Review Pasar Perkirakan USD Akan Terkoreksi Oleh Major

Review Pasar Perkirakan USD Akan Terkoreksi Oleh Major

Mata uang Inggris, Poundsterling, menguat apresiasinya hingga ke level tertingginya atas USD dalam tujuh bulan ini. Keadaan ini terjadi setelah data tingkat pengangguran Inggris dinyatakan dan lebih baik dari perkiraan awal. Rilis data ini menimbulkan spekulasi apakah Bank of England akan menaikkan suku bunga lebih dini dari rencana semula. Data tingkat pengangguran turun ke 7.7% selama periode Mei hingga Juli, turun dari angka 7.8 dari periode februari hingga April. Ekspektasi pasar adalah di 7.8. Rilis data lapangan kerja ini sontak membuat sterling naik dari posisi terendahnya di 2013 di kisaran level harga1.49 USD yang tercatat pada 9 Juli silam menjadi kenaikan yang tajam. Tingkat pengangguran Inggris menjadi data yang signifikan setelah Gubernur Bank Sentral Inggris, Mark Carney, menyatakan bahwa BoE akan menaikkan suku bunga jika pengangguran bisa ditekan hingga dibawah 7%. Carney yang dijadwalkan akan melakukan pidato mengenai laporan inflasi Inggris pada Kamis ini, tentu akan menjadi peristiwa yang penting dan dinantikan pasar.

Spekulasi pasar mengemuka menjelang pertemuan The Federal Reserve yang akan berlangsung pada 17-18 September nanti. Sidang Komisi Pasar Bebas, FOMC akan menjadi agenda penting sebagai petunjuk perubahan kebijakan moneter Amerika. Saat ini, The Fed sedang menjalankan program pembelian obligasi senilai 85 milyar USD per bulan. Tentunya, pasar banyak berharap akan terjadinya pengurangan pembelian ini sebagai keputusan sidang tersebut. Meski pengurangan ini terjadi, namun melihat potensi mata uang sterling sendiri, bisa dikatakan apabila GBP/ USD bisa diatas 1.60 USD dalam sebulan ini. Pengurangan ini akan lebih banyak mendorong kenaikan bunga obligasi pemerintah Amerika. Penurunan pengangguran Inggris hingga dibawah 7% akan menjadi pendorong yang kuat bagi Poundsterling untuk naik. Spekulasi BOE untuk menaikkan suku bunga akan mengemuka dan lebih cepat dari yang dijadwalkan. Pasar memang menghendaki Bank Sentral tetap mempertahankan suku bunga rendah hingga kuartal ketiga 2016. Melihat membaiknya pasar tenaga kerja Inggris saat ini maka BOE bisa lebih dini untuk menaikkan suku bunga dan hal ini akan memberikan dorongan bagi menguatnya Poundsterling. Hal ini bebanding terbalik dengan Australia. Mata uang Australia tiba-tiba terjun bebas di sesi perdagangan hari Kamis (12/ 09/ 2013) kemarin. Hal ini terjadi terutama setelah pemerintah merilis data payrolls yang mengecewakan. Mata uang Aussie mendadak merosot tajam lebih dari 50 pips pada kisaran level harga 0.9280 USD dari 0.9350-an sebelum data di rilis. Para pelaku pasar tiba-tiba melepas posisi AUD/ USD setelah data yang di rilis pemerintah menunjukkan angka tenaga kerja di bulan Agustus berkurang kembali. Mata uang Aussie melemah setelah data menunjukan masih suramnya kondisi sektor tenaga kerja negara Australia. Jumlah tenaga kerja Australia berkurang sebanyak 10.800 untuk bulan Agustus; lebih buruk dari prediksi kenaikan 10.000. Publikasi Juli juga direvisi lebih buruk dari penurunan sebesar 10.200 menjadi penurunan sebesar 11.400. Tingkat pengangguran Australia juga naik dari 5,7% menjadi 5,8% untuk bulan Agustus. AUD/ USD kini diperdagangkan 0.9270; menjauhi level tinggi harian 0.9352. Mengenai tingkat pengangguran di negara Australia pada bulan Agustus lalu juga meningkat menjadi 5.8% dari bulan sebelumnuya 5.7%. Rilis data hari ini tentunya sangat mengecewakan pasar karena sebelumnya para pelaku pasar telah optimis dengan data-data ekonomi baik dari domestik maupun dari China yang muncul positif sejak awal pekan ini. Kemarin survei sentimen konsumen yang di kalkulasi oleh Westpac menunjukkan lonjakan ke angka 4.7 dibanding periode sebelumnya di level 3.5. Data ini mencerminkan bahwa kalangan konsumen nampak lebih optimis dan yakin untuk melakukan aktivitas ekonomi di bulan September ketimbang bulan sebelumnya. Data tenaga kerja Australia tentunya menunjukan bahwa momentum pertumbuhan ekonomi Australia masih rapuh. Sektor tenaga kerja masih merasakan dampak negatif dari berkurangnya investasi di sektor pertambangan. Perlambatan ekonomi negeri tirai bambu, China, yang merupakan mitra dagang utama Australia, telah mendorong berbagai perusahaan tambang terkemuka di Australia untuk mengurangi jumlah pegawainya dan menutup beberapa lahan pertambangan. Pada sesi perdagangan hari ini, apresiasi USD/ JPY terpantau masih melanjutkan peningkatannya (12/ 09/ 2013). Mata uang yen bergerak menguat terhadap USD yang saat ini memang sedang berada dalam momentum melemahnya. Para pelaku pasar membuang USD di tengah spekulasi bahwa The Fed akan mengumumkan rencana pengurangan stimulus pada pengumuman tanggal 17 September mendatang. Permintaan atas USD tampak mengalami penurunan setelah Amerika Serikat menunda pengambilan suara di tingkat kongres mengenai rencana Obama untuk melakukan aksi militer terhadap Suriah. Kondisi ini membuat nilai tukar dollar AS mengalami penurunan terhadap rival-rivalnya, termasuk yen.

Nilai tukar mata uang yen pada perdagangan hari ini berada pada posisi 99.49 USD. Mata uang yen mengalami pergerakan menguat dengan signifikan dibandingkan dengan posisi penutupan perdagangannya dini hari tadi yang berada pada 99.89 USD. Pada sesi perdagangan hari ini yen sudah sempat mengalami peningkatan hingga mencapai posisi 99.40 USD. Melunaknya aksi militer Amerika atas Suriah membuat pasar bergariah mengambil resiko, risk appetite mengemuka. Dalam hal ini, mata uang yen sebagai safe haven akan kehilangan kekuatannya terhadap apresiasi dengan USD. Pada sesi perdagangan hari Selasa, mata uang USD diperdagangkan di level tertinggi atas yen, sejak Juli silam. Naiknya USD ditengah upaya diplomasi dalam penyelesaian krisis Suriah. Diperkuat dengan data ekonomi China yang menunjukkan kenaikan sector industry dan ritel. Apresiasi GBP/ USD naik ke level 1.5823 USD, posisi tertinggi sejak 31 Januari 1.5729 USD. Indek USD terjungkal ke 81.517 dari sebelumnya di 81.817. Pada perdagangan lainnya, EUR/ USD diperdagangkan di 1.3308 USD, naik dari 1.3267 USD sementara USD/ JPY turun ke 99.95 dari sebelumnya di 100.33 yen. Jika pengurangan program pembelian obligasi Amerika terjadi, mata uang euro akan menderita dalam jangka panjang. Diperkirakan, ada kemungkinan mata uang euro bisa turun ke level harga 1.30 hingga 1.28 USD.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Yen Lanjutkan Penurunan terhadap Dollar untuk 2 Hari Berturut-turut

Mata uang yen Jepang kembali melanjutkan penurunannya terhadap dollar AS (08/01). Mata uang Jepang ini melemah untuk dua hari berturut-turut terhadap dollar setelah pada perdagangan Senin lalu menguat hingga mencapai

Berita 0 Comments

Pelaku Pasar Masih Condong Ke USD

Pada sesi perdagangan mata uang hari Selasa (16/ 09/ 2014), apresiasi gerak harga mata uang USD telah bergerak mixed terhadap major currencies. Hal ini adalah karena para pelaku pasar sedang

Komoditas 0 Comments

Gerakan Harga Emas Jelang Data Amerika Kuat Dipengaruhi Spekulasi Pasar

Pergerakan harga emas dunia saat ini sangat dipengaruhi oleh spekulasi-spekulasi pelaku pasar mengenai kapan waktu pelaksanaan pemangkasan stimulus Amerika. Emas menguat pada perdagangan hari Senin (21/ 10/ 2013) menjelang musim

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image