Perlemahan Emas Masih Potensial, Amerika Didukung Negara – negara Arab

16249_506996652707703_964692964_nPerlemahan harga emas terpantau masih menurun pada perdagangan hari Jumat siang ini. Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (11/ 09/ 2014) kemarin, pasar emas kembali diperdagangkan melemah. Hal ini terjadi karena adanya rumor pasar bahwa Federal Reserve akan segera menaikkan suku bunga bank lebih cepat dari yang diperkirakan pasar. Indeks USD yang terus diperdagangkan menguat telah memberikan tekanan pada pasar emas dan kehilangan daya tarik. Dari Amerika juga dilaporkan bahwa Presiden Amerika, Barack Obama, dengan tegas memutuskan akan melakukan serangan udara ke lokasi ISIS yang telah menyebar dari Suriah ke Irak.

Amerika juga akan bergabung dengan Uni Eropa untuk mengenakan sanksi yang lebih banyak kepada Rusia atas dukungan Moskow ke gerakan separatis di Ukraina. Amerika mendapatkan dukungan dari negara - negara Arab untuk melakukan kampanye militer terkoordinasi terhadap militant ISIS.

Ini tentunya dapat memuluskan rencana Presiden Barack Obama yang ingin menyerang ISIS yang telah menguasai sebagian wilayah Irak dan Syria. Setelah pertemuan di Jeddah, Menteri Luar Negeri Amerika John Kerry mendapatkan dukungan dari 10 negara Arab antara lain yaitu negara Mesir, Irak, Jordan, Libanon, Arab Saudi, dan Qatar. Namun Iran dan Syria tidak diikutkan dalam pertemuan tersebut. Hal ini adalah karena masih buruknya hubungan diplomatik antara Amerika dengan kedua negara tersebut. “Negara Arab dapat memainkan peran penting termasuk dukungan militer, bantuan kemanusiaan, dan penghentian aliran dana ilegal,” tutur Kerry. Narasumber Reuters mengatakan Amerika juga meminta izin untuk meningkatkan aktivitas markas militernya di wilayah Arab termasuk peningkatan penerbangan pesawat Amerika di wilayah udara negara Arab. Meski demikian, Kerry menegaskan tidak ada satu pun negara yang akan mengirimkan tentara daratnya sebagai bagian dari kampanye militer. Kondisi ini tentunya akan membawa dampak tersendiri terhadap kondisi geopolotik dunia maupun kondisi ekonomi dunia, yang akan dirasakan pasar global diawali di Jumat ini. Selain itu, perkembangan kondisi United Kingdom juga perlu diperhatikan. Referendum Skotlandia mendatang juga kemungkinan akan membuat para pelaku pasar kembali pada ketidakpastian. Jajak pendapat terbaru menunjukkan bahwa terdapat selisih yang tidak terlalu besar atas Pro-Kemerdekaan dan tidak. Meskipun kekhawatiran tentang referendum kemerdekaan Skotlandia mereda, dan memungkinkan para pelaku pasar untuk kembali fokus pada penguatan ekonomi negeri Inggris. Hal ini sedikit banyak menyulut isu perpecahan negeri Inggris.

Harga emas sempat terdukung untuk menguat, namun masih belum mampu menghapus kerugian yang dialami sejak perdagangan sesi Eropa hari ini. Hal yang mendukung tersebut adalah ketika laporan dari Departemen Tenaga Kerja Amerika menyatakan bahwa angka klaim pengangguran telah mengalami kenaikan sebanyak 11.000 yang disesuaikan secara musiman menjadi 315.000 pada pekan yang berakhir 6 September. Kembali menguatnya rumor pasar bahwa Federal Reserve berencana akan segera menaikkan suku bunga karena menjelang pertemuan FOMC minggu depan. Emas kehilangan daya tariknnya setelah melemahnya tekanan inflasi dan menguatnya mata uang USD yang terus mencatatkan level tertinggi baru. Harga emas berjangka kontrak untuk Desember pada sesi perdagangan Kamis ditutup mengalami koreksi dengan kerugian sebesar $6.30 US atau 0.50% berakhir pada $1,239.00 US/ troy ons di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Harga emas di pasar spot juga turun sebesar $8.80 US atau 0.7% berakhir pada $1,241.10 US, setelah sebelumnya harga sempat diperdagangkan hingga ke harga $1,250.00 US dan capaian harga rendah harian $1,234.75 US. Harga emas berjangka kembali mendapat tekanan yang kuat ketika harga obligasi telah mengalami kenaikan di wilayah Amerika. Pada imbal hasil obligasi 10 tahun, acuan pinjaman telah mengalami penurunan ketika harga telah mengalami peningkatan, dimana telah turun sebanyak 2 basis poin menjadi 2.516%, sedangkan untuk jangka waktu 30 tahun, imbal hasil obligasi telah turun 2.5 basis poin menjadi 3.245% dan pada jangka waktu 5 tahun, imbal hasil obligasi turun 2.5 basis poin menjadi 1.757%. Dilaporkan juga bahwa harga perak untuk pengiriman di bulan September naik 0,7% ke berakhir di level $18,61.2 US/ ons.

Diperkirakan bahwa pada sesi perdagangan hari ini, pasar emas mungkin akan diperdagangkan pada volatlitas yang lebih besar. Harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran level harga $1,243.70 US - $1,231.00 US. Harga emas berpeluang kuat untuk mencapai level $1,180 US yang merupakan support kuatnya dan merupakan level harga terendah sejak tahun lalu. Kondisi ini akan semakin berpeluang terjadi, jika Federal Reserve ternyata mengakhiri program QE dan menaikkan suku bunga sesegera mungkin. Resistance emas yang cukup kuat berada pada kisaran level harga $1,258.00 US, dengan target potensial pada level harga $1,268.30 US. Para pelaku pasar akan menunggu rilis data Retail Sales Amerika yang diperkirakan akan menunjukkan hasil yang lebih baik.

About author

You might also like

USD Trimbas Data Negatif Semalam, Kesempatan Major Lain Menggeliat

Pada perdagangan di hari Kamis (16/ 10/ 2014) ini mata uang USD telah diperdagangkan melemah terhadap major currencies lainnya setelah rilisnya laporan semalam. Indeks USD dilaporkan telah diperdagangkan terkoreksi melemah

Komoditas 0 Comments

Gerak Nilai Harga Minyak Terjerembab, Jepang Terbeban Pajak Tinggi

Gerak nilai apresiasi mata uang uni Eropa, yaitu mata uang Euro, pada sesi perdagangan pasar di hari Kamis (08/ 10/ 2015) ini, tampak bergerak agak jatuh terhadap Greenback. Hal tersebut

Forex News 0 Comments

Jelang Keputusan Moneter BOJ, Yen Menguat

Setelah melemah dalam dua hari beruntun, yen menguat pada perdagangan sesi Asia hari ini, jelang keputusan kebijakan moneter Bank of Japan. BOJ diperkirakan akan mempertahankan kebijakan sembari mengamati perkembangan penurunan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image