Pergerakan Perdagangan Pasar Diperkirakan Akan Menurun, Sesi Pasar Amerika Libur Nanti

0a0poy0e0710Gerak nilai apresiasi mata uang USD, atau sering disebut dengan istilah Greenback, dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar Asia hari Senin (07/ 09/ 2015) ini, mencoba untuk pulih kembali pergerakan positifnya. Greenback dilaporkan bergerak melemah nilai apresiasinya dikarenakan imbas dari hasil rilis data ekonomi Amerika yang tidak mendukung gerak positif.

Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USd bergerak menguat atas mata uang Jepang, Yen. Apresiasi mata uang USD/ JPY bergerak menguat nilai apresiasinya sekitar 0.1%, dengan berada di kisaran level 119.25. Gerak nilai apresiasi mata uang tersebut, bergerak menjauh dari level terendah di sesi perdaganagn pasar di hari Jumat minggu lalu, yaitu di kisaran level 118.60, ketika Greenback bergerak melemah sebesar 1%.

Telah dilaporkan bahwa rilis data kerja Amerika yang beragam gagal memberikan banyak indikasi kuat atas kejelasan pada kapan waktu untuk kenaikan suku Federal Reserve akan dilakukan. Kebijakan kenaikan suku bunga The Fed sudah lama ditunggu-tunggu oleh para pelaku pasar global.

Menurut persepsi dari kepala analis mata uang global di Citi bahwa, masalahnya adalah angka-angka ini mungkin konsisten dengan pertumbuhan terbaik PDB di level 2% sampai 2.5%, level tersebut cukup baik untuk memulai normaliasai suku bunga Amerika. Namun masih belum cukup untuk melayani sebagai lokomotif untuk seluruh dunia.

Angka-angka tersebut datang dengan latar belakang kecemasan terhadap pasar ekuitas global dan perlambatan ekonomi China, yang telah memimpin para investor untuk mengurangi keyakinan bahwa pihak berwenang The Fed akan menaikkan tingkat suku bunga paling cepat pada pertemuan bulan ini.

Christine Lagarde, Pejabat International Moneter Fund, pada akhir pekan lalu mengatakan bahwa The Fed seharusnya tidak terburu-buru untuk memutuskan untuk naikan tingkat suku bunga. Menurut Christine Lagarde, seharusnya langkah tersebut hanya terjadi ketika mereka bisa memastikan bahwa keputusan tersebut tidak mungkin ditarik mundur, dikembalikan lagi dikemudian hari.

Banyak negara berkembang yang mencemaskan bahwa kenaikan suku bunga oleh The Fed akan memicu arus keluar modal besar-besaran dari masing-masing negara berkembang tersebut. Aliran modal yang keluar dari negara-negara berkembang tersebut menuju ke aset berdenominasi dengan Greenback. Tentunya keadaan tersebut pastinya dapat menimbulkan gejolak yang akan merugikan laju pertumbuhan ekonomi global.

Para menteri keuangan dan bankir bank sentral dari negara dengan tingkat ekonomi 20 besar di dunia membahas masalah tersebut secara keseluruhan pada pertemuan di Ankara, ucap Lagarde dalam sebuah konfresi pers setelah pidatonya. “Kalau boleh saya katakan, mereka harus melakukan itu dengan berpikir dengan benar-benar baik,” demikian yang disampaikan oleh Christine Lagarde. Dengan kata lain adalah bukan hanya coba-coba dan kemudian kembali ke kebijakan lamanya.

Jadi, apa yang kami katakan adalah, bahwa pihak IMF berpikir bahwa lebih baik untuk memastikan bahwa data ekonomi benar-benar sudah terkonfirmasi dengan baik, serta tidak ada ketidakpastian, terhadap kestabilan harga, lapangan kerja serta jumlah pengangguran, sebelum mereka benar-benar mengambil langkah tersebut, demikian tambah dari Lagarde.

Gerak nilai bursa saham China pada sesi perdagangan pasar Asia hari Senin (07/ 09/ 2015) ini, dilaporkan telah bergerak positif, bergerak menguat. Pergerakan positif pada gerak nilai saham China terjadi, seiring pasar China kembali dibuka untuk pertama kalinya sejak libur dan ditutup pada hari Rabu minggu lalu.

Sebanyak sekitar 15 buah saham dilaporkan bergerak naik untuk setiap satu yang turun di indeks Shanghai Composite, yang pada pagi tadi bergerak menguat sekitar 0.65% di kisaran level harga 3,180.748. Nilai pergerakan Indeks Hang Seng 33 juga dilaporkan telah bergerak secara positif, bergerak naik sebesar 0.38% di kisaran level harga 20,920.67.

Negara China saat ini sedang bekerja untuk berusaha menenangkan kecemasan di kelompok 20 negara ekonomi besar dunia yang berkumpul di Turki pada akhir pekan lalu. Para pejabat Negara maju tersebut memperkirakan bahwa gerak niali apresiasi mata uang dan gerak nilai pasar saham global akan bergerak stabil dalam beberapa pekan mendatang.

Zhou Xiaochuan, Gubernur People Bank of China (PBoC), dalam pernyataannya telah mengatakan bahwa kejatuhan di pasar ekuitas China sudah mendekati periode akhirnya, dan negara saat ini sedang berusaha melakukan intervensi untuk mencegah resiko sistemik dan hentikan pergerakan jatuh bebas.

Kepala analis pasar di sekuritas di Sydney telah mengatakan bahwa fokus utama pekan ini adalah pasar China yang di buka kembali, dengan para pelaku pasar global akan melihat data tentang ekspor dan inflasi dari Beijing. Para pelaku pasar global telah meningkatkan kecemasannya terhadap perlambatan ekonomi di China.

Pihak terkait negara China akan memberikan rilis data terbaru atas kondisi cadangan devisa paling cepat hari Senin, itu akan memberikan beberapa petunjuk bagi para pelaku pasar global. Rilis data tersebut mengacu pada petunujuk, pada seberapa besar dana yang sudah digelontorkan oleh regulator untuk menopang pasar saham lokal dan nilai apresiasi mata uang Yuan.

Dialporkan bahwa gerak harga minyak sedikit melemah di sesi perdagangan pasar Asia pada hari Senin (07/ 09/ 2015) ini. Kondisi perdagangan pasar berpotensi untuk bergerak tipis karena adanya kondisi pasar Amerika. Kondisi pasar di Amerika tersebut yaitu, dengan pasar di Amerika dan Kanada ditutup untuk hari libur Labour Day.
Dilaporkan bahwa di New York Mercantile Exchange, gerak harga minyak mentah untuk kontrak bulan Oktober turun sekitar 1.35% di $45.42 per barel.

Pada sesi perdagangan pasar di pekan lalu, gerak nilai harga minyak mentah turun pada hari Jumat. Hal tersebut terjadi, seiring dengan ketakutan para pelaku pasar atas perkembangan laju ekonomi globa, yang telah turut pula meningkatkan kecemasan para pelaku pasar global atas suplai minyak global yang meningkat. Kondisi tersebut mungkin akan bertahan untuk waktu yang lebih panjang dari perkiraan para pelaku pasar.

Dalam laporan grup riset industri Baker Hugher pada Jumat malam mengatakan bahwa jumlah pengeboran rig untuk minyak di Amerika dilaporkan telah turun. Jumlah pengeboran rig minyak Amerika turun sebanyak 13 pada pekan lalu sehingga menjadi 662. Penurunan ini adalah merupakan gerak penurunan pertama dalam kurun waktu tujuh pekan terakhir.

Angka rilis laporan Non Farm Payroll (NFP) pada minggu lalu, telah dilaporkan bergerak naik. Namun meski kondisinya demikian, angka kenaikan tersebut ternyata masih berada di bawah estimasi para pelaku pasar. Dilaporkan bahwa rilis NFP untuk pertumbuhannya adalah 173.000 pada bulan lalu, angka tersebut lebih rendah dari bulan Juli yang direvisi untuk kenaikan 245.000, dan ini merupakan kenaikan terkecil dalam lima bulan. Namun tingkat pengangguran bergerak turun menuju pada di dekat level terendah pada kurun waktu 7 setengah tahun dan nilai upah naik.

Para pejabat terkait dari Federal Reserve Amerika akan segera menerapkan kebijakan untuk menaikkan tingkat suku bunga di tahun ini, dan peluang kenaikan suku bunga pada rapat moneter dua pekan mendatang masih terbuka setelah data Non Farm Payrolls (NFP) Amerika dinilai cukup bagus. Departemen Tenaga Kerja Amerika pada hari Jumat minggu lalu, telah melaporkan bahwa di sepanjang bulan Agustus, laju perekonomian di Amerika telah berimbas pada kebutuhan pekerja.

Dilaporkan bahwa akibat pertumbuhan ekonomi Amerika tersebut sehingga lapangan kerja terbuka, menambah 173.000 pekerja di luar sektor pertanian. Dengan kondisi tersebut, maka tingkat pengangguran telah bergerak turun menjadi 5,1%. Para pelaku pasar sebelumnya memperkirakan akan terjadi penambahan sekitar 220.000 pekerja, dengan tingkat pengangguran sebesar 5,2%. Tingkat pengangguran 5,1% dipertimbangkan sebagai full employment oleh Federal Reserve. Selain itu tingkat rata-rata kenaikan nilai gaji adalah sekitar 0,3%, lebih tinggi dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya yaitu sebesar 0,2%.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (07/ 09/ 2015) ini, gerak aktivitas perdagangan pasar global besar kemungkinan akan cenderung menjadi lebih sepi daripada kondisi perdagangan pasar biasanya. Hal tersebut dikarenakan adanya kondisi, dengan ditutupnya sesi perdagangan pasar Amerika nanti karena hari libur Labour Day. Perlu diperhatikan pula bahwa, perdagangan di pasar saham di China akan ditutup pada hari Kamis dan hari Jumat. Sesi perdagangan pasar di China ditutup pada hari-hari tersebut, karena untuk parade perayaan kemenangan Perang Dunia ke II. Sesi perdagangan pasar China akan dibuka kembali pada hari Senin.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Hang Seng 33 Positif Respons Wall Street’ Stocks Movement, Greenback Terkoreksi Major Usai FOMC

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Pounsterling, bergerak menguat. Gerak nilai apresiasi mata uang Sterling bergerak positif, melonjak signifikan terhadap Greenback ke level terkuatnya

Fundamental 0 Comments

Kondisi Global Dongkrak Harga Emas, Para Pelaku Pasar Hendaknya Tetap Waspada Rebound Harga

Pada sesi perdagangan Selasa (09/ 12/ 2014) ini, gerak harga emas tengah diperdagangkan lebih tinggi. Hal ini karena didukung oleh perkiraan para pelaku pasar bahwa sebagian besar bank sentral dunia

Komoditas 0 Comments

Euro dan Emas Tengah Dalam Kondisi Kelam, Amerika Mulai Berbenah

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Jumat (12/ 06/ 2015) ini, telah dilaporkan bahwa gerak harga emas masih bergerak dalam kondisi harga mengalami pelemahan. Gerak pelemahan harga emas ini

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image