Rusia Turunkan Quota Produksi Minyak, Sterling Tampak Bergerak Menguat

817d67a50f4d4d2d4d4efa8459714480Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD dilaporkan telah terpantau kokoh di atas level 1.2900 saat memasuki sesi perdagangan pasar Amerika. Telah dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi Poundsterling telah mampu bergerak menguat secara rally.

Hal tersebut terjadi, karena adanya hasil rilis data PMI sektor manufaktur Inggris yang naik ke laju paling cepat dalam 3-tahun. Dilaporkan bahwa, PMI sektor manufaktur Inggris naik menjadi 57.3 di bulan April dari 54.2 di bulan Maret, dan juga mematahkan estimasi untuk penurunan menjadi 54.0.

Hasil rilis PMI sektor manufaktur Inggris mengalami kenaikan, di tengah berlanjutnya negosiasi Brexit. Kenaikan hasil dari PMI sektor manufaktur Inggris ini, telah mensinyalkan bahwa pabrik-pabrik sedang menikmati masa-masa pelemahan sterling.

Telah dilaporkan sebelumnya bahwa, penguatan gerak nilai apresiasi Greenback dan kenaikan yield Treasury Amerika telah menekan gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling. Gerak nilai apresiasi mata uang GBP/ USD ke level rendah di kisaran 1.2864 pada sesi perdagangan pasar Asia dan awal sesi perdagangan pasar Eropa.

Meski demikian, namun bagaimanapun juga penguatan gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling masih terbatasi oleh fokus para pelaku pasar pada perkembangan sikap-sikap negara di Uni Eropa terkait proses Brexit. Para pelaku pasar berasumsi bahwa gerak nilai apresiasi mata uang Poundsterling besar kemungkinan masih akan dipicu oleh perkembangan politik, terutama negosiasi Brexit.

Dilaporkan bahwa 27 negara Uni Eropa masih menawarkan syarat Brexit yang sulit pada hari Sabtu lalu. Uni Eropa juga telah memperingatkan bahwa kesepakatan untuk mendapatkan akses pasar Eropa tidak akan cepat dan mudah.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham Asia telah dibuka dengan bergerak secara mixed pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu (03/ 05/ 2017) ini. Hal tersebut terjadi, menyusul adanya kondisi positif pada gerak nilai harga di bursa saham Amerika dan Eropa, serta adanya kekecewaan dari para pelaku pasar terhadap pendapatan yang diraih oleh perusahaan Apple.

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Rabu ini, dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225, Jepang telah dibuka secara menguat. Gerak nilai harga indeks saham Nikkei 225 dibuka menguat sekitar 135,18 poin atau naik sebesar 0,70 % dengan bergerak di kisaran level harga 19.445,70.

Gerak nilai harga indeks saham Hang Seng 33, Hong Kong, telah turut pula dibuka dengan secara menguat. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga indeks saham Hang Seng 33 telah bergerak meningkat sekitar 81 poin atau naik sebesar 0,33 % dengan telah berada di kisaran level harga 24.696,13.

Gerak nilai harga indeks saham ASX 200, Australia, telah dilaporkan dibuka dengan secara melemah. Gerak nilai harga indeks saham ASX 200 telah bergerak melemah sebesar 17,67 poin atau turun sekitar 0,30 %, dengan sempat bergerak di kisaran level harga 5.932,70.

Gerak nilai harga indeks saham SSE, Shanghai, China turut pula telah dibuka dengan keadaan terkoreksi. Dilaporkan bahwa berkurang gerak nilai harga indeks saham SSE telah terkoreksi sekitar 5,42 poin atau turun sebesar 0,17 % ke kisaran level harga 3.138,29.

Turut pula dilaporkan bahwa, gerak nilai harga indeks saham Kospi, Korea Selatan, telah dibuka secara positif. Gerak nilai harga indeks saham Kospi telah dibuka dengan meningkat sekitar 14,23 poin atau naik sebesar 0,65 % ke kisaran level harga 2.219,67.

Sementara itu, harga minyak mentah di pasar berjangka Asia pagi ini dibuka menguat. Minyak mentah AS, WTI, meningkat 0,90 % ke kisaran US$ 48,09 per barel dan minyak mentah Brent naik 1,05 % ke kisaran US$ 50,99 per barel.

Gerak nilai harga komoditas minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) dilaporkan telah mengalami gerak penguatan nilai harga. Dilaporkan bahwa gerak nilai harga komoditas minyak mentah WTI telah mampu bergerak menguat senilai $49.21 US/ barel, atau telah bergerak menguat naik sebesar 49 sen jika dibandingkan dengan penutupan dari gerak nilai harga komoditas minyak mentah kemarin.

Hal tersebut terjadi, setelah adanya penurunan angka produksi di Rusia. Angka produksi minyak di Rusia dilaporkan telah mengalami penurunan sebanyak 50 ribu barel/ hari selama kurun waktu di bulan April lalu, dari 11,05 juta barel menjadi 11 juta barel/ hari, demikian dilaporkan berdasarkan dari data Kementerian Energi Rusia, pada hari Selasa.

Pihak OPEC bersama dengan pihak Rusia serta negara produsen minyak utama lainnya telah sepakat memangkas produksi hingga 1,8 juta barel per hari di semester pertama tahun ini. Langkah tersebut dilakukan, dalam rangka untuk mengatasi limpahan produksi dan juga mengangkat harga.

Dari jumlah sebesar itu, Rusia telah memangkas hingga 300 ribu barel menjadi 10,947 juta barel dari level tinggi 11,247 juta barel di Oktober. Angka produksi April berarti telah memenuhi 95,2 % dari target.

Para pelaku pasar saat ini tengah berfokus pada rencana kelanjutan pemangkasan produksi komoditas minyak di semester kedua tahun ini. Para negara anggota OPEC dan non OPEC akan membahasnya pada pertemuan di tanggal 25 Mei nanti.

Pihak Rusia masih belum menyatakan sikapnya apakah akan ikut melanjutkan pemangkasan produksi atau tidak. Meskipun demikian, namun pihak Rusia telah megatakan bahwa ereka sedang mempelajari pasar dan telah membicarakan hal ini dengan beberapa menteri energi dari anggota OPEC.

About author

You might also like

Forex News 0 Comments

Poundsterling Bergerak Sideways Setelah Capai 3 Minggu Tertinggi Pekan Lalu

Mata uang poundsterling Inggris terpantau mengalami pergerakan yang sideways pada perdagangan hari ini (10/3). Setelah sempat melonjak hingga ke posisi paling tinggi dalam tiga minggu belakangan, hari ini mata uang

Forex News 0 Comments

Nantikan Data Inflasi Kawasan Euro, Mata Uang Bergerak Tipis

Pada perdagangan di Asia hari ini mata uang euro terhadap dollar AS terpantau mengalami pergerakan yang masih terbatas (17/3). Mata uang ini terlihat secara umum mengalami konsolidasi terhadap dollar AS.

Forex News 0 Comments

Apresiasi USD Masih Dominan, Minyak dan Emas Berusaha Menggeliat

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (28/ 05/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas dan perak mengalami gerak kenaikan dengan diperdagangkan lebih tinggi pada pagi ini, setelah

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image