Retail Sales Data Release Di Bawah Perkiraan, Pasar Tunggu Mark Carney dan Bernanke

Retail Sales Data Release Di Bawah Perkiraan, Pasar Tunggu Mark Carney dan Bernanke

Mata uang USD diperdagangkan menguat apresiasinya terhadap mata uang euro dan yen pada hari Senin. Hal tersebut terjadi karena para pelaku pasar kembali mempertimbangkan potensi atas The fed. Para pelaku pasar mempertimbangkan asumsi mereka bahwa The Fed cenderung akan menjadi bank sentral utama pertama yang mengurangi kebijakan moneter ultra-longgar. Namun meski demikian, apresiasi USD masih sedikit tertahan oleh laporan data penjualan retail sales Amerika yang lebih lemah dari ekspektasi. Meski kendati demikian, para analis berpendapat jika USD masih akan kesulitan untuk melanjutkan kenaikan menjelang testimoni dari ketua The Fed, Ben Bernanke, pada hari Rabu dan Kamis mendatang.

Laporan data ekonomi Amerika Senin (15/ 07/ 2013) kemarin dirilis mix, dengan data retail sales yang dirilis negative. Sedangkan mengenai data manufaktur, ternyata dirilis positif. Laporan data retail sales yang sebelumnya diperkirakan meningkat dari bulan sebelumnya, ternyata dirilis lebih rendah dari perkiraan. Bahkan laporan yang telah dirilis ternyata lebih rendah dari bulan sebelumnya. Hal tersebut berbanding terbalik dengan indeks manufaktur yang dirilis lebih tinggi dari perkiraan dan rilis sebelumnya. Data core retail sales dirilis sebesar 0.0%, sedangkan sebelumnya diperkirakan sebesar 0.4%. Mengenai data retail sales dirilis sebesar 0.4% dengan perkiraan sebesar 0.7%, sementara indeks manufaktur dirilis sebesar 9.5 dengan perkiraan sebesar 5.2. Rilis data tersebut kembali meredam spekulasi pengurangan stimulus yang akan dilakukan Federal Reserve, sehingga membuat USD melemah. “Jika Bernanke mengulangi komentarnya minggu lalu, itu dapat semakin mengikis ekspektasi pengurangan QE pada bulan September dan kita mungkin akan melihat USD bergerak sedikit melemah di seluruh bursa,” demikian menurut Andrew Dilz, trader forex di Tempus Inc. di Washington. Indeks mata uang USD terpantau turun drastis menjadi 83.11, setelah sempat mennyentuh level tertinggi harian pada level 83.46. Apresiasi mata uang USD anjlok terhadap mata uang yen dengan diperdagangkan dibawah level 100.00 yen per USD, dengan level tertinggi harian 100.47 yen per USD. Mata uang euro menguat terhadap USD dengan diperdagangkan pada level 1.3048 menjauhi level terendah harian 1.2992. Sementara sterling juga menguat, diperdagangkan pada level 1.5103, jauh diatas level terendah harian 1.5026.

Apresiasi mata uang sterling terhadap USD diperdagangkan relatif flat sebelum BoE merilis hasil laporan rapat kebijakan pada 17 Juli nanti. Kebijakan tersebut akan mengungkapkan hasil voting para pembuat kebijakan dalam pertemuan pertama di bawah Gubernur baru Mark Carney. Sterling juga nampak tidak banyak bereaksi terhadap data yang menunjukkan kenaikan harga rumah ke level rekor. Harga rata-rata rumah di Inggris naik untuk bulan ke-7 beruntun dengan meningkat 0,3% menjadi 253.658 poundsterling, menurut laporan Rightmove Plc. di London. “Minutes kali ini menjadi sangat penting karena pasar ingin melihat apa yang divoting oleh Carney. Jika dia menyuarakan pembelian aset lebih lanjut, kita mungkin akan melihat penurunan Sterling. Terlebih dengan fakta bahwa pasar menilai Carney sebagai kekuatan dovish di Bank of England,” demikian menurut pendapat dari, direktur riset pada Forex.com di London, Kathleen Brooks.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

USD Diperkirakan Segera Terkoreksi Pasar

Pergerakan indeks USD hari Rabu (27 November 2013) bergerak turun, dan mata uang tersebut terpantau didesak mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 80.62 di awal perdagangan. Harga bergerak sekitar

Kospi Masih Tampak Perkasa, Gerak Nilai Harga Minyak Menggeliat

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD telah terapresiasi oleh major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Jumat lalu. Hal tersebut terjadi, seiring ekspektasi para pelaku pasar atas

Berita 0 Comments

Euro Menguat, Yen Mengalami Koreksi

Kembali, USD melemah apresiasinya terhadap yen pada sesi pasar hari Jumat (12/04/2013) dengan tujuan untuk menembus area 100 yen yang membuktikan adanya koreksi untuk dollar US. USD berada di angka

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image