Rentetan Rilis Data Minggu Ini Ditunggu Pasar, Komoditas Minyak dan Emas Masih Lemah

10629717_695935227147177_9147485534134758324_nDilaporkan bahwa pada hari Selasa (03/ 05/ 2016), Komisi Eropa telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi untuk zona Euro untuk tahun ini. Proyeksi terbaru dari Komisi Eropa tersebut memperkirakan bahwa, angka pertumbuhan ekonomi untuk zona Euro untuk tahun ini adalah sekitar sebesar 1,6%.

Gerak nilai apresiasi mata uang EUR/ USD tampak tidak banyak merespon hasil rilis berita ini. Telah dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Euro telah diperdagangkan di kisaran level 1.1582 atas Greenback.

Estimasi yang dilontarkan oleh Komisi Eropa atas pertumbuhan ekonomi zona Euro tersebut, lebih rendah dari proyeksi sebelumnya, yaitu di kisaran 1,7%. Hal yang sama juga dilakukan untuk tahun 2017, dari yang sebelumnya 1,9% sehingga menjadi 1,8%.

Komisioner Eropa, Pierre Moscovici, mengatakan pertumbuhan tahun ini akan stabil, namun pemulihan ekonomi dapat lebih cepat. Stabilnya pertumbuhan ekonomi tersebut masih ditopang oleh belanja rumah tangga.

Investasi yang masih rendah dikatakan seharusnya akan membaik di 2016 - 2017. Moscovici menambahkan bilaman gejolak finansial di awal tahun juga berdampak ke zona Eeuro, dan pelambatan laju ekonomi China masih menimbulkan risiko.

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD dilaporkan telah bergerak menguat tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (03/ 05/ 2016). Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD bergerak menjauhi level terendah di kurun waktu 10 bulan. Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ CAD dilaporkan telah sempat diperdagangkan di kisaran level 1.2679, menjauhi level terendah intraday 1.2460.

Gerak nilai harga komoditas minyak yang turun dalam dua hari secara beruntun berturut - turut, telah memberikan tekanan bagi mata uang Kanada, yang lazim disebut dengan istilah Loonie. Gerak nilai harga komoditas minyak mentah dilaporkan telah bergerak melemah, merosot hampir 3%.

Para pelaku pasar kembali mencemaskan masalah oversupply global. Selain itu melambatnya aktivitas manufaktur, baik Amerika maupun China yang merupakan dua konsumen terbesar juga memberikan tekanan bagi gerak nilai harga komoditas minyak.

Kenaikan supply minyak tengah terjadi di Timur Tengah. Dilaporkan bahwa, Iraq mengatakan rata-rata pengiriman minyak melalui ladang bagian selatan sebesar 3,364 juta barel per hari, naik dari sebelumnya 3,286 barel per hari.

Negara yang merupakan produsen terbesar OPEC, yaitu Arab Saudi, dilaporkan telah memproduksi sekitar 10,15 juta barel/ hari. Meski demikian, namun diperkirakan akan mengalami kenaikan mendekati rekor 10,5 juta barel.

Pihak Iran yang sanksinya dicabut pada bulan Januari lalu juga telah menaikkan kapasitas ekspor minyaknya. Dilaporkan bahwa Iran telah menaikkan kapasitas ekspor minyaknya hingga mendekati 2 juta barel/ hari. Pada awal tahun ini, kapasitas produksi minyak pihak Iran adalah sekitar 1 juta barel di awal tahun ini.

Gerak nilai harga indeks saham Amerika dilaporkan telah terkoreksi melemah anjlok pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Kondisi tersebut terjadi, setelah dirilisnya data ekonomi yang lemah di China dan Eropa. Hal tersebut telah menghidupkan kembali rasa kekhawatiran para pelaku pasar terhadap pertumbuhan ekonomi global.

Dilaporkan bahwa aktivitas di pabrik China telah turun untuk bulan ke-14 beruntun di bulan April. Kondisi yang terjadi atas China tersebut adalah karena stagnannya angka permintaan pasar. Lemahnya angka permintaan pasar tersebut ditunjukkan dalam survei swasta.

Dilaporkan juga bahwa pihak Inggris juga telah menunjukkan output manufaktur secara tak terduga. Outpu manufaktur Inggris dilaporkan terkoreksi merosot pada bulan lalu ke level terendah dalam tiga tahun.

Faktor lain yang turut berperan dalam terkoreksinya gerak nilai harga di Wall Street adalah karena adanya dampak dari turunnya gerak nilai harga komoditas minyak untuk hari kedua, mendorong pelemahan di saham energi. Telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak berakhir turun 2.5% karena meningkatnya output dari Timur Tengah memperbaharui kecemasan terhadap kelebihan suplai global.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham energi S&P telah terkoreksi turun sekitar 2.2%. Meski demikian, namun kenaikan gerak nilai harga komoditas minyak pada akhir-akhir ini, telah membantu gerak nilai harga indeks saham energi S&P 500 untuk bisa bergerak rebound dari penurunan tajam pada awal tahun ini.

Gerak nilai harga indeks saham energi S&P 500 telah memimpin gerak penurunan di indeks patokan. Indeks patokan sejauh ini dilaporkan telah naik sekitar 1% untuk kurun waktu tahun ini. Gerak nilai harga indeks saham S&P 500 dilaporkan telah turun sekitar 18.06 poin, atau 0.87%, sehingga menjadi 2,063.37.

Gerak nilai harga indeks saham Dow Jones industrial Averga dilaporkan telah ditutup dengan mengalami penurunan. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Dow Jones telah turun sekitar 140.25 poin, atau 0.78%, sehingga menjadi 17,750.91.

Juga telah dilaporkan bahwa Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite turut pula terkoreksi. Gerak nilai harga indeks saham Nasdaq Composite terkoreksi melemah anjlok sebanyak 54.37 poin, atau sekitar 1.13%, sehingga menjadi 4,763.22.

Gerak nilai harga komoditas emas dilaporkan telah kembali ditutup melemah pada sesi perdagangan pasar di hari ke dua pekan ini. Hal tersebut terjadi, meski di awal sesi perdagangan pasar, gerak nilai harga komoditas emas sempat bergerak menguat naik tajam hingga mampu mencapai level tertinggi hariannya, yaitu pada kisaran harga $1,301.

Gerak nilai harga komoditas emas terkoreksi kuat dan anjlok dari level tertinggi hariannya. Hal tersebut terjadi, setelah salah satu Member Fed Lockhart memberikan dukunganya untuk The Fed agar mulai menaikkan tingkat suku bunga pada Juni mendatang.

Dukungan tersebut sentak membawa index mata uang USD bergerak rebound dari level terendah hariannya pada 91.92 dan ditutup kembali dikisaran 93.00. Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD terus menekan major currencies dan seluruh pasar komoditas.

Index mata uang USD dilaporkan telah ditutup naik sebanyak 48 poin atau 0.52% dengan berakhir pada level 93.05. Hal tersebut terjadi, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi 93.06 dan serendah 91.92.

Pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa (03/ 05/ 2016), gerak nilai harga komoditas emas spot ditutup turun sebanyak $5.20 atau 0.40% dengan berakhir pada level $1,288.200. Gerak nilai harga komoditas emas sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,301.642 dan serendah $1,282.027.

Dilaporkan juga bahwa gerak nilai harga komoditas emas berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk kontrak Juni juga ditutup menurun. Gerak nilai harga komoditas emas berjangka bergerak turun sebanyak $4.0 atau 0.30% dengan berakhir pada kisaran level $1,291.800.

Memasuki sesi perdagangan pasar hari ini, Gerak nilai harga komoditas emas dan pasar global nampaknya akan mulai memasuki awal pundak perdagangan pekan ini. Para pelaku pasar tengah menantikan hasil rilis data yang mampu menjadi sinyal agar bisa mereaksi gerak nilai di pasar, khususnya emas.

Secara teknis gerak nilai harga komoditas emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran yang sangat besar dan cukup volatile. Diestimasikan bahwa gerak nilai harga komoditas emas akan berada di kisaran level harga $1,297.100 - $1,270.000.

Para pelaku pasar global akan menantikan dimulainya sederetan hasil rilis data ekonomi. Diawali dengan para pelaku pasar akan menantikan rilis laporan ketenagakerjaan Amerika yang akan dimulai dengan data ADP Employment Amerika pada malam nanti. Diikuti dengan data Klaim Pengangguran Amerika pada hari Kamis (05/ 05/ 2016) dan Non-Farm Payrolls Amerika pada Jum’at (06/ 05/ 2016).

About author

You might also like

CFD News 0 Comments

PBoC dan Arab Saudi Beri Angin Segar, Aussie Tertekan Kuat

Gerak nilai apresiasi mata uang Australia, yang lazim disesbut dengan istilah Aussie, dilaporkan bergerak melemah terhadap mata uang USD di awal sesi perdagangan pasar hari Selasa ini. Kondisi tersebut terjadi,

Komoditas

Jelang Debat Capres Amerika Greenback Koreksi, Minyak Merangkak Naik

http://www.jordan11sspacejam.us.comspace jam jordan 11http://www.spacejams2016.org Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD bergerak melemah terhadap mata uang Yen dan mata uang Euro pada awal sesi perdagangan pasar di hari Senin.

Fundamental 0 Comments

Koreksi Pagi Nilai Apresiasi Aussie, Gerak Harga Minyak Merambat

Dilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (16/ 09/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak tertekan dan terkoreksi. Hal tersebut terjadi, karena naiknya yield

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image