QE Berakhir dan BoJ Faktor Akibatkan Harga Emas Tergencet

QE Berakhir dan BoJ Faktor Akibatkan Harga Emas Tergencet

18588_293630764071735_1109926390_nPada sesi pasar hari Senin (3/11/2014) ini, di sesi Asia dilaporkan bahwa harga emas dunia dibuka dengan gap turun, memperpanjang penurunan gerak harga pada hari Jum’at minggu lalu. Kondisi harga emas saat ini nampak kesulitan untuk diperdagangkan pada kisaran yang lebih tinggi. Pasalnya berakhirnya QE, pelemahan ekonomi global dan melemahnya harga minyak mentah dunia telah membawa pesimisme para pelaku pasar yang meghapus daya pikat safe-haven pada emas. Pada sesi pasar di minggu-minggu yang lalu, para pelaku pasar menilai harga emas akan bergerak melemah. Perkiraan tersebut ternyata terbukti, dengan kondisi dalam sepanjang minggu lalu gerak harga emas melemah sekitar $ 67 US/ ons.

Faktor pendukung lain atas perlemahan gerak harga emas pada level terendah sejak tiga tahun terkahir adalah setelah indeks USD menguat terhadap mata uang Yen Jepang. Perlemahan gerak harga emas mengabaikan banyak sentiment data ekonomi dan hanya terfokus pada hasil kesepakatan BoJ. Pada sesi perdagangan hari Jum’at (31/ 10/ 2014) lalu di Divisi Comex New York Mercantile Exchange, dilaporkan bahwa gerak harga emas melemah dengan menorehkan angka kerugian sebesar $25.50 US atau 2.3% berakhir pada $1,171.60 US. Harga spot emas ditutup turun tajam sebesar $25.50 US atau 2.13% berakhir pada $1,173.50 US/ troy ons, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,202.55 dan serendah $1,161.05. Akhir dari pengguliran dana stimulus The Fed dan terobosan harga emas hingga $ 1.180 US/ ons pada akhir pekan lalu membuat sebagian besar para pelaku pasar, dalam survei mingguan Kitco News Gold memperkirakan harga emas melemah pada minggu ini. Para pelaku pasar yang memprediksikan bahwa harga emas akan lemah berpendapat, bahwa aksi The Fed mengakhiri pengguliran dana stimulusnya sebagai salah satu faktor penyebabnya. Maklum penarikan stimulus tersebut telah membuat USD menguat dan menekan gerak harga emas. Dengan berakhirnya program The Fed yang dikenal dengan sebutan Quantitative Easing itu akan membuat gerak harga emas semakin tertekan. Pasalnya, selama ini, program The Fed tersebut dan inflasi merupakan dua faktor positif mendorong kenaikan harga emas. Sebaliknya, para pelaku pasar yang memperkirakan bahwa gerak harga emas akan naik dapat melihat aksi jual yang tajam. Harga emas diprkirakan akan beranjak naik dari level saat ini, manfaatkan penurunan besar pada harga emas minggu lalu untuk dapat melakukan aksi beli, dan lakukan averaging untuk mendapatkan profit yang maksimal. Harga emas kemungkinan dapat kembali menguat pada sesi pasar di minggu-minggu ini. Perlu diketahui bahwam harga produksi emas termahal saat ini berada di Afrika yakni sebesar $957 US, maka berarti harga emas akan bertahan diatas level tersebut dan level emas pada saat ini dapat dianggap sebagai harga yang cukup murah. Pada sesi pasar hari Senin (3/11/2014) ini, mengacu pada situs resmi logam mulia, dilaporkan bahwa harga jual emas PT. Aneka Tambang, Tbk. (Antam), kembali bergerak turun senilai Rp 1.000 per gram menjadi Rp 522 ribu/ gram. Harga pembelian kembali emas Antam juga turun lebih besar hingga senilai Rp 11.000 menjadi Rp 456 ribu/ gram. Berikut adalah daftar harga emas yang dijual Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 241.300.000, pecahan 250 gram - Rp 120.750.000, pecahan 100 gram - Rp 48.350.000, pecahan 50 gram - Rp 24.200.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.125.000, pecahan 10 gram - Rp 4.880.000, pecahan 5 gram - Rp 2.465.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 522.000. Dilaporkan juga bahwa harga perak untuk pengiriman di bulan Desember juga berakhir turun 84 sen atau 4,9% di level $16,42 US/ ons, platinum Januari turun $23,30 US atau 1,8% di level $1,245.90 per ounce, paladium untuk pengiriman di bulan Desember turun $20 US atau 2,5% di level $780,70 US/ ons dan tembaga bermutu tinggi untuk pengiriman Desember turun 4 sen di level $ 3,06 US/ pon.

Pada sesi pasar hari Senin (3/11/2014) ini, gerak harga emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran $1,177.00 - $1,156.00. Harga emas telah anjlok menyusul berakhirnya program QE ke-3 The Fed dan stimulus tambahan dari BoJ, penembusan level kritis pada kisaran $1,180.00 telah membawa grak harga menjadi negatif dan berpotensi berada pada kisaran $984 US/ troy ons. Apabila ternyata harga mampu menembus level supports $1,180.00 maka gerak harga emas akan berpotensi untuk melanjutkan gerak penurunan hingga ke target jangka panjang yaitu pada kisaran level harga $926.70 - $984.00.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Gerak Harga Saham Asia Terkoreksi Di Awal Bulan, Kebijakan China Berimbas Kuat Kembali

Pergerakan nilai apresiasi mata uang negara Australia, yaitu yang lazim disebut dengan mata uang Aussie, telah dilaporkan pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (31/ 08/ 2015) kemarin, kembali dipengaruhi

Gerak Emas Akan Terkorelasi Kuat Dengan Gerak Indeks USD Hari Ini

Harga emas diperdagangkan masih bergerak menurun setelah kenaikan yang terjadi di sesi penutupan perdagangan sehari sebelumnya. Hal ini terjadi setelah adanya hasil pertemuan FOMC dan ketika angka klaim pengangguran di

Berita 0 Comments

Euro Flat Pasca Penguatan Tajam

Euro diperdagangkan flat pada perdagangan sesi Asia, setelah pada perdagangan mengalami penguatan harian terbesar dalam dua minggu terakhir. Keputusan European Central Bank untuk mempertahankan tingkat suku bunga, pada level 0,25%,

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image