Poundsterling Terancam Keluar Zona Eropa, Startegi Ekonomi China Tak Berdampak

0_british_10152999_567681066709603_1818365414619373904_nGerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling dilaporkan telah berhasil bergerak menguat dari titik terendah dalam kurun waktu 14-bulan terhadap mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat. Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling , masih dalam jalur pelemahan 3 minggu berturut-turut.

Kondisi tersebut terjadi, seiring spekulasi para pelaku pasar, yang berasumsi bahwasannya pihak berwenang dari Bank of England (BoE) akan tetap mempertahankan suku bunga acuan di level rekor rendah untuk 1 dekade ini. Dilaporkan bahwa rilis data pada hari Jumat lalu, telah menunjukkan output sektor konstruksi Inggris merosot dibawah estimasi para pelaku pasar selama kwartal keempat.

Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling telah terkoreksi melemah, dengan bergerak merosot sekitar 10 % terhadap mata uang Euro sejak awal bulan Desember. Kondisi tersebut adalah karena akibat ekspektasi kenaikan suku bunga mundur dari akhir 2016 menjadi akhir tahun 2020.

Para pelaku pasar kini hanya menurunkan perkiraan asumsinya hingga sekitar 50% atas kemungkinan tindakan pemangkasan suku bunga di tahun depan oleh BoE. Kecemasan para pelaku pasar atas kondisi adanya potensi keluarnya negara Inggris dari Uni Eropa setelah referendum yang dijadwalkan bulan Juli, telah juga turut membebani performa nilai apresiasi mata uang Poundsterlingh terhadap major curencies. Berbagai analis menilai konferensi tingkat tinggi pekan depan, dimana PM David Cameron akan berupaya menyetujui paket reformasi dengan pemimpin Uni Eropa lainnya, akan menjadi kunci bagi Poundsterling.

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham China bergerak melemah. Gerak nilai harga saham di bursa China terkoreksi melemah, bergerak turun pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin. Pergerakan melemah tersebut, mengikuti kondisi kerugian di perdagangan pasar di seluruh dunia. Hal tersebut terjadi, ketika sesi perdagangan pasar China kembali dibuka setelah libur panjang karena tahun baru Imlek.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Shanghai Composites telah diperdagangkan melemah sekitar 1.3%. Gerak nilai harga indeks saham Shanghai Composites berada di level harga 2,726.72. Pencapaian gerak nilia harga indeks saham Shanghai Composites tersebut, hanya sedikit di atas level 2,583 yang menandai kerugian sebesar 50% untuk indeks patokan sejak mencapai level tertinggi di bulan Juni. Indeks saham yang lebih kecil yaitu pasar Shenzen dilaporkan terkoreksi melemah, bergerak turun sekitar 0.9% di level harga 1.736.

Kedua indeks tersebut ditutup pada pekan lalu. Hal tersebut terjadi, ketika ketakutan para pelaku pasar terhadap pertumbuhan global dan kesehatan dari pebankan memicu aksi jual di seluruh dunia. Kondisi tersebut telah mengirim gerak nilai harga indeks saham Jepang, yaitu indeks saham Nikkei, khususnya, terkoreksi melemah dan turun sekitar 11% dalam pekan terburuk untuk indeks patokan asal Jepang sejak Oktober 2008.

Kerugian yang terjadi di dalam pergerakn nilai harga saham di perdagangan bursa pasar saham China dalam sesi perdagangan pasar Asia tampaknya terbatas. Hal tersebut tampak, karena gerak nilai harga saham di perdagangan bursa pasar saham seperti di bursa Hong Kong, Jepang dan Australia bergerak naik pada hari Senin ini dari level terendah multi tahunan.

Para pelaku pasar juga melihat faktor dari dampak hasil sirlis data ekonomi China. Hasil rilis data laporan ekonomi China pagi ini tampaknya semakin memperdalam persepsi pelemaham ekonomi domestik. Pemerintah China melaporkan bahwa, nilai ekspor China tercatat turun sekitar 6.6% pada tingkat tahunan dalam nilai mata uang Yuan selama bulan Januari. Angka tersebut lebih rendah, dibandingkan dengan kenaikan 2.3% di bulan Desember.

