Pertumbuhan Ekonomi China Tidak Menarik Bagi Investor Eropa, Harga Emas dan Minyak Bergerak Positif

1902079_600852683322099_1501880045_nPada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (10/ 06/ 2015) pagi ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot LLG mengalami pergerakan yang terbatas. Gerak harga emas belum bergerak banyak dari posisi penutupan di sesi perdagangan pasar sebelumnya. Pada akhir sesi perdagangan pasar Amerika di hari Rabu (10/ 06/ 2015) dini hari tadi, telah dilaporkan bahwa gerak harga harga emas spot LLG dan berjangka Comex kembali ditutup di zona hijau. Gerak harga emas telah bergerak positif dan melonjak bersamaan pula dengan kenaikan harga-harga komoditas lain di bursa. Gerak harga saham yang bergerak flat juga memberikan sinyal bullish pada gerak harga emas.

Pada sesi perdangan Amerika semalam, dilaporkan bahwa sesi perdagangan pasar diisi oleh adanya rilis data Wholesales Invetories Amerika. Laporan data rilis Wholesales Invetories Amerika telah mencatatkan angka kenaikan sebesar 0.4% tingkat persedian pada periode April. Wholesales Invetories Amerika data yang telah dirilis tersebut lebih buruk dari perkiraan para pelaku pasar dan dari data sebelumnya yang masing-masing berada pada angka 0.2% (F) dan 0.2% (P). Akan tetapi ternyata hasil rilis data tersebut tidak memberikan dampak yang besar bagi gerak harga emas. Potensi kenaikan permintaan komoditas emas fisik telah menjadi pendorong yang signifikan bagi pergerakan harga emas. Adanya sinyal untuk terjadinya aksi bargain hunting emas spot di China setelah harga melemah anjlok ke level terendah sejak Maret pada hari Jumat lalu.

Dilaporkan bahwa gerak harga emas premium spot di Shanghai Gold Exchange mengalami kenaikan menjadi $ 2,5 US/ troy ons dari sebelumnya berada pada kisaran $ 1,5 - $ 2 US/ troy ons yang terjadi di pekan lalu. Mata uang USD yang bergerak retreat juga turut memberikan dukungan pada gerak harga emas. Komoditas emas yang memang kerap kali dijadikan sebagai sarana alternative para pelaku pasar untuk melakukan tindakan hedging ini telah mengalami gerak penurunan harga selama tiga pekan berturut-turut hingga penutupan sesi perdagangan pasar pada pekan lalu. Pada kondisi saat ini, para pelaku pasar kembali berupaya mencari sinyal-sinyal maupun momment yang tepat untuk mulai kembali melakukan aksi beli.Dilaporkan juga mengenai gerak harga emas spot LLG, bahwa pada akhir sesi perdagangan pasar Amerika di hari Rabu (10/ 06/ 2015) dini hari tadi, telah berada di posisi $ 1.176,60 US. Gerak harga emas telah mengalami gerak kenaikan sebesar $ 2,85 US atau setara dengan 0,2 % jika dibandingkan dengan penutupan di sesi perdagangan pasar sebelumnya yang berada di level $ 1.173,85 US/ troy ons. Dilaporkan juga mengenai gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk kontrak Agustus telah ditutup dengan kondisi harga naik $ 4 US di posisi $ 1,177,60 US/ troy ons. Telah dilaporkan juga bahwa pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (10/ 06/ 2015) ini, dengan mengacu pada situs resmi logam mulia bahwa, harga emas yang dijual PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) di harga Rp 553.000, naik sebesar Rp 2.000 dari harga di hari sebelumnya yaitu Rp 551.000/gram. Untuk harga buyback logam mulia milik Antam di hari Rabu (10/ 06/ 2015) ini, dilaporkan naik sebesar Rp 1.000, sehingga menjadi senilai Rp 499.000, naik dari hari sebelumnya yaitu Rp 498.000/gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (10/ 06/ 2015) ini, yaitu untuk harga emas pecahan 500 gram - Rp 256.800.000, pecahan 250 gram - Rp 128.500.000, pecahan 100 gram - Rp 51.450.000, pecahan 50 gram - Rp 25.750.000, pecahan 25 gram - Rp 12.900.000, pecahan 10 gram - Rp 5.190.000, pecahan 5 gram - Rp 2.620.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 553.000.

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (10/ 06/ 2015) ini, telah dilaporkan bahwa gerak harga minyak mentah kembali bergerak dalam volatilitas tinggi dan ditutup menguat tajam di akhir sesi perdagangan pasar di hari Rabu dini hari tadi. Gerak harga komoditas minyak mentah ini terjadi gerak melonjak karena adanya peningkatan permintaan musiman di negara-negara maju. Selain kondisi tersebut, adanya ekspektasi atas turunnya produksi shale di Amerika telah pula memberikan kontribusi positif serta mampu menurunkan dampak negatif dari pembengkakan pasokan minyak mentah global.

Pada akhir sesi perdagangan pasar Amerika di hari Rabu (10/ 06/ 2015) dini hari tadi, harga minyak mentah jenis WTI berjangka untuk kontrak bulan Juli telah ditutup dengan membukukan angka kenaikan mantap. Gerak harga komoditas minyak mentah jenis WTI berjangka telah ini ditutup dengan kondisi gerak harga melejit positif sebesar $ 2,0 US atau sekitar 3,44 % di level harga $ 60,14 US/ barel. Gerak harga minyak mentah Brent juga dilaporkan telah mengalami gerak penguatan yang signifikan. Gerak harga minyak mentah Brent dilaporkan telah ditutup melonjak sebesar $ 2,40 US pada posisi $ 65,00 US/ per barel.

Energy Information Administration dalam outlook energi jangka pendeknya dilaporkan telah menaikkan proyeksi pertumbuhan produksi minyak mentah di tahun 2015 menjadi 690 ribu barel/ hari dari sebelumya sekitar 530 ribu barel/ hari. Tetapi Energy Information Administration juga menurunkan proyeksi untuk tahun 2016 menjadi 160 barel/ hari dari proyeksi yang telah diperkirakan sebelumnya yaitu di level 200 ribu barel/ hari. Adanya pertumbuhan atas permintaan diperkirakan akan mengalami peningkatan menjadi 380 ribu barel/ hari. Perkiraan tersebut berbeda dari proyeksi bulan lalu yaitu di level 340 barel/ hari untuk tahun 2015. Untuk proyeksi permintaan tahun 2016, masih tetap di level 70 ribu barel/ hari.

Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (10/ 06/ 2015) ini, gerak harga minyak mentah dilaporkan telah bergerak makin terbang tinggi. Gerak harga minyak mentah diperdagangkan pada level $ 60,54 US/ barel. Gerak harga minyak mentah telah mengalami gerak open gap harga lebih tinggi, dibandingkan posisi penutupan perdagangan pada hari Rabu dini hari tadi. Diperkirakan oleh para pelaku pasar bahwa pergerakan harga minyak mentah jenis WTI kontrak paling aktif pada perdagangan hari ini akan cenderung mengalami kenaikan di sesi Asia. Indikator teknikal saat ini menunjukkan terjadinya gerak harga rebound dari pola bearish menuju pola bullish. Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (10/ 06/ 2015) ini, gerak harga minyak mentah WTI diperkirakan oleh para pelaku pasaar akan menuju resistance di level $ 62,00 US. Harga resistance selanjutnya ada di level $ 64,00 US. Apabila terjadi pergerakan yang berbalik melemah harga akan menemui level harga support yaitu pada kisaran harga $ 58,00 US dan $ 56,00 US.

Memantau perkembangan investasi di China, dilaporkan bahwa dengan iklim perlambatan ekonomi di China telah mendorong perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sana untuk mengubah strategi bisnisnya. Para produsen asal Eropa bahkan sudah berencana untuk mengurangi investasinya. Hal ini dilakukan oleh para produsen Eropa, karena takut dengan prospek perkembangan usaha di negara yang merupakan negara dengan perekonomian terbesar ke-dua dunia itu.

