intervensi verbal dari Taro Aso tersebut, gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY bergerak menguat dalam lima hari dari enam hari sesi perdagangan pasar terakhir hingga pada sesi perdagangan di hari Senin kemarin. Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY tampaknya masih berlanjut di hari ini.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran level 108.56, dan masih berpotensi untuk bisa terus melanjutkan gerak penguatan jika mampu melewati level resisten, yaitu pada kisaran 108.90, dengan target di kisaran level 109.35.

Level resisten dari gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY diperkirakan berada pada kisaran level 108.90, 109.35, dan level 109.65. Level support dari gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY diperkirakan berada pada kisaran level 107.90, 107.50, dan level 107.10.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah bergerak menguat lebih dari 1% pada sesi perdagangan pasar di hari Senin kemarin. Hal tersebut terjadi, setelah Menteri Keuanagan Jepang, Taro Aso, menyatakan kesiapan pemerintah Jepang untuk melakukan intervensi di pasar mata uang jika diperlukan.

Pada hari Selasa (10/ 05/ 2016) ini, Taro Aso kembali memberikan pernyataan dan terkesan semakin tegas. Menteri keuuangan Taro Aso berkata bahwasannya, merupakan hal yang “wajar” jika pemerintah melakukan intervensi di pasar bilaman gerak nilai apresiasi mata uang Yen terus bergerak menguat.

Dalam enam bulan terakhir, dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Yen telah menguat sekitar 12%. Dalam hal ini, bahkan setelah Bank of Japan (BoJ) telah melakukan kebijakan, dengan menerapkan suku bunga negatif di akhir Januari lalu. Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen tersebut membeirkan kecemasan bagi pemerintah Jepang.

Gerak nilai harga di bursa saham China, Shanghai Composite, dilaporkan pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (10/5/2016) ini, telah bergerak dengan secara cenderung mendatar. Juga telah dilaporkan bahwa, gerak nilai harga di indeks saham Hong Kong, yaitu indeks saham Hang Seng, tampak bergerak melemah. Hal tersebut terjadi, setelah dirilisnya data ekonomi dari China.

Biro Statistik China telah melaporkan bahwa, indeks harga konsumen (year-on-year) telah tumbuh sekitar 2,3% di bulan April. Hasil laporan yang telah dirilis oleh biro statistic China tersebut sama dengan angka persentase di bulan Maret.

Meski demikian, namun hasil rilis angka indeks harga konsumen (year-on-year) China di bulan April yang telah dilaporkan tersebut, masih lebih rendah dari perkiraan hasil survei Reuters. Perkiraan hasil survey dari Reuters bahwa, hasil rilis angka indeks harga konsumen (year-on-year) China di bulan April adalah sebesar 2,4%. Jika dilihat dari periode month-to-month, indeks harga konsumen telah turun sebesar 0,2%.

Indeks harga produsen (year-on-year) bulan April dilaporkan sebesar -3,4%, lebih baik dari perkiraan sebelumnya, yaitu di kisaran -3,8%. Indeks harga produsen telah mengalami deflasi selama empat tahun.

Meski demikian, namun persentase penurunan di bulan April ini menjadi yang terendah sejak bulan Desember 2014. Inflasi yang rendah di bulan April, ditambah dengan data ekspor-impor yang menurun, memberikan keraguan pada para pelaku pasar akan kinerja ekonomi China di kuartal kedua tahun ini.

Gerak nilai harga spot indeks Shanghai dilaporkan telah melemah sekitar 0,13% sehingga menjadi 28280.36. Juga dilaporkan bahwa, gerak nilai harga spot indeks Hang Seng, telah terkoreksi melemah turun sekitar 0,40% sehingga menjadi 20075.51. Gerak nilai harga futures indeks Hang Seng dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran level 19994.

Gerak nilai harga komoditas emas dilaporkan telah bergerak melemah tajam selama sesi perdagangan pasar di awal pekan. Gerak nilai harga komoditas emas telah terseret turun lebih dari 1% ditengah penguatan tajam index USD yang kembali berada di atas level 94 pada sesi perdagangan pasar Amerika semalam.

Gerak nilai index USD dilaporkan telah mencatatkan keuntungan sebesar 31 poin atau 0.3% berakhir pada level 94.17. Sebelumnya gerak nilai index USD sempat diperdagangkan hingga setinggi 94.23 dan serendah 93.82.

Selama sesi perdagangan pasar di hari Senin kemarin berlangsung, gerak nilai harga komoditas emas mulai bergerak sangat volatile. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas emas telah mencatatkan kerugian besar saat memasuki sesi perdagangan pasar Amerika semalam meski pasar minim dari sederetan jadwal data ekonomi.