Nilai ekspor negara China turun di bulan Januari, sementara itu nilai impor juga turun, kondisi ini menambahkan tantangan ekonomi yang sedang dihadapi oleh negara dengan tingkat perdagangan terbesar di dunia. Jumlah pengiriman barang keluar negeri turun 6.6% di bulan Januari dalam nilai yuan dari setahun yang lalu, dilaporkan oleh bea cukai China pada hari Senin, dibandingkan dengan kenaikan 2.3% di bulan Desember.

Sedangkan juga dilaporkan bahwa, nilai impor China turun sekitar 14.4% pada tingkat tahunan di bulan Januari. Kondisi pencapaian nilai impor China tersebut, telah memperpanjang catatan angka penurunan untuk 15 bulan beruntun, turun sebesar 14.4%, meninggalkan surplus perdagangan sebesar 406.2 miliar Yuan, atau sekitar $62.3 miliar US. Penurunan ini menunjukkan bahwa depresiasi mata uang China, yaitu mata uang Yuan, sejak bulan Agustus, masih belum berikan hasil yang berkelanjutan untuk meningkatkan daya saing pabrik-pabrik China.

Gerak nilai harga komoditas minyak dilaporkan kembali turun ke bawah $30 US/barel. Kondisi tersebut terjadi, seiring langkah Negara Iran memuat kargo pertama mereka ke Eropa sejak berakhirnya sanksi internasional.

Sebuah kapal tanker untuk Total SA Perancis telah dimuat minyak pada hari Minggu di Kharg Island. Sementara itu, dilaporkan pula bahwa kapal charter perusahaan China dan Spanyol juga tiba pada hari yang sama, demikian yang telah dikatakan oleh seorang pejabat di kementrian perminyakan Iran. Para pengebor Amerika kembali mengurangi poduksinya untuk pekan kedelapan ke level terendah sejak Januari 2010, demikian menurut data dari Baker Hughes Inc.

Gerak nilai harga komoditas minyak berjangka dilaporkan turun sebanyak 1.7% di New York, setelah melonjak sebesar 12% pada sesi perdagnag pasar di hari Jumat. Gerak nilai harga komoditas minyak turun sebanyak 22% pada tahun ini.

Hal tersebut karena mengacu pada spekulasi bahwa melimpahnya suplai global akan berkepanjangan di tengah outlook untuk meningkatnya ekspor dari Iran dan tingginya cadangan minyak mentah Amerika. Pasar masih akan “choppy” di semester pertama karena masih surplus 1 juta barel perhari, dikatakan oleh kepala eksekutif BP Plc Robert Dudley pada awal bulan ini.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak West Texas Intermediate untuk kontrak bulan Maret turut melemah. Gerak nilai harga komoditas minyak WTI tergelincir sebanyak 49 sen menjadi $28.95 US/barel di New York Mercantile Exchange.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga sempat bergerak di $29.14 pada hari ini. Nilai kontrak menguat $3.23 US untuk ditutup di $29.44 US pada sesi perdagnag pasar di hari Jumat. Hal tersebut terjadi, setelah gerak nilai harga bergerak turun 19% dalam enam sesi terakhir. Gerak nilai harga komoditas minyak telah turun 4.7% pada pekan lalu.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Aussie Menguat Imbas Positifnya Sektor Kredit China

Nilai tukar aussie tampak mengalami peningkatan yang signifikan terhadap dollar AS pada sesi perdagangan Senin (17/2). Mata uang Australia ini mengalami peningkatan setelah dollar kembali bergerak dalam pola melemah. Laporan

Fundamental 0 Comments

Emas Masih Menjadi Dilema, Federal Shutdown Sudah Capai Sesi ke 16

Pasar emas spot menyelesaikan sesi perdagangan pada kemarin (Selasa, 15/ 10/ 2013), dengan pergerakan harga lebih tinggi setelah selama lima sesi berturut-turut nilai pasar emas ditutup lebih rendah mencapai level

Mata Uang USD Kembali Menggeliat

Pada sesi perdaganga di hari Kamis (23/ 10/ 2014) ini, apresiasi mata uang USD diperdagangkan menguat hampir pada semua major currencies. Pengauatan apresiasi mata uang USD ini karena menjelang data