Poundsterling Terkoreksi Tajam Di Awal Minggu, Hard Brexit Gusarkan Pasar

10983183_868642779846298_6881785547010358698_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD terkoreksi kuat, dengan telah bergerak melemah anjlok sekitar 200 poin bergitu sesi perdagangan pasar di awal minggu ini dibuka. Hal tersebut terjadi, karena gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling mendapat tekanan besar dari potensi Hard Brexit.

Para pelaku pasar menanti pidato PM Inggris, Theresa May, yang dijadwalkan berbicara mengenai Brexit pada hari Selasa besok. Sebelumnya Guardian telah melaporkan bahwa pihak pemerintah Inggris kemungkinan akan kalah dalam sidang Brexit di Mahkamah Agung Inggris.

Apabila hal tersebut, maka berarti PM Inggris, Theresa May, harus memulai proses Brexit dengan persetujuan Parlemen Inggris. Ketidakpastian akan proses keluarnya Inggris dari Uni Eropa tersebut terus membayangi peregerakan nilai apresiasi mata uang GBP/ USD.

Guardian juga melaporkan adanya tuntutan hukum baru mengenai Artikel 50 yang akan diajukan bulan ini. Artikel 50 adalah undang-undang yang mengatur proses keluar salah satu anggota dari Uni Eropa.

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD telah diperdagangkan di kisaran level 1.2026, setelah sempat menyentuh level terendah harian 1.1992. Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling dilaporkan telah sempat menyentuh di bawah level $1.20 untuk pertama kalinya sejak peristiwa crash Oktober lalu.

Hal tersebut terjadi, setelah tersiar berita dari koran ternama bahwa PM Inggris, Theresa May, memberi sinyal segera lepas dari pasar tunggal Uni Eropa dan mengambil alih kontrol perbatasan dan hukum di wilayahnya sendiri. “Bahkan jika pound pulih sedikit di London, tampaknya hard Brexit belum tercermin di harga saat ini. Sangat sulit di pekan-pekan mendatang bagi sterling untuk menghindari nilainya terus menurun menembus level rendah saat ‘flash crash’ Oktober lalu ,” ujar Sean Callow, analis forex di Westpac Banking Corp. yang berbasis di Sydney.

Gerak nilai apresiasi mata uang GBPUSD sempat terperosok dalam lebih dari 1,6% atau lebih dari 200 pip pada pembukaan sesi perdagangan pasar Asia di hari Senin. Hal tersebut terjadi akibat isu Hard Brexit sebelum kembali rebound. Diprediksi bahwa level gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD bisa lebih rendah di pekan-pekan mendatang.

Gerak nilai apresiasi mata uang GBPUSD dilaporkan telah diperdagangkan di kisaran level 1.2025 atau terpangkas 170 pip (1,43%) dari posisi 1.2195 pada penutupan akhir pekan lalu. Gerak nilai apresiasi mata uang Sterling terkoreksi melorot terhadap major currencies lainnya setelah Sunday Times menyiarkan kabar.

Sunday Times menyampaikan kabar bahwa PM Inggris, Theresa May, tengah sedang mempersiapkan penarikan Inggris dari Uni Eropa untuk membatasi imigran dan menjalin kesepakatan komersial dengan negara lain tanpa melibatkan Uni Eropa. Pejabat pemerintah mengatakan akan ada pernyataan resmi pada Selasa besok dengan harapan akan adanya “koreksi pasar” setelah keluar pernyataan resmi.

Gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling telah terkoreksi 19 % terhadap Greenback. Hal tersebut terjadi, sejak referendum Juni 2016, dan para pelaku pasar tengah khawatir terhadap Hard Brexit.
Gerak nilai harga di bursa saham Asia dilaporkan telah ditutup di zona hijau pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi karena dibayangi sentimen penantian pasar terhadap pidato presiden Amerika terpilih yang ke 45, Donald Trump.

Pidato perdana Trump malam ini pukul 23.00 WIB dinilai akan membuahkan insight - insight kebijakan perekonomian Trump selama masa jabatannya secara detail. Gerak nilai harga indeks saham Kospi memimpin penguatan dengan ditutup menguat 1.91% atau 5.05 poin di 269.05.

Di posisi kedua ada gerak nilai harga indeks saham Hong Kong, Hang Seng 33. Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng 33 dilaporkan telah ditutup menguat sekitar 1.03% atau 235 poin di level harga 22974.

Di posisi akhir ada gerak nilai harga indeks saham Jepang, yaitu indeks saham Nikkei 225. gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 dilaporkan telah ditutup sekitar 0.28% menguat atau 55 poin di level harga 19365.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah berada di jalur untuk akhiri pekan ini lebih rendah dibalik masih adanya keraguan terhadap jumlah pengurangan produksi OPEC, dengan sentimen diperburuk oleh kecemasan atas kesehatan ekonomi China setelah mereka melaporkan penurunan tertajam di sektor ekspornya sejak tahun 2009. Dilaporkan bahwa Gerak nilai harga komoditas minyak mentah telah bergerak melemah ke level harga $52.29 di sesi perdagangan pasar Eropa, dan telah bergerak di kisaran level harga $52.

Laporan dalam impor cadangan mentah China yang sebanyak 8.56 juta barel/ hari di bulan Desember sebelumnya cukup menopang harga, demikian yang diucapkan para trader, Meski demikian, namun mereka tidak dapat mengabaikan ketakutan terhadap kesehatan secara keseluruhan dari ekonomi di negara China.

Dari sisi pasokan, ada beberapa dukungan dari eksportir raksasa Arab Saudi, yang mengatakan bahwa output mereka telah turun di bawah 10 juta barel/ hari. Outpu Arab Saudi turun ke level yang terakhir terlihat di Februari 2015 dan mereka perkirakan akan membuat penurunan yang lebih dalam lagi pada bulan depan.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Poundsterling Rebound Setelah Dua Hari Terpukul

Pada sesi perdagangan di Asia hari ini mata uang poundsterling terhadap dollar AS mengalami peningkatan terbatas (23/12). Poundsterling menguat setelah pada perdagangan pekan lalu melemah selama dua hari berturut-turut terhadap

Emas Tergerus Imbas Data Amerika

Gerak harga emas hari Selasa (28/ 10/ 2014) ini berpotensi menguat. Akan tetapi, penguatan harga tersebut adalah pada kisaran yang sempit ketika sesi perdagangan Asia berlangsung hingga pembukaan sesi pasar

Forex News 0 Comments

Dollar Naik Untuk Hari Ketiga Atas Taruhan Tapering Fed

Dollar menguat untuk hari ketiga terhadap yen atas spekulasi membaiknya ekonomi AS yang akan mendorong Federal Reserve untuk menyerukan kembali pengurangan stimulus ketika para pembuat kebijakan akan bertemu pada pekan

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image