Revisi Inflasi Dilakukan Di Zona Euro, Kospi Beranjak Bangkit

0a0a_0aa_0002_22751_0a0aaa01_0022275_08785550_nDilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro bergerak melemah pada sesi perdagangan pasar Amerika hari Senin. Para pelaku pasar bereaksi terhadap serangan berdarah yang terjadi di Paris pada hari Jumat lalu, dan beralih ke aset safe haven seperti Greenback, atau mata uang Amerika, yaitu mata uang USD, dan mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen.

Sebelum tragedi terorisme berdarah yang terjadi di kota Paris, Prancis pada hari Jumat waktu setempat, gerak nilai apresiasi mata uang Euro telah mengalami tekanan kuat. Tekanan kuat yang terjadi atas gerak nilai apresiasi mata uang Uni Eropa tersebut terjadi, adalah akibat dari ekspektasi pelonggaran moneter oleh pihak berwenang dari European Central Bank (ECB) pada bulan depan.

Ekspektasi pelonggaran moneter oleh pihak berwenang dari European Central Bank (ECB) pada bulan depan tersebut, akan dilaksanakan dengan kemungkinan penurunan suku bunga dan penambahan program pembelian aset. Apresiasi mata uang EUR/ USD telah sempat diperdagangkan di kisaran level 1.0701, dengan level tertinggi harian 1.0758 dan level terendah 1.0687.

Telah dilaporkan bahwa Eurostat kembali telah melakukan revisi inflasi (year-on year (yoy)) zona Eropa. Revisi inflasi yoy direvisi dari rilis sebelumnya 0%, kemudian menjadi 0,1% di bulan Oktober. Angka kenaikan tersebut terbantu oleh adanya peningkatan harga buah dan sayuran. Blok 19 negara Eropa tersebut, pada bulan September mengalami deflasi sebesar 0,1%. Para pengamat pasar yang telah disurvei oleh Reuters sebelumnya, telah memperkirakan bilamana angka inflasi tidak akan berubah, yaitu sebesar 0%.

Inflasi inti yang tidak memasukkan sektor energi dan makanan dalam perhitungan naik 1% di bulan Oktober dari 0,8% di bulan September. Harga makanan, alkohol, dan tembakau mencatat kenaikan 1,6% di bulan Oktober. Mengenai inflasi di sektor jasa, dilaporkan naik sekitar 1,3%. Makanan mentah dilaporkan naik sebesar 3,2%, dengan harga sayur memimpin kenaikan sebesar 9,4%, serta harga buah naik 6,2%. Faktor utama yang menahan kenaikan inflasi adalag sektor energi, yang mengalami penurunan 8,5%. Penurunan tersebut lebih baik dari bulan September sebesar 8,9%.

Yves Mersch, yang merupakan anggota dewan eksekutif dari European Central Bank (ECB), telah mengatakan bahwa ECB belum memutuskan apakah program pembelian aset (quantitave easing (QE)) perlu ditambah. Yves Mersch telah mengatakan bahwa dewan gubernur masih menunggu proyeksi pertumbuhan ekonomi dan inflasi untuk tahun 2017, yang akan diumumkan bersamaan dengan rapat moneter 3 pada bulan Desember mendatang.

Ekonomi kawasan Jepang yang kembali memasuki resesi dilaporkan telah menaikkan ekspektasi penambahan stimulus moneter oleh Bank of Japan (BoJ), yang memberikan tekanan bagi mata uang Yen. Pihak berwenang BoJ dijadwalkan akan mengadakan rapat moneter selama dua hari, mulai hari Rabu.

Produk domestik bruto (PDB) Jepang dilaporkan berkontraksi 0,8% pada periode Juli - September dari tahun sebelumnya. Angka tersebut lebih besar dari perkiraan para pelaku pasar yang disurvei Reuters 0,2%. Di kuartal sebelumnya PDB berkontraksi sekitar 1,2%.

Mata uang Yen sebelumnya sempat menguat gerak nilai apresiasinya setelah merespon tragedi yang terjadi di kota Paris, Prancis. Status safe haven yang disandang oleh mata uang negeri Sakura tersebut, selalu menguntungkan jika terjadi gejolak geopolitik. Meski demikian, namun akhirnya berbalik melemah dan terus tertekan setelah rilis data petumbuhan ekonomi Jepang.

Gerak nilai harga indeks saham Kospi dilaporkan bergerak menguat sekitar 1.3%. Hal tersebut terjadi, seiring gerak rebound pada bursa saham Eropa dan Amerika. Sementara gerak nilai apresiasi mata uang Won Korea Selatan, bergerak menguat paling tajam dalam 3 pekan. Hal tersebut dikarenakan oleh kondisi dimana pulihnya bursa saham global pasca insiden penyerangan di kota Paris, Prancis.

Mata uang Won pulih gerak nilai apresiasinya dari level rendah 1-bulan pada hari Senin kemarin, karena terbantu oleh komentar dari Lee Ju Yeol, Gubernur Bank of Korea(BoK). Lee Ju Yeol mengatakan bahwa performa sektor ekspor Korea Selatan relatif lebih baik dari negara lainnya. Berbicara pada sebuah forum di Seoul pada hari Selasa, Lee Ju Yeol mengatakan bahwa laju pertumbuhan ekonomi Korea Selatan untuk tahun 2016 akan sesuai dengan proyeksi bank sentral sebesar 3.2%.

Reformasi struktural seperti pelonggaran regulasi dan mendorong produktivitas penting bagi pertumbuhan Korea Selatan, ucap Lee. Pihak berwenang BoK mempertahankan tingkat suku bunga pada rekor rendah 1.5% untuk kelima bulan berturut-turut pada tanggal 12 November dan memproyeksikan perekonomian akan bertumbuh sebesar 2.7% di tahun 2015.

Aksi beli untuk saham-saham komponen besar seperti Samsung Electronics, telah turut berperan dalam melambungkan gerak nilai harga indeks Kopsi pada pembukaan sesi perdagangan. Gerak nilai harga saham Samsung bergerak rally sebesar 1%, gerak nilai harga saham Posco bergerak kuat, melejit sebanyak 3%. Saham SK Innovation dan S-Oil mengikuti penguatan gerak nilai harga saham di sektor industri minyak, dengan bergerak menguat sebesar 1.7% dan 2.5%.

Korean Air melaporkan bahwa, perolehan laba operasional sebesar 289.5 milyar Won, atau sekitar $ 247.3 juta US untuk kuatal ketiga. Angka perolehan tersebut naik dari 240.7 milyar Won setahun lalu dan melebihi ekspektasi sebesar 258 milyar Won. Gerak nilai saham Korean Air bergerak melejit sebanyak 1.6%, sehari setelah bergerak melemah anjlok sebesar 3.3% akibat buruknya sentimen akibat serangan di kota Paris, Prancis pada Jumat lalu.

Pihak berwenang Federal Reserve New York telah melaporkan, bahwa indeks aktivitas manufaktur wilayah New York bergerak turun dalam empat bulan beruntun hingga November, dan menunjukkan sedikit peningkatan. Angka indeks dirilis sebesar -10,7 untuk bulan November, dari sebelumnya -11,4 di bulan Oktober. Para pelaku pasar sebelumnya memperkirakan bahwa angka indeks sebesar -5,3 di bulan November, dengan angka dibawah 0 yang berarti kontraksi, dan di atas 0 berarti ekspansi.

Untuk pertama kalinya sejak awal 2009, indeks aktivitas manufaktur New York atau lebih di kenal dengan indeks Empire State berkontraksi di bawah -10 dalam empat bulan beruntun. Sub bagian dari data tersebut menunjukkan kontraksi indeks pesanan dan pengiriman di bulan November masih lebih baik dari bulan Oktober, namun kondisi tenaga kerja memburuk.

Gerak nilai harga minyak mentah berjangka dilaporkan berakhir lebih tinggi pada hari Senin kemarin. Kondisi tersebut karena didorong oleh berita yang mengatakan bahwa output dari Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC) terlihat turun untuk bulan ketiga beruntun. Kondisi tersebut terjadi, di tengah terjadinya serangan udara Perancis di Suriah yang meningkatkan kecemasan atas potensi gangguan pasokan di Timur tengah.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga minyak West Texas Internediate (WTI) untuk bulan Desember menguat sebesar $1, atau sekitar 2.5.%, dengan dilaporkan berakhir di level harga $41.74/ barel di New York Mercantile Exchange. Sedangkan untuk gerak nilai harga minyak Brent untuk kontrak Januari di London dilaporkan bergerak menguat sebesar 9 sen, atau 0.2% menjadi $ 44.56 US/ barel.

Berdasarkan survei oleh Platts dari OPEC, pejabat industri minyak serta analis yang dirilis pada hari Senin, telah menunjukkan bahwa poduksi minyak OPEC di bulan Oktober turun. Produksi minyak Opec dilaporkan tengah turun sekitar 120.000 barel/ hari dari sebulan yang lalu, ke level terendah sejak bulan Mei.

Kondisi tersebut menandai penurunan bulanan ketiga beruntun. Menurut ekonom di The 7:00’s Report mengatakan bahwa survei Platts jelas memicu pergerakan bullish pada harga karena “kebijakan terbaru”dari semua anggota OPEC adalah memompa pada kapasitas maksimum dan anda tidak dapat perkirakan untuk melihat penurunan bulanan lebih lanjut dengan kebijakan seperti itu.

Platts melaporkan bahwa penurunan dipimpin oleh penurunan output di Arab Saudi dan Irak. Negara Arab Saudi sebelumnya telah menyuarakan atas ketidaksediaannya untuk memangkas produksi karena mereka ingin mempertahankan pangsa pasar. Platts menambahkan bahwa output telah turun 350.000 barel/ hari sejak Juli.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Yuan Belum Layak Jadi Alat Tukar Internasional, Koreksi USD Kembali Untungkan Emas

Pada sesi perdagangan pasar hari Rabu ( 03/ 06/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas diperdagangkan dengan nilai lebih tinggi setelah dirilisnya data PDB Australia pada pagi ini, ketika

Fundamental 0 Comments

Gerak Positif Emas Terjadi, Semalam Data Amerika Dirilis Mayoritas Positif

Gerak harga emas dilaporkan meningkat pada sesi pasar hari Jumat (27/ 02/ 2015) ini. Gerak positif terjadi usai rilis data ekonomi Amerika yang telah dilaporkan menguat di luar prediksi dan

Sterling Menguat Atas Greenback, Minyak dan Bursa Saham Asia Menggeliat

Gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Pounsterling, dilaporkan telah bergerak menguat tajam pada sesi perdagangan pasar di hari Senin ini. Hasil jajak pendapat terbaru yang mengindikasikan keunggulan