Pernyataan Yellen Versus Atas Draghi’s Comment, Greenback Tekan Kuat Para Oposan

18263_555676661231164_78780644529032127110_nTelah dilaporkan bahwa, pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (04/ 11/ 2015) kemarin gerak nilai harga emas mengalami koreksi yang kuat. Gerak nilai harga emas melemah dan terperosot tajam. Gerak nilai harga emas terkoreksi dan melemah, anjlok di awal sesi perdagangan pasar Amerika, setelah sempat flat di sesi perdagangan pasar Asia hingga pada sesi perdagangan pasar Eropa pada hari Rabu kemarin. Volume perdagangan nampak membesar setelah adanya komentar dari pihak berwenang The Fed dalam jadwal press conferencenya semalam.

Hal tersebut terjadi, setelah Gubernur utama Federal Reserve, Janet Yellen, mengkonfirmasi adanya kemungkinan adanya kenaikan suku bunga pada pertemuan The Fed pada bulan Desember mendatang. Hal ini diungkapkan oleh Janet Yellen pada press conferencenya semalam waktu sesi perdagangan pasar hari Rabu. Mengutip dari CNBC, probabilitas kenaikan suku bunga setelah testimoni Janet Yellen telah naik menjadi 60% berdasarkan data dari CME Group.

Janet Yellen telah mengungkapkan testimoninya yang dilakukan di hadapan House Financial Services Committee, bahwa akan ada pembicaraan yang serius untuk kebijakan menaikan suku bunga dalam “Live Meeting” pada pertemuan The Fed pada bulan Desember mendatang. Janet Yellen mengungkapkan bahwa jika pasar tenaga kerja membaik, laju inflasi terus meningkat maka ada kemungkinan suku bunga berubah pada pertemuan Desember.

Penurunan gerak nilai harga emas juga dipertajam dengan dirilisnya hasil data ADP Employment Amerika yang dirilis lebih baik dari perkiraan para pelaku pasar sebelumnya, dimana data dirilis lebih baik dari perkiraan dan data sebelumnya pada 180K (F) dan 200K(P). Dari data ekonomi, data ADP Eployment Amerika dirilis naik sebanyak 182K selama periode November. Data indeks aktivitas non-manufaktur Amerika telah juga menunjukkan kenaikan di bulan Oktober, menjadi 59,1 dari bulan sebelumnya 56,9. Sedangkan untuk defisit neraca perdagangan bulan September telah menyempit menjadi $1,7 milyar US dari sebelumnya defisit $2,7 milyar US.

Rilis data tersebut membawa gerak nilai apresiasi mata uang USD jadi bergerak naik tajam mencapai level 98 selama sesi perdagangan berlangsung. Menyusul laporan tersebut, gerak nilai apresiasi mata uang USD terus beranjak naik dan menekan gerak nilai harga di pasar oposan mata uang USD, khususnya gerak nilai harga emas di sepanjang sesi perdgangan pasar Amerika berlangsung. Index Dolar Amerika dilaporkan telah ditutup dengan kondisi positif. Indeks USD tercatat naik sebanyak 68 poin atau 0.69% dengan berakhir pada level 97.90, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi 98.06 dan serendah 97.20.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga emas spot telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar di hari Rabu (04/ 11/ 2015) dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $10.20 US atau 0.91%. Gerak nilai harga emas spot tercatat dengan berakhir pada level $1,107.000 US. Gerak nilai harga emas spot sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,122.700 US dan serendah $1,106.267 US. Dalam pergerakan nilai harga sepekan lalu, gerak nilai harga emas spot telah mencatatkan angka kerugian sebesar $22.30 US atau 1.92%.

Juga telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga emas berjangka kontrak Desember di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, menyelesaikan sesi perdagangan pasar di hari Rabu (04/ 11/ 2015) dengan mencatatkan angka kerugian sebesar $7.90 US atau 0.7%. Gerak nilai harga emas berjangka berakhir pada level $1,106.2000 US/ ons. Dalam pergerakan nilai harga sepekan lalu, gerak nilai harga emas berjangka kontrak Desember telah mencatatkan angka kerugian sebesar $21.40 US atau 1.84%.

Terhadap gerak nilai apresiasi major currencies, pernyataan Janet Yellen pun berdampak kuat, apalagi dalam kondisi di dalam hal ini, Uni Eropa sendiri pun, Presiden European Central Bank (ECB) juga telah merilis pernyataan yang berseberangan bila menyangkut gerak nilai apresiasi mata uang Euro.

Presiden European Central Bank, Mario Draghi, menyampaikan komentar yang memberikan tekanan bagi gerak nilai apresiasi mata uang Euro. Mario Draghi kembali menegaskan bahwasannya ada kesiapan dari ECB untuk menambah stimulus guna menangkal tekanan deflasi. Namun gerak nilai apresiasi mata uang Euro terkoreksi merosot tajam, setelah merespon testimoni Gubernur utama Federal Reserve, Janet Yellen. Perbedaan kebijakan kedua bank sentral tersebut akan semakin lebar jika ECB menambah stimulus moneter, sementara di pihak The Fed ada rencana menaikkan suku bunga.

Dalam penyampaian testimoninya di hadapan House Financial Services Committee. Janet Yellen mengatakan bahwa suku bunga akan naik di bulan Desember jika data-data ekonomi Amerika sesuai dengan ekspektasi atau lebih baik Untuk saat ini, Gubernur utama The Fed tersebut masih mengatakan kalau belum data keputusan yang dibuat, dan naik atau tidaknya suku bunga akan bergantung pada evaluasi di bulan Desember. Setelah adanya testimoni dari Janet Yellen di hadapan House Financial Services Committee, Reuters kemudian memberitakan Presiden Federal Reserve New York, Willam Dudley, yang mengatakan bahwa dia sangan setuju dengan pernyataan dari Janet Yellen tersebut.

Dua pernyataan dari para pimpinan Central Banks tersebut telah berdampak negatif terhadap gerak nilai apresiasi mata uang Euro. Gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa tersebut terkoreksi kuat, bergerak merosot terhadap Greenback dan telah menyentuh level terendah dalam kurun waktu empat bulan. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD telah sempat diperdagangkan di kisaran level 1.0864 pada pagi tadi.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD juga melesat ke level tertinggi dalam kurun waktu tiga bulan terhadap mata uang negara Jepang, yaitu mata uang Yen. Kondisi ini terjadi, pun karena dampak dari pernyataan Janet Yellen di hadapan House Financial Services Committee. Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY telah diperdagangkan pada kisaran level 121.61 dini hari tadi, dengan level terendah harian 121.00, dan tertinggi 121.71.

Gerak nilai harga minyak telah dilaporkan bahwa sedikit menguat pada awal sesi perdagangan pasar Asia pada hari Kamis (05/ 11/ 2015) ini, setelah kerugian pada sesi sebelumnya pada perilisan angka dari pemerintah yang menunjukkan kenaikan cadangan minyak mentah Amerika untuk enam pekan beruntun.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak merosot sekitar 4% pada sesi perdagnagan pasar di hari Rabu kemarin. Kondisi tersebut terjadi, setelah Energy Information Administration (EIA) mengatakan cadanagn minyak mentah Amerika telah naik sebanyak 2.85 juta barel pada pekan lalu, dimana hasil tersebut sejalan dengan perkiraan, meskipun ada penurunan di dalam impor yang ke level terendah sejak 1991.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak WTI telah naik sebesar 22 sen menjadi $46.54 US/ barel dalam perdagangan yang tipis pada pagi tadi. Kontrak turun sebanyak $1.58 US, atau 3.3%, menjadi $46.32 US pada hari Rabu. Sementara itu gerak nilai harga minyak Brent naik sebesar 27 sen menjadi $48.85 US/ barel, setelah turun 3.9% pada hari Rabu.

Data rilis ekonomi Amerika telah turut memberikan dampak negatif dan tidak banyak kesempatan untuk perbaikan lebih lanjut pada tahap ini di dalam keseimbangan permintaan/suplai. Selain itu juga kondisi para pelaku pasar juga masih enggan untuk membeli dan produksi pada dasarnya stabil, demikian menurut Ric Spooner, kepala analis di CMC Market di Sydney. Hal lainnya yang berkontribusi terhadap sentimen bearish secara umum adalah dokumen internal OPEC yang dipublikasikan oleh Reuters yang menunjukkan lemahnya permintaan untuk beberapa tahun kedepan untuk minyak dari kelompok produsen tersebut.

Memasuki sesi perdagangan pasar di hari Kamis (05/ 11/ 2015) ini, para pelaku pasar bai di perdagangan komoditas emas, perak, minyak dan juga pasar global akan terfokus pada pertemuan Bank of Engalnd (BoE), data Klaim Pengangguran Amerika, dan beberapa jadwal Press Conference Member dari FOMC. Perhatian para pelaku pasar kini tertuju pada data penambahan tenaga kerja versi pemerintah hari Jumat, yang akan memperjelas peluang kenaikan suku bunga akhir tahun.

About author

You might also like

Komoditas 0 Comments

Kebijakan China Atas Yuan Berimbas Luas, Data Inggris Ditunggu Pasar

Kondisi para pelaku pasar di sesi perdagangan pasar hari Rabu (12/ 08/ 2015) ini adalah tengah menantikan kondisi gerak nilai apresiasi mata uang Sterling saat merespon pada hasil data tenaga

Komoditas 0 Comments

Data FOMC Dirilis, Emas dan Euro Rawan Tekanan

Gerak harga emas telah terkoreksi cukup tajam dan menutup rentang harga gap yang sebelumnya telah terjadi pada waktu awal pekan lalu, setelah menyimak rilis hasil pertemuan FOMC Minutes semalam yang

Fundamental 0 Comments

Euro Kondisi Tertekan Di Pasar, USD Sementara Masih Berkibar

Gerakan apresiasi mata uang USD pada hari ini (Rabu, 06/ 11/ 2013) bergerak menguat terhadap mata uang negara Jepang, yen. Harga pembukaan pasar berada pada 98.51 di awal perdagangan (00.00

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image