Gerak nilai harga komoditas emas dilaporkan telah ditutup di bawah level $1,270.000. Angka tersebut tertorehkan untuk pertama kalinya sejak kurun waktu dua pekan terakhir. Gerak nilai harga komoditas emas juga merespon negative atas komentar dari William Dudley pada hari Jumat minggu lalu, yang menyatakan bahwa ada potensi dua kali kenaikan suku bunga pada tahun ini.

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (09/ 05/ 2016) dipasar emas spot, harga emas ditutup turun $24.30 atau 1.88% berakhir pada level $1,265.400 setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,287.442 dan serendah $1,261.193.

Gerak nilai harga komoditas emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk kontrak Juni, dilaporkan telah ditutup turun. Gerak nilai harga komoditas emas berjangka telah ditutup turun sebanyak $27.40 atau 2.1% dengan berakhir pada kisaran level $1,266.600.

Memasuki sesi perdagangan pasar di hari Selasa (10/ 05/ 2016) ini, para pelaku pasar tampaknya akan terus terfokus pada pergerakkan index USD. Gerak nilai harga komoditas emas pada hari ini diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran harga $1,274.500 US - $1,247.800 US.

Pergantian Menteri Energi Arab Saudi tidak akan mengubah kebijakan strategi perdagangan minyak negeri petro dollar ini. Demikian pernyataan dari Khalid al-Falih, pejabat Menteri Energi Arab Saudi yang baru, mantan petinggi perusahaan Saudi Aramco, pada Senin malam.

Pada akhir pekan lalu, telah dilaporkan bahwa Menteri Energi Arab Saudi, Ali al-Naimi, telah mengakhiri masa baktinya selama 20 tahun. Ali al-Naimi kemudian digantikan oleh Khalid al-Falih. Khalid al-Falih adalah merupakan Komisaris Saudi Aramco, perusahaan BUMN minyak terbesar di Arab Saudi.

“Kebijakan nasional dibuat menurut kesepakatan istana. Menteri Energi hanya melaksanakan kebijakan,” jelas Direktur Utama Husseini Energy, Sadad al-Husseini, yang juga adalah mantan eksekutif Saudi Aramco, kepada CNBC pada hari Selasa (10/5/2016). Langkah reshuffe hanya untuk memperbaiki outlook domestik, demikian lanjut Sadad al-Husseini. Kebijakan pemerintah Arab Saudi tidak akan berubah, yaitu tetap memproduksi minyak dalam jumlah besar kendati gerak nilai harga komoditas minyak telah menyentuh level rendah.

Kepala Strategi Komoditi di RBC Capital Markets, Helima Croft, juga berpandangan sama dengan Sadad al-Husseini. Perubahan kepemimpina di Kementerian Energi Saudi tidak akan merubah kebijakan pemerintah Arab Saudi.

Hal tersebut terasumsikan, karena Wakil Putra Mahkota Kerajaan Arab Saudi, Pangeran Mohammad bin Salman telah menetapkan kebijakan perdagangan minyak untuk waktu yang lama, demikian jelas Helima Croft. “Sekarang Mohammad bin Salman tampaknya hanya menggunakan sedikit kekuasaan di OPEC. Dia tampaknya baik-baik saja dengan kondisi harga saat ini karena dia sangat fokus pada perbaikan besar di ekonomi Saudi,” pungkas dari Helima Croft.

Memasuki sesi perdagangan pasar di hari Selasa (10/ 05/ 2016) ini, para pelaku pasar tampaknya akan terus terfokus pada pergerakkan index USD. Hal tersebut terasumsikan, karena minimnya rilis data ekonomi di sesi perdagangan pasar Amerika pada malam nanti. Para pelaku pasar hanya akan terfokus padahasil rilis data Wholesales Inventories Amerika yang akan dirilis pada sesi perdagangan pasar Amerika pada malam nanti.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Walau Tipis Euro Masih Memiliki Gain

Euro diperdagangkan dekat 1.3070 di awal perdagangan pekan ini, setelah pulih dari rendahnya dibawah 1.3000 (rendahnya 3 pekan) yang terjadi Jumat malam lalu. Reli hari Jumat lalu mengikuti data yang

Retail Sales Data Release Di Bawah Perkiraan, Pasar Tunggu Mark Carney dan Bernanke

Mata uang USD diperdagangkan menguat apresiasinya terhadap mata uang euro dan yen pada hari Senin. Hal tersebut terjadi karena para pelaku pasar kembali mempertimbangkan potensi atas The fed. Para pelaku

Umum 0 Comments

Nokia di Akuisisi Microsoft Dengan Nominal Hampir 5,5 Miliar Euro

Dunia teknologi pada hari ini dikejutkan oleh adanya kabar bahwa Microsoft yang merupakan perusahaan produsen software terbesar di dunia saat ini berencana akan melakukan akuisisi perusahaan handset ponsel terbesar di

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image