Dilaporkan bahwa, angka pertumbuhan ekonomi negara China hanya mencapai 7% di kuartal pertama atau persentase terendahnya dalam 6 tahun terakhir. Angka tersebut telah menunjukkan betapa roda bisnis di negara ini tidak berjalan sebaik tahun-tahun sebelumnya. Hal tersebut tentunya juga turut mempengaruhi prospek pertumbuhan bisnis perusahaan internasional. “Para pelaku bisnis mulai tidak mau menempatkan uangnya di China,” demikian yang dikatakan oleh Presiden European Union Chamber of Commerce, Jörg Wuttke, kepada Wall Street Journal. Menurut Jörg Wuttke, pemerintah juga belum mempunyai strategi baru untuk mempercepat ekonomi domestik, dan alasan itu membuat para investor asing enggan masuk. Terlepas dari buramnya prospek bisnis di China, Jörg Wuttke masih melihat bahwa beberapa perusahaan masih bisa meraup keuntungan dari langkah investasinya di China, seperti produsen bisnis otomotif. Di sisi lain, perusahaan bidang farmasi memandang bahwa negara China adalah sebagai pasar yang produktif, yang masih bisa digarap untuk beberapa tahun ke depan.

Dilaporkan bahwa Kamar Dagang Eropa (European Union Chamber of Commerce) wilayah China telah mengatakan apabila para anggotanya sudah mulai menurunkan target pendapatan dari bisnisnya di China. Beberapa di antaranya bahkan sudah terang-terangan merencanakan untuk melakukan tindakan PHK karyawan untuk langkah efisiensi. European Union Chamber of Commerce telah menyebutkan bahwa, lebih dari sepertiga anggota yang ingin memangkas biaya operasional berasal dari berbagai sektor, mulai dari energi, logistik, permesinan hingga otomotif. Sementara itu ada seperlima di antaranya yang berniat mengalihkan investasi baru ke negara lain yang lebih prospektif. Kepastian itu didapat dari hasil survei terhadap 541 korporasi Eropa yang membuka usaha di negeri China. Sebagai informasi Kamar dagang Eropa atau Organisasi European Union Chamber of Commerce ini telah menaungi sekitar 1400 perusahaan Eropa saat ini.

Mengenai perkembangan nilai apresiasi mata uang negara Australia, telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi Aussie bergerak melemah terhadap USD. Hal ini terjadi karena meninjau laporan optimisme pebisnis Australia di bulan Mei dan penurunan inflasi tahunan di negara China di bulan Mei. Sementara mata uang USD berbalik menguat terhadap major currencies di sesi New York setelah rilis data JOLTS Jobs Openings bulan April yang lebih unggul dari ekspektasi maupun periode sebelumnya. Sentimen bisnis di Australia meningkat ke level tertinggi dalam hampir setahun di bulan Mei, berdasarkan survei bulanan National Australia Bank (NAB). Pemangkasan suku bunga ke rekor terendah serta anggaran pemerintah Australia yang menyertakan paket $ 5,5 miliar US untuk bisnis kecil didaulat menjadi sebab optimisme 350 pebisnis yang disurvei NAB. Namun, berita baik dari dalam negeri tertutupi laporan inflasi tahunan di China di bulan Mei yang lebih rendah dari ekspektasi maupun data periode sebelumnya. China merupakan rekan dagang utama Australia, yang membeli sejumlah besar ekspor utama Australia yaitu bijih besi. Indikasi perlambatan perekonomian China cenderung memengaruhi sentimen di negeri Kangguru. Pada sesi New York, nilai apresiasi AUD/ USD dilaporkan melemah di kisaran 0.7671, di dekat level terendah harian 0.7645, dengan level tertinggi harian 0.7721.

Menilik pergerakan nilai apresiasi perdagangan mata uang USD, telah dilaporkan bahwa mata uang USD melemah nilai paresiasinya terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Rabu (10/ 06/ 2015) dini hari tadi. Dilaporkan bahwa Indeks mata uang USD telah bergerak turun sekitar 0.1%, menjadi 95.05, berada di bawah level tertinggi pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu, yaitu di angka 96.90 setelah data kerja Amerika dirilis yang telah memberikan optimisme para pelaku pasar untuk yakin bahwa Federal Reserve masih pada jalurnya untuk naikan suku bunga pada tahun ini.

