Segala Sektor Ekonomi Global Rentan Imbas China, Apresiasi USD Dominan Selain Terhadap Jepang

20611_1422090778099665_681208571439640980_nDilaporkan bahwa pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Selasa kemarin bahwa, Greenback bergerak menguat naik nilai apresiasinya menuju ke level tertinggi terhadap mata uang Uni Eropa, yaitu mata uang Euro, dalam hampir tiga minggu. Hal tersebut terjadi karena para pelaku pasar tengah menunggu komentar dari Gubernur Utama Federal Reserve, Janet Yellen, yang oleh para pelaku pasar harapkan akan menjelaskan niat bank sentral selanjutnya.

Apresiasi mata uang EUR/ USD dilaporkan bergerak melemah, jatuh ke level $ 1,1130 US pada sesi akhir perdagangan pasar Amerika hari Selasa di New York. Gerak nilai apresiasi mata uang Euro terkoreksi turun sekitar 0,5% dari posisi sebelumnya yaitu di kisaran level $ 1,1188, US level akhir sesi perdagangan pasar di hari Senin di New York. Mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan juga telah diperdagangkan lebih rendah, dimana baru-baru ini sempat diperdagangkan pada level $ 1,5370 US, terkoreksi turun sekitar 0,9% dari level $ 1,5370 US.

Meski demikian namun ternyata mata uang USD telah terdepresiasi oleh mata uang Jepang, yaitu mata uang Yen, untuk hari kedua liburan di Jepang. Perdagangan pasar Jepang akan dibuka kembali pada hari Kamis mendatang. Nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah diperdagangkan pada level 120,05, bergerak turun sekitar 0,4% dari level sebelumya yaitu di kisaran 120,49 pada akhir sesi perdagangan pasar hari Senin lalu di New York.

Para pelaku pasar melihat ke depan perihal sambutan dari Gubernur utama Federal Reserve, Janet Yellen, yang dijadwalkan Kamis malam. Banyak pihak yang berharap besar bahwasannya Yellen akan memberikan beberapa sinyal kejelasan tentang apakah The Fed bermaksud untuk menaikkan suku bunga tahun ini atau tidak. Kekhawatiran para pelaku pasar atas kebijakan The Fed dan juga gerak laju pertumbuhan ekonomi global yang lesu juga turut menekan gerak nilai harga saham Amerika. Saat ini, para pelaku pasar masih menunggu rilis Caixin indeks manajer Flash Purchasing China.

Dilaporkan bahwa nilai indeks USD, telah naik sekitar 0,4% menjadi 96,2760. Kekhawatiran tentang kondisi ekonomi di China telah membantu mendorong nilai apresiasi mata uang USD bergerak lebih tinggi terhadap major currencies. Salah satu mata uang yang nilai apresiasinya terpukul oleh gerak penguatan mata uang USD adalah mata uang Real Brasil. Dilaporkan bahwa nilai apresiasi mata uang USD/ BRL telah jatuh ke titik terendah baru terhadap mata uang USD, dengan terkoreksi turun sekitar 1,6% ke level harga 4,04.

Perdagangan bursa saham Asia pada hari Rabu (23/ 09/ 2015) pagi ini juga dibuka menurun. Hal tersebur terjadi karena pengaruh melemahnya bursa saham Amerika Serikat lebih dari 1%. Pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu pagi in, indeks jepang, yaitu indeks Nikkei dibuka turun sekitar 1,96% dengan berada di level 18070,21. Juga dilaporkan bahwa indeks Korea Selatan, indeks Kopsi, turut bergerak melemah turun sekitar 0,86% ke level 1965. Hal tersebut dipengaruhi oleh melemahnya saham blue-chips Samsung Electronics dan Hyundai Motor. Untuk ASX 200 turun 1,21% ke 5041,80 karena dipengaruhi oleh gerak turunnya saham BHP Billiton.

Telah dilaporkan bahwa gerak nilai harga di bursa saham Amerika berakhir melemah cukup tajam pada sesi perdagangan pasar Amerika di hari Selasa kemarin. Adanya gerak rebound harga dari posisi terendah intraday karena anjloknya harga komoditas yang telah menghidupkan kembali kekhawatiran para pelaku pasar tentang perlambatan laju pertumbuhan ekonomi global.

Fokus para pelaku pasar saat-saat ini adalah pada pertumbuhan ekonomi global, dan pada perkembangan ekonomi di negara China pada khususnya, telah menjadi kekhawatiran yang semakin intensif setelah Federal Reserve pada sesi FOMC pekan lalu memilih untuk tetap mempertahankan tingkat suku bunga atas landasan kekhawatiran tentang perlambatan laju ekonomi luar negeri.

Dilaporkan bahwa gerak nilai harga S&P 500 indeks meluncur jatuh 24,23 poin, atau 1,2% dengan gerak harga berakhir pada level 1,942.74. Kondisi tersebut terkontribusi oleh dengan adanya 10 sektor utama yang telah diperdagangkan lebih rendah. Sektor Bahan dan teknologi paling besar menderita kerugian. Dalam kondisi tersebut, hanya 33 dari 502 saham pada S&P 500 yang ditutup lebih tinggi.

Dow Jones Industrial Average dilaporkan turun gerak nilai harganya sekitar 179,72 poin, atau 1,1% dengan berada di level 16,330.47. Dow Jones telah terkoreksi turun sebanyak 288 poin. Dari 30 komponen dalam indeks blue-chips, sebanyak 27 blue-chips telah ditutup melemah nilai harganya. Gerak nilai harga di Nasdaq Composite dilaporkan telah kehilangan sekitar 72,23 poin atau 1,5% dengan gerak nilai harga telah berakhir pada level 4,756.72. Nasdaq sebelumnya telah tenggelam nilai harganya sebesar 112 poin.

Pada akhir sesi perdagangan pasar hari Selasa dini hari (Rabu, 23/ 09/ 2015) tadi, dilaporkan bahwa gerak nilai harga batubara Rotterdam masih melanjutkan gerak trend bearish-nya dengan signifikan. Harga komoditas ini sudah membukukan penurunan untuk empat sesi berturut-turut. Malam tadi harga batubara untuk kontrak Oktober menyentuh posisi paling rendah dalam 1,5 minggu belakangan.

Di akhir sesi perdagangan pasar hari Selasa dini hari tadi, harga batubara Rotterdam berjangka untuk kontrak paling aktif yaitu kontrak bulan Oktober berada di posisi $52,85 US/ ton. Gerak nilai harga komoditas batubara telah mengalami gerak penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar $0,30 US atau sekitar 0,56 % dari posisi penutupan di sesi perdagangan pasar sebelumnya.

Juga dilaporkan bahwa harga batubara berjangka SGX API 8 CFR China Coal Index Futures untuk kontrak bulan November 2015 pada hari ini telah diperdagangkan pada posisi $48,80 US/ ton. Gerak harga batubara kontrak SGX IHS McCloskey Indonesian Sub-Bit FOB Index Futures bulan November 2015 ditransaksikan pada posisi $39,90 US/ ton.

Dilaporkan bahwa gerak nilai Harga Batubara Acuan (HBA) Indonesia telah berada pada titik serah freight on board di atas kapal pengangkut (FOB Vessel) periode September 2015 berada di level $58,21 US/ ton. HBA bulan ini dilaporkan telah tercatat turun 1,5 % dibandingkan HBA Agustus kemarin sebesar $59,14 US/ ton. HBA sendiri adalah merupakan acuan rata-rata harga jual dari empat indeks meliputi Indonesia Coal Index, Index Platts 59, New Castle Export Index dan New Castle Global Coal Index yang juga turut terdampak.

Permintaan atas batubara global masih sangat lesu. Sampai dengan saat ini potensi melambatnya gaerak laju ekonomi di China telah membebani pergerakan harga batubara acuan dunia. Tingginya pasokan dari negara-negara penghasil batubara, termasuk Indonesia, juga turut memberikan sentimen negatif di pasar komoditas batubara ini.

Para pelaku pasar telah memperkirakan bahwa pergerakan harga batubara berjangka Rotterdam pada perdagangan selanjutnya masih akan dipengaruhi oleh kinerja harga minyak mentah. Potensi penurunan lanjutan masih kuat sebab secara fundamental trend harga batubara masih bearish kuat, terutama untuk jangka panjang. Gerak nilai harga batubara berjangka masih berpotensi menuju level support pada posisi $52,50 US dan support kedua di level $52,00 US. Level resistance yang akan dicoba jika terjadi peningkatan gerak nilai harga adalah pada posisi $53,70 US dan $54,20 US.

Mengenai sektor migas di wilayah Amerika, dilaporkan bahwa American Petroleum Institute (API) pada hari Selasa malam telah melaporkan mengenai pasokan minyak. Dilaporkan oleh API bahwa angka pasokan minyak mentah telah turun sebesar 3,7 juta barel untuk pekan yang berakhir 18 September.

Para pelaku pasar yang disurvei oleh Platts memperkirakan bahwa gerak penurunan pasokan akan terjadi sebesar 700.000 barel. Setelah dirilisnya pengumