Rilis FOMC Tak Dukung USD, Gerak Harga Minyak Beresiko Global

d13340735992d9b3832a19714fe75461-6-1386x769Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (20/ 08/ 2015) ini, gerak nilai apresiasi mata uang USD masih terkena dampak sesi perdagangan pasar kemarin. Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu kemarin, telah dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD mengalami koreksi kuat. Nilai apresiasi mata uang USD bergerak merosot tajam terhadap major currencies.

Hal tersebut terjadi setelah rilis FOMC Amerika dari pertemuan kebijakan Federal Reserve bulan Juli mengungkapkan keraguan para pembuat kebijakan untuk menaikkan tingkat suku bunga acuan dalam waktu dekat. Index USD bergerak melemah anjlok selama sesi perdagangan kemarin. Indeks USD telah mencatatkan angka kerugian sebesar 59 poin atau 0.61% dengan berakhir pada level 96.44. Indeks USD dilaporkan sempat bergerak hingga setinggi 97.07 dan serendah 96.32. Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (20/ 08/ 2015) pagi ini, USD sempat kembali bergerak melemah pada kisaran 96.36.

Setelah rilis FOMC tersebut diluncurkan, nilai apresiasi mata uang USD terpantau merosot hingga lebih dari 1% terhadap mata uang Swiss, Swiss Franc. Selain itu nilai apresiasi mata uang USD juga telah terkoreksi dan kehilangan sekitar 0,8% terhadap mata uang Euro. Terhadap mata uang Jepang, Yen, nilai apresiasi mata uang USD telah terkoreksi merosot sekitar 0,35% untuk kembali diperdagangkan di bawah level 124. Mata uang Amerika tersebut juga melemah nilai apresiasinya sekitar 0,4% terhadap mata uang Australia, Aussie, dan 0,2% terhadap mata uang Inggris, Poundsterling.

FOMC telah dipublikasikan dengan sedikit lebih awal dibandingkan dengan waktu-waktu yang biasanya. Hal tersebut tentunya menunjukkan kepada para pelaku pasar bahwa para pembuat kebijakan khawatir bahwa inflasi masih akan tertahan di bawah target. Sementara beberapa pembuat kebijakan The Fed juga menyatakan kekhawatiran tentang potensi dampak perlambatan pertumbuhan di China terhadap perkembangan ekonomi di Amerika.

Para pelaku pasar tidak terlalu merespon rilis data inflasi harga konsumen Amerika, yang merupakan salah satu data ekonomi yang berpengaruh terhadap prospek kebijakan suku bunga. Rilis data inflasi harga konsumen Amerika dilaporkan hanya naik tipis 0.1% selama bulan Juli. Kenaikan inflasi CPI bulan July, merupakan pelambatan dari bulan Juni sebesar 0.3%., namun secaea keseluruhan indeks CPI telah naik 6 bulan berturut-turut. Sinyal atas berkurangnya trend inflasi, dikombinasi dengan pengetatan pasar kerja dan penguatan sektor perumahan Amerika berpotensi menopang keyakinan The Fed bahwa inflasi secara perlahan mulai menanjak ke target 2 %.

Menguatnya nilai apresiasi mata uang Swiss, Swiss Franc, tampaknya masih akan berkelanjutan seiring dengan pembiayaan kerja di sektor industri negara tersebut. Pernyataan tersebut dikemukakan oleh kelompok pelobi di Swiss pada hari Rabu (19/ 08/ 2015) kemarin. Hanya satu dari lima perusahaan di sektor enginering, listrik dan industri metal menyatakan pada kelompok lobi tersebut yang berencana untuk memindahkan setidaknya bagian produksi mereka keluar negeri jika nilai tukar mata uang mereka cukup tinggi sebagaimana terlihat di tahun ini.

Penguatan nilai apresiasi mata uang Swiss Franc menjadi beban biaya produksi dan mengurangi potensi pendapatan dari luar negeri. Hampir sepertiga perusahaan-perusahaan ini telah memperkirakan kerugian operasional mereka di 2015 ini. ” Saya yakin bahwa sebagian besar perusahaan-perusahaan ini akan bisa bertahan dengan tingkat upah yang tinggi ini”, demikian ungkap Hans Hess, selaku Ketua Kelompok Bisnis yang memiliki 1000 anggota dari kalangan usaha kecil dan menengah hingga pabrikan besar seperti Geberit dan Abb. Meski demikian, ditambahkan olehnya saat ini masih menjadi sebuah pertimbangan apakah produksi akan dilakukan didalam negeri Swiss atau dipindahkan sebagian ataupun sepenuhnya keluar negeri.

Nilai apresiasi mata uang Swiss Franc menguat setelah pihak Swiss Central Bank (SCB) menetapkan 1.20 Swiss Franc/ Euro pada Januari silam. Namun sebenarnya CHF saat ini tengah mengalami depresiasi secara marjinal dalam beberapa minggu terakhir ini. Beberapa saat ini apresiasi mata uang cross CHF/ EUR diperdagangkan pada kisaran level harga 1.075.

Dalam konferensi pertengahan tahun kelompok bisnis ini, dinyatakan pula bahwa hampir separuh dari usaha industri enjinering, listrik dan metal tengah berjuang keras untuk bertahan dengan penurunan pendapatan akibat penguatan nilai tukar Swiss Franc.

Industri Swiss menerima penurunan permintaan sebesar 15% di semester pertama 2015, dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya, sebagaimana ditunjukkan dalam data statistik dari kelompok bisnis. Nilai ekspor menurun 2,2 % yoy senilai 31,6 Milyar Swiss Franc atau senilai $32.48 milyar, menurut data dari Swiss Federal Custom Administration.

Pada rabu (19/08) pemerintah Swiss menyatakan akan meminta Parlemen untuk memberikan subsidi 20 juta Swiss Franc bagi pembiayaan inovasi, lebih sedikit dari angka yang diminta oleh kelompok bisnis sebesar 50 juta Swiss Franc.
Telah dilaporkan bahwa menjelang sesi perdagangan pasar Eropa berakhir, nilai apresiasi mata uang zona Eropa, Euro, masih mampu mempertahankan penguatan terhadap USD setelah parlemen Jerman menyetujui program bailout untuk Yunani. Namun mata uang 19 negara ini masih bergerak dalam rentang yang sempit. Dibandingkan dengan mata uang utama lainnya, volatilitas mata uang Euro terlihat rendah.

Data inflasi Amerika yang lebih rendah dari perkiraan membuat nilai apresiasi mata uang Euro untuk sementara menghentikan penurunan empat hari beruntun, saat para pelaku pasar kemarin menanti rilis FOMC Federal Reserve Amerika yang diharapkan memberikan titik terang kapan suku bunga akan dinaikkan.

Meski sebelumnya terdapat kecemasan akan adanya pertentangan dalam voting program bailout bagi Yunani, namun mayoritas anggota parlemen Jerman memberikan suara “yes” yang berarti menyetujui kesepakatan yang dicapai antara pemerintah Yunani dengan Menteri-menteri keuangan zona euro pada pekan lalu. Yunani akan mendapat kucuran dana €86 milyar euro dalam beberapa tahap, dan yang pertama diperkirakan sebesar €13 milyar akan diterima pada Kamis besok, saat pemerintah Athena harus membayar kewajibannya kepada European Central Bank (ECB).

Gerak harga emas pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu (19/ 08/ 2015) kemarin diperdagangkan menguat tajam mencatatkan keuntungan lebih dari $10 US menyusul lemahnya data Inflasi Amerika yang kembali memudarkan langkah The Fed untuk menaikan suku bunga pada September mendatang.

Dilaporkan bahwa gerak harga emas spot telah menyelesaikan perdagangan pasar di hari Rabu (19/ 08/ 2015) kemarin, dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $16.80 US atau 1.50% dengan gerak harga berakhir pada level $1,133.800 US/ troy ons. Gerak harga emas spot sebelumnya sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,134.490 dan serendah $1,116.130. Dalam pergerakan harga pada kurun waktu sepekan lalu, gerak harga emas spot telah berhasil mencatatkan angka keuntungan sebesar $19.9 US atau 1.82%.

Gerak harga emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange kontrak Desember dilaporkan juga telah menyelesaikan sesi perdagangan pasar di hari Rabu (19/ 08/ 2015) kemarin dengan mencatatkan angka keuntungan sebesar $11.00 US atau 1.0% dengan gerak harga berakhir pada level $1,127.900 US/ ons. Dalam pergerakan harga sepekan lalu, gerak harga emas kontrak Desember telah mencatatkan angka kerugian sebesar $18.6 US atau 1.70%.

Pada sesi perdagangan pasar hari Kamis (20/ 08/ 2015) ini, gerak harga emas batangan logam mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) dilaporkan berada di kisaran harga Rp. 552.000/ gram. Harga buyback emas batangan logam mulia milik PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) dilaporkan berada pada kisaran harga 482.000/ gram. Berikut merupakan daftar harga emas Antam untuk sesi perdagangan pasar hari Kamis (20/ 08/ 2015) ini, antara lain yaitu, untuk pecahan 500 gram - Rp 256.300.000, pecahan 250 gram - Rp 128.250.000, pecahan 100 gram - Rp 51.350.000, pecahan 50 gram - Rp 25.700.000, pecahan 25 gram - Rp 12.875.000, pecahan 10 gram - Rp 5.180.000, pecahan 5 gram - Rp 2.615.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 552.000.

Hal sebaliknya justru terjadi pada komoditas emas hitam. Dilaporkan bahwa gerak harga minyak terkoreksi kuat, bergerak anjlok ke kisaran $40 US/ barrel dan mengakhiri perdagangan pasar hari Rabu dengan kerugian hampir 5% setelah data resmi menunjukkan kenaikan mengejutkan dalam persediaan minyak mentah Amerika. Gerak harga penutupan sesi perdagangan pasar di hari Rabu juga menjadi yang terendah sejak 2 Maret 2009.

Pihak dari Energy Information Administration (EIA) mengatakan persediaan minyak mentah Amerika naik 2,6 juta barrel menjadi 456,21 juta barrel pada pekan lalu, yang mementahkan prediksi penurunan 600.000 barrel. Stok di Cushing, Oklahoma, titik pengiriman untuk minyak mentah berjangka Amerika, juga bertambah 326.000 barrel menjadi 57,44 juta barrel.

Data dari EIA ini sejalan dengan laporan American Petroleum Institute (API) pada Selasa malam, yang memperlihatkan penurunan persediaan sebesar 2,3 juta barrel. Gerak harga minyak telah kehilangan sekitar sepertiga dari nilainya sejak bulan Juni dan terus bertengger di sekitar level terendah 6-tahun selama seminggu terakhir. Keprihatinan atas banjir pasokan di pasar global dan rekor tingkat persediaan di Amerika masih menjadi faktor kunci yang menjaga tren penurunan pada komoditas ini.

Memasuki sesi perdagangan pasar hari Kamis (20/ 08/ 2015) ini, para pelaku pasar akan fokus pada hasil rilis data Existing Home Sales Amerika nanti malam. Di luar dari sisi data ekonomi tersebut, para pelaku pasar hendaknya tetap berwaspada akan imbas penurunan harga minyak mentah dunia yang baru saja mencapail level $40 US/ barrel pada sesi penutupan perdagangan pasar hari Rabu semalam. Penurunan ini seharusnya akan berdampak negatif bagi pasar komoditas lainnya, termasuk komoditas emas. Gerak harga emas berpotensi untuk terkoreksi anjlok karena kehilangan dukungan atas kemungkinan perlambatan inflasi global.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Aussie Masih Tertekan Pasca Data Inflasi

Pasca di rilisnya data inflasi kuartal Australia yang menurun, kurs Aussie (AUDUSD) nampak masih tertekan di teritori negatif pada perdagangan hari Kamis (24/4). Mengacu pada data yang di rilis oleh

Berita 0 Comments

AUD Cenderung Bearish, Issue Tapering Hantui Pasar

Pergerakan indeks USD hari ini (Senin, 25/ 11/ 2013) terpantau bergerak naik, dan mata uang tersebut terpantau menekan mata uang utama lainnya setelah dibuka pada 80.69 di awal perdagangan. Indeks

Forex News 0 Comments

Dollar AS Anjlok Tajam Paska Data Retail Sales

Dollar AS terkoreksi tajam paska rilis data retail sales yang melemah ke -0.6% jauh lebih buruk dibanding estimasi +0.3%. Alhasil pairing EURUSD meroket setelah sempat menyentuh level dibawah 1.0500 sehari

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image