Meskipun keadaannya demikian, namun nilai apresiasi mata uang USD masih didukung oleh laporan rilis kenaikan yield Treasury di Amerika. Selain itu, saat ini para pelaku pasar tengah fokus dengan secara seksama atas perkembangan dalam pembicaraan perundingan antara pihak negara Yunani dengan para kreditur yang sedang berlangsung untuk menghindari adanya krisis keuangan. Kegagalan untuk mencapai langkah kesepakatan pekan ini mungkin akan membuat Yunani sulit untuk dapatkan resolusi yang nyaman sebelum akhir Juni, yang sebagian karena perpanjangan lainnya dari program yang akan memerlukan persetujuan dari beberapa anggota parlemen nasional. Di saat masih tingginya ekspektasi untuk kenaikan suku bunga dalam jangka panjang, fokus pasar jangka pendek saat ini teralihkan ke Yunani, yang sedang bernegosiasi di Brussels dengan para krediturnya yang diperkirakan berlangsung sampai hari Selasa malam, dan telah memasuki fase menentukan pada minggu ini.

Perjanjian Yunani dengan Uni Eropa dan IMF akan berakhir pada akhir bulan ini dan mereka mungkin tidak akan memenuhi kewajiban pembayaran tanpa ada kesepakatan baru. Valdis Dombrovskis, wakil Presiden Komisi Eropa pada hari Selasa kemarin telah mengatakan pada suatu kesempatan, bahwa para pejabat zona Eropa menunjukkan sikap frustasi mereka dengan taktik negosiasi Yunani. Di saat kesepakatan pada pekan ini mungkin terjadi, kedua belah pihak harus terlebih dahulu menjembatani perbedaan atas target surplus premier.

Diperkirakan oleh para pelaku pasar bahwa, untuk pergerakan harga emas spot LLG pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (10/ 06/ 2015) ini akan bergerak dengan kecenderungan untuk bergerak sideways dan terbatas di sesi Asia. Namun bila ditilik dari pola pergerakannya, gerak harga emas diperkirakan akan kembali mengalami peningkatan. Gerak harga emas hari ini telah diperdagangkan pada kisaran level harga $ 1.176,40 US. Gerak harga emas akan mencari arahan dari pergerakan nilai apresiasi mata uang USD pada hari ini. Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu (10/ 06/ 2015) ini, gerak harga emas akan berpotensi untuk mengetes level resistance yaitu pada kisaran level $ 1.180 US/ troy ons. Jika ternyata gerak harga mampu menembus level tersebut, maka gerak harga emas sangat berpotensi untuk melanjutkan gerak penguatannya dengan menuju ke level $ 1.185 US. Apabila ternyata gerak harga emas bergerak melemah, maka gerak harga emas akan menemui level support yaitu di kisaran harga $ 1.170 US, yang apabila ternyata ditembus maka gerak harga emas akan kembali melanjutkan gerak pelemahannya menuju ke level $ 1.165 US. Pada sesi perdagangan minggu ini, gerak harga emas nampak tidak bergerak dalam kisaran yang besar, namun hanya terlihat memanfaatkan momentum hingga pertemuan Uni Eropa dan FOMC Minutes Minutes Meeting pada pekan depan.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Pasar Masih Hiraukan Perkembangan OPEC, Rilis Data Kanada Tekan Balik Greenback

Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Kanada, yang lazim disebut dengan istilah Loonie, bergerak menjauh dari level paling lemah dalam 7 bulan terhadap Greenback pada sesi perdagangan pasar

Komoditas 0 Comments

Minyak Menguat Kembali Setelah Koreksi Minggu Lalu

Harga minyak mentah berjangka bergerak menguat kembali pada pergerakan pasar sesi Asia pada perdagangan hari Senin, setelah disesi sebelumnya minyak mengalami penurunan tajam. Minyak berjangka terkoreksi viagra usa jatuh di

Forex News 0 Comments

USD Tertekan Kembali, Ekspektasi Pasar Tak Terpenuhi

Apresiasi USD melemah terhadap mata uang yen pada hari Senin (29/ 04/ 2013), bertahan setelah turun hari Jumat (26/ 04/ 2013) lalu. USD terakhir tercatat di 97.86 yen, turun sebanyak

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image