Rentan Koreksi Di USD, Pasar Pilih Major Lainnya

Rentan Koreksi Di USD, Pasar Pilih Major Lainnya

555010_488338611224175_1981932613_nMata uang USD mengalami kondisi koreksi tertahan cenderung lemah terhadap mata uang major lainnya. Merebaknya spekulasi pasar yang masih dominan, bahwa para petinggi The Fed, termasuk Ben Bernanke, yang masih akan mempertahankan pembelian obligasi bulanan pada besaran saat ini, juga berimbas negatif terhadap USD. Pertumbuhan ekonomi di Amerika masih berisiko melambat sehingga kemungkinan tapering akan kembali ditunda untuk waktu yang belum ditentukan. Menjelang laporan dari Bureau of Labor Statistics yang dijadwalkan akan merilis data terkini mengenai indikator pada sektor tenaga kerja Amerika tampak mulai bergerak turun. Para pelaku pasar menduga laporan yang akan diumumkan dapat menunjukkan perkembangan yang tidak terlalu menggembirakan. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa indikator Employment Cost Index q/q dapat menunjukkan sinyal stagnan dan masih akan tertahan di angka 0.5% dari nilai periode sebelumnya yaitu 0.5%. Mata uang USD terpantau bergerak turun merespon dini perkembangan tersebut. Indeks USD Bloomberg mendekati level terendah dalam lebih dari satu minggu belakangan.

Mata uang USD hari ini (Selasa, 19/ 11/ 2013) dibuka apresiasinya terhadap CHF pada kisaran 0.9132 di awal perdagangan. Mata uang negeri paman Sam tersebut melemah sekitar -7 pips atau sekitar -0.07 % dan nilai bergulir terpantau berada pada kisaran 0.9125. Pergerakan range normal apresiasi mata uang USD/ CHF diperkirakan akan memiliki level support pada kisaran 0.9096 dan level resistance pada kisaran 0.9162. Secara umum pada tinjauan pola major jangka panjang, mata uang USD berada pola reversal dengan volatilitas yang tinggi. Hal ini terutama sejak awal Januari tahun ini. Indikator-indikator teknikal menunjukkan kenaikan momentum pada fase akhir pola bullish. Tinjauan pada pola minor menunjukkan bahwa nilai USD berada pada pola descending triangle. Indikator-indikator teknikal menunjukkan masih melemahnya momentum pada fase pertengahan pola bearish. Apresiasi mata uang USD tergelincir untuk hari ke-2 terhadap mata uang euro. Mata uang USD berada 0.3% di atas level terendah hampir dua pekan terhadap mata uang euro. Keadaan ini terjadi di tengah spekulasi para pelaku pasar, bahwa para petinggi The Fed, termasuk Presiden Fed New, York William C.Dudley, akan mengulangi seruan calon Ketua The Fed, Janet Yellen, tentang masih dibutuhkannya stimulus moneter. Komentar Presiden Fed New York, William Dudley, kemarin menyiratkan bahwa ia mendukung tapering. Akan tetapi kurangnya detail dan tidak adanya sinyal jelas mengenai hal tersebut membuat para pelaku pasar menjadi ragu. Dalam testimoni di depan kongres pada 14 November lalu, Yellen mengisyaratkan jika dirinya akan mempertahankan program QE sampai pemulihan benar-benar terlihat kuat. Pernyataan Yellen tersebut kemungkinan akan memperoleh dukungan dari Bernanke. Sementara mata uang euro menuai dukungan dari data surplus perdagangan blok 17-negara yang tumbuh melebihi perkiraan pada bulan September. “Pasar terobati dengan mengabaikan USD. Yellen telah memberikan pandangan yang dovish, sementara beberapa data struktural Amerika juga tidak terlalu mengesankan. Jadi selama sentimen positif di pasar saham bertahan, Saya tidak melihat alasan bagi USD untuk terapresiasi dengan kuat,” kata Peter Kinsella, analis forex Commerzebank AG di London. Indeks USD kemarin menyentuh level terendah dalam sepekan setelah Presiden bank Fed New, York Willian C. Dudley, mengatakan bahwa dia lebih berharap pada pertumbuhan ekonomi yang stabil dan kuat seraya dia mengindikasikan tidak ada perubahan dalam pembelian obligasi.

Permintaan untuk mata uang euro telah meningkat sebelum laporan yang di perkirakan akan menunjukkan kepercayaan investor Jerman meningkat ke level tertinggi dalam empat tahun. “Mata uang USD telah berada di bawah tekanan pada semua pembandingnya. Tentu saja, ekspektasi dovish lagi mencuat saat ini. Sebagian investor telah bergerak menjauh daru setiap perkiraan tapering di bulan Desember,” kata Emma Lawson, analis mata uang senior di National Australia Bank Ltd. Mata uang yen Jepang mengalami penguatan lagi terhadap dollar pada sesi perdagangan hari ini (19/ 11/ 2013). Mata uang yen terangkat untuk dua hari berturut-turut di tengah spekulasi pasar atas Amerika yang masih dianggap labil. Diperkirakan bahwa pergerakan mata uang yen akan bertahan di teritori positif. Pergerakan mata uang yen berpotensi mengalami pergerakan pada kisaran 99.50 - 100.05.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Aussie Menguat, Rusia Terancam Inflasi

Mata uang dollar Australia, atau lazim disebut oleh para pelaku pasar dengan Aussie, dilaporkan bergerak positif nilai apresiasinya. Nilai apresiasi mata uang Aussie bergerak melambung tinggi pada sesi perdagangan pasar

Komoditas 0 Comments

Gerak Nilai Harga Komoditas Rebound, Aussie dan Indeks Saham Turut Menggeliat

Dilaporkan pada sesi perdagangan pasar Asia hari Rabu (27/ 01/ 2016) ini bahwa, hasil rilis data inflasi Australia membuat dampak positif bagi gerak nilai apresiasi mata uang Australia. Gerak nilai

USD Dominasi Kembali Pasar, Major Terkendala Dilema Kendala Masing – Masing

Indeks USD kemarin menguat ke level 82.93, sebelum data dirilis indeks USD berada dikisaran 82.78. Departemen Tenaga Kerja Amerika kemarin baru saja merilis jobless claim. Data tersebut dilaporkan bahwa penagngguran

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image