Pertemuan Doha Kandas, Nikkei dan Minyak Terjerembab

0a0a_0aa_0002_02751_0a0aaa01_0021275_06785546_n_1426068017-xdxysasaki_nozomi_ypzcDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY bergerak turun untuk hari kedua. Kondisi tersebut terjadi, setelah gerak nilai harga komoditas minyak melemah. Hal lain yang turut mendorong kondisi tersebut adalah bahwa, rekan Jepang di G-20 sinyalkan sikap yang berlawanan terhadap negara Jepang yang berencana akan intervensi pasar untuk membatasi penguatan 11% pada nilai apresiasi mata uang Yen pada tahun ini.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah sempat bergerak turun sebesar 0.6% di level 108.08. Angka tersebut mendekati level terbawah dalam 17 bulan di 107.63 yang dicapai tanggal 11 April.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY tengah bergerak menuju level terbawah dalam 17 bulan. Keadaan tersebut terjadi, akibat dampak dari negosiasi di Doha diantara para anggota OPEC dan produsen lainnya berakhir tanpa adanya kesepakatan untuk membatasi suplai. Hasil dari keadaan tersebut adalah, tentunya membuat gerak nilai harga komoditas minyak mentah turun lebih dari 5%.

Jack Lew, Menteri keuangan Amerika, pada hari Jumat mengatakan bahwa pergerakan mata uang masih terlihat “teratur” - ini adalah sebuah sinyal bahwa Amerika tidak melihat perlunya pandangan untuk adanya intervensi mata uang Yen sebagai sesuatu yang dibenarkan. Penolakan tersebut datang setelah pejabat Jepang memperingatkan terhadap pergerakan nilai tukar yang searah dan para spekulan meningkatkan keyakinan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Yen akan menguat lebih lanjut.

Analis pasar di Westpac Banking Corp di Auckland mengatakan bahwa penyebab utama aset safe haven Yen bergerak adalah adanya aksi hindar aset beresiko, dengan pasar melakukan aksi jual terhadap mata uang komoditas dan membeli mata uang Yen. Untuk sementara ini masih belum jelas apakah komentar dari G-20 seharusnya akan menenangkan ketakutan atas terjadinya intervensi. Masih ada tekanan yang bertentangan dan itu masih terlihat abu-abu.

Gerak nilai harga indeks saham Jepang dilaporkan bergerak melemah di awal pekan ini. Hal tersebut terjadi, karena pelemahan gerak nilai harga komoditas minyak. Selain itu, faktor lain yang turut menunjang keadaan tersebut adalah, juga karena penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Yen. Gerak penguatan nilai apresiasi mata uang Yen terjadi, akibat dari setelah pembicaraan negosiasi pembatasan level produksi di Qatar berakhir tanpa adanya kesepakatan.

Gerak nilai harga indeks saham Nikkei dilaporkan bergerak melemah sebesar 395 poin atau 2.36% di level harga 16,340. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan bergerak turun sebanyak 0.69% di kisaran level 108.05. Juga dilaporkan bahwa, gerak nilai harga komoditas minyak WTI turun sebanyak 5.6% di kisaran harga $38.10.

Analis dari Pengana Capital Ltd di Melbourne mengatakan bahwa kami melihat adanya fluktuasi karena pasar bereaksi terhadap kejatuhan harga minyak. Itu telah menjadi pemicu untuk adanya aksi ambil untuk di beberapa ekuitas. Pasar mungkin akan bergerak turun lebih lanjut karena laporan pendapatan perusahaan mungkin tidak akan menolong pelemahan indeks saham akhir-akhir ini.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak minyak melemah lebih dari 5% pada awal pekan ini. Hal tersebut terjadi, setelah negara-negara produsen minyak terbesar di dunia gagal untuk mencapai kesepakatan pembatasan level produksi. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak WTI bergerak melemah turun sebesar 5.67% di level $38.07 US/ barel.

Sebuah pertemuan diantara para eksportir minyak terbesar di dunia yang diharapkan untuk merumuskan pembatasan output di level bulan Januari gagal mencapai ekspektasi pasar. Kondisi tersebut terjadi, setelah Iran pada menit-menit akhir membuat keputusan untuk tidak menghadiri pertemuan tersebut. Hal lain yang turut menunjang gagalnya pertemuan Doha tersebut adalah, karena pemimpin OPEC secara de facto, Arab Saudi, berjanji untuk tidak akan mengentikan produksinya kecuali produsen utama lainnya melakukan hal yang sama.

Negara Iran secara konsisten mempertahankan sikap mereka bahwa mereka tidak mempertimbangkan untuk membatasi atau mengurangi level produksi. LAngkah tersebut tetap dilakukan oleh pihak Iran, sampai mereka mendapatkan kembali pangsa pasar mereka, setelah dicabutnya sanksi internasional di bulan Januari.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Dollar Menanti Pernyataan Pejabat the Fed

Dollar AS terhampar dekat level tinggi 3 pekan terhadap sejumlah mata uang utama pada hari Jumat, namun dapat kesulitan untuk menambah gain seiring investor menanti kejelasan mengenai jalur kebijakan Federal

Pergantian Mentri Energi Arab Saudi Tak Merubah Kebijakan Strategi, Intervensi Verbal Taro Aso Berdampak Pada Yen

Telah teramati sejak sesi perdagangan pasar di pekan lalu, Taro Aso, Menteri Keuangan Jepang, tampak gencar melakukan intervensi verbal terhadap gerak nilai apresiasi mata uang Yen. Hal tersebut telah membuat

Berita 0 Comments

Emas Tergerus Imbas Data Amerika

Gerak harga emas hari Selasa (28/ 10/ 2014) ini berpotensi menguat. Akan tetapi, penguatan harga tersebut adalah pada kisaran yang sempit ketika sesi perdagangan Asia berlangsung hingga pembukaan sesi pasar

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image