Pergerakan Harga Emas Cenderung Dalam Tekanan

996582_5043070096310692_1568906393_nTelah dilaporkan bahwa gerak harga emas mengalami koreksi harga yang cukup tajam selama sesi perdagangan pasar di awal pekan. Kondisi tekanan ini terjadi setelah indeks mata uang USD kembali mencapai level 100.00. Angka keuntungan tajam yang diperoleh indeks mata uang USD tersebut tentunya telah membawa tekanan yang cukup berdampak besar, dimana tidak hanya pada perdagangan komoditas emas saja tetapi juga hampir terhadap seluruh nilai apresiasi major currencies. Para pelaku pasar masih cenderung menghindari masuk pada perdagangan emas, yang tidak membayar bunga, ketika ekspektasi pasar menunjukkan suku bunga Amerika meningkat.

Gerak harga emas beranjak naik pada saat sesi pasar akhir pekan lalu, yang mana meskipun yang sudah terjadi adalah demikian, namun gerak harga emas masihlah menuju penurunan mingguan pertama dalam empat pekan terakhir. Gerak harga emas sulit untuk beranjak bangkit, karena tertekan oleh penguatan mata uang USD dan harapan pasar tentang kenaikan suku bunga Amerika yang ada kemungkinan untuk bisa dilaksanakan di tahun ini. Selama sesi perdagangan hari Senin (13/ 04/ 2015) kemarin, tidak ada faktor fundamental yang kuat yang mampu membawa gerak harga emas untuk bisa bergerak lebih tinggi. Minimnya data di sepanajang sesi perdagangan kemarin telah mendorong harga emas bertahan. Para pelaku pasar hanya terfokus pada korelasi normalnya gerak harga emas terhadap mata uang USD. Dilaporkan dengan melansir laman Reuters bahwa gerak harga emas untuk pengiriman Juni naik $ 10,40 US/ ons menjadi $ 1.204 US/ ons. Juga dilaporkan bahwa gerak harga emas di pasar spot naik 0,8 % menjadi $ 1.204,06 US/ ons. Gerak harga emas masih turun sekitar 0,5 % untuk minggu ini, setelah mundur dari harga rata-ratanya dalam tujuh minggu sebesar $ 1.224,10 US/ ons karena dipicu melemahnya laporan pekerjaan Amerika pada pekan lalu. Analis Mitsubishi Corp, Jonathan Butler, menyatakan pendapatnya sebagai berikaut, “Kami melihat langkah teknis pagi ini yang mendorong harga di atas US$ 1.200 … tetapi jika kita melihat beberapa kasi jual mungkin kita bisa kembali turun lagi,”. Menurut Jonathan Butler, jika melihat grafik, gerak harga emas dikatakan masih menuju penurunan mingguannya, setelah ada kabar Federal Reserve akan tetap membuka kemungkinan kenaikan suku bunga di bulan Juni. Namun prospek jangka panjang masih bearish, menurut para pelaku pasar, dan harga telah menyerah setelah para pejabat Federal Reserve mengusulkan kenaikan suku bunga. Berdasarkan pada situs resmi Logam Mulia, telah dilaporkan bahwa pada hari Selasa (14/ 04/ 2015) ini, harga emas yang dijual oleh Antam tercatat sebesar Rp 548.000/gram. Harga tersebut turun sebesar Rp 2.000 dibandingkan harga hari Senin (13/ 04/ 2015) kemarin, yaitu sebesar Rp 550.000/gram. Mengenai harga buyback emas antam hari ini, juga mengalami perubahan, yaitu harga kembali seperti pada akhir minggu lalu sebesar Rp 488.000/gram. Berikut ini adalah daftar harga emas yang Antam hari Selasa (14/ 04/ 2015) ini, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 254.300.000, pecahan 250 gram - Rp 127.250.000, pecahan 100 gram - Rp 50.950.000, pecahan 50 gram - Rp 25.500.000, pecahan 25 gram - Rp 12.775.000, 10 gram Rp 5.140.000, 5 gram - Rp 2.595.000, dan 1 gram - Rp 548.000. Juga dilaporkan bahwa gerak apresiasi mata uang euro nampak lesu sehingga mengangkat naik harga emas spot XAU/ EUR, sehubungan dengan terjadwalnya kantor statistik Jerman, Destatis untuk mengumumkan kepada publik data terkini mengenai kinerja perdagangan besar di pasar domestik Jerman. Sejumlah pelaku pasar menduga laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan.

Pada sesi perdagangan hari Selasa (14/ 04/ 2015) ini, diperkirakan gerak harga emas akan diperdagangkan pada volatilitas pasar yang besar. Perkiraan ini ada karena ada banyaknya data yang akan dirilis sepanjang sesi perdagangan hari ini, sehingga akan kembali meningkatkan gairah para pelaku pasar. Para pelaku pasar perdagangan emas dan global akan fokuskan perhatiannya pada data inflasi konsumen (CPI) negara Inggris, Amerika dan zona eropa mulai dari sesi perdagangan pasar eropa hingga sesi perdagangan pasar Amerika. Menurut pendapat dari analis GFMS di Thomson Reuters bahwa gerak harga emas bisa turun ke level terendah dalam lima tahun di posisi $ 1.100 US di tahun ini karena kesehatan ekonomi Amerika relatif baik dibandingkan dengan zona eropa dan pasar negara berkembang.

About author

You might also like

Forex News

Greenback Terdongkrak Rilis Data Perumahan, Minyak Terjerembab Lagi

Black Yeezysadidas yeezy 350 boostNew Yeezy ShoesKanye West New ShoeYeezy RestockYeezy 3 Adidasadidas yeezy boost 350 wholesaleYeezy Boost 750yeezy boost 350 for saleAdidas Yeezy Boost 350 For SaleThe Yeezysyeezy 750

Fundamental 0 Comments

Jepang Tengah Gusar Dan Inggris Diperkirakan Siap Menggeliat Kembali, Meski Pasar Masih Lirik USD

Bulan September ini rupanya merupakan bulan cemelang dan berjayanya mata uang negeri paman Sam. Banyak rilis data ekonomi, yang sangat mendukung mata uang USD untuk menguat dan menekan baik mata

Berita 0 Comments

Yen Di Jalur Penguatan Mingguan Beruntun Atas Kejadian Malaysia Airlines

Yen berada di jalur penguatan mingguan back-to-back pertama dalam dua bulan terhadap dollar AS seiring para investor memburu aset safe haven setelah pesawat Malaysia Airlines di tembak jatuh di Ukraina

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image