Rilis Data Amerika Berimbas Pada Sterling dan Yen

Rilis Data Amerika Berimbas Pada Sterling dan Yen

255484_531207980230119_1051934421_nDi awal sesi perdagangan Amerika kemarin, telah dirilis laporan data Durable Goods. Durable Goods Amerika dirilis dengan hasil yang cukup baik. Indeks USD diperdagangkan menguat ke level tertingginya sejak Juli 2010. Di luar penjualan senjata, Durables Good telah mencatatkan penurunan sebesar 19.0%, lebih kecil dari perkiraan pasar yaitu berada pada kisaran 19.20%. Sementara terkait data initial jobless claims, meskipun rilis data melaporkan perbaikan dari level 281.000 ke 293.000 namun laporan tersebut masih dibawah ekspektasi di 300.000. Disampaikan pernyataan tadi malam oleh Presiden Federal Reserve wilayah Dallas, Richard Fisher menyatakan bahwa kenaikan suku bunga Amerika bisa terjadi pada musim panas tahun 2015 mendatang. Ia pun juga menambahkan bahwa program pembelian obligasi The Fed akan segera berakhir di bulan Oktober 2014 ini. Dilaporkan juga bahwa Core Durable Goods naik sebanyak 0.7% selama periode Agustus. Sesuai dengan perkiraan pasar dan data sebelumnya pada 0.7% (F) dan -0.5% (P). Indeks USD mencatatkan hasil pada sesi perdagangan hari Kamis kemarin dengan keuntungan sebesar 0.22% berakhir pada 85.23, setelah sebelumnya sempat diperdagangkan hingga ke level 85.51 dan rendahnya di level 85.04.

Dari inggris dilaporkan bahwa mata uang poundsterling memangkas sebagian kerugian terhadap mata uang USD pada hari Kamis kemarin. Hal itu terjadi karena Mark Carney, Gubernur BoE, mengatakan jika perdebatan di antara pembuat kebijakan tentang waktu kenaikan suku bunga “telah menjadi lebih seimbang”. Sementara Deputi Gubernur Bank of England, Nemat Shafik, mengatakan kepada Yorksire Post, bahwa bank sentral mungkin bisa menaikkan suku bunga lebih cepat jika kenaikan upah tidak sesuai dengan pertumbuhan produktivitas. BoE terus menempatkan pertumbuhan upah sebagai fokus dalam perdebatan tentang waktu kenaikan pertama suku bunga. “Carney terus berupaya mempersiapkan pijakan untuk kenaikan pertama suku bunga acuan,” “Membeli Sterling terhadap euro menjadi opsi yang lebih aman, mengingat banyaknya penguatan mata uang USD di pasar yang berpotensi mempersulit pergerakan sterling,” demikian menurut analis mata uang senior pada Rabobank International di London, Jane Foley. Namun yang terjadi di Jepang berbeda. Mata uang yen melemah mengurangi penguatan mingguannya karena adanya tanda-tanda kemajuan dari reformasi dana pensiun (GPIF) di Jepang yang merupakan bagian dari strategi pertumbuhan dari Perdana Menteri Shinzo Abe. Mata uang Jepang bergerak melemah apresiasinya terhadap 16 major currencies setelah Yasuhisa Shiozaki, Menteri Kesehatan Jepang yang tengah mengelola dana investasi pensiun pemerintah, mengatakan bahwa mereka akan melakukan beberapa reformasi dari undang-undang yang ada, itu menambahkan prospek untuk semakin dekatnya pergerakan untuk meningkatkan pembelian aset di luar negeri. Yuji Saito, direktur nilai tukar mata uang asing di Credit Agricole SA di Tokyo, mengatakan bahwa, komentar Shiozaki menjelaskan kesalahpahaman di pasar bahwa reformasi GPIF (dana pensiun) mungkin dapat gulirkan kembali. Yuji juga mengatakan bahwa perbedaan kebijakan moneter antara Amerika dan Jepang menunjukkan bahwa penurunan apresiasi mata uang yen dapat belanjut.

Mata uang yen melemah apresiasinya terhada mata uang USD sebesar 0.2% berada di kisaran 108. Mata uang yen mengurangi penguatannya pada minggu ini menjadi 0.1%. Mata uang Jepang turun sebesar 0.1% menjadi 138.86 terhadap mata uang euro. Terhadap mata uang USD mata uang euro hanya sedikit berubah di $1.2746 setelah kemarin naik ke $1.2697, itu adalah level terkuat sejak November 2012. Pada sesi perdagangan hari ini, para pelaku pasar akan fokus memperhatikan rilis data GDP Kuartalan Amerika nanti. Data GDP diperkirakan oleh para pelaku pasar akan dirilis dengan hasil yang lebih tinggi yakni pada 4.6% pada kuartal ke-3 dari 4.2% pada kuartal ke-2 lalu.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Outlook BoJ Topang Pelemahan Yen

Yen melanjutkan pelemahan seiring merebaknya harapan akan adanya tambahan stimulus BoJ setelah Jepang kemarin naikan pajak penjualan untuk pertama kali dalam 15 tahun terakhir. Jepang menaikan pajak penjualan dari 5%

Berita 0 Comments

Kebijakan ECB Telah Berimbas Tekan Poundsterling, Pasar Global Turut Koreksi

Gerak nilai apresiasi mata uang Eurogroup, yaitu mata uang Euro, telah mengalami lonjakan gerak nilai apresiasi terbesar sejak tahun 2009. Hal tersebut terjadi, di tengah kondisi dimana para pelaku pasar

Fundamental 0 Comments

Kondisi Geopolitik Tengah Tegang, Greenback Tersungkur Jelang Thanksgiving

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Greenback mencoba pulih dari kerugian besar pada awal sesi perdagangan pasar di hari Rabu. Hal tersebut terjadi, seiring langkah para pelaku pasar yang memangkas posisi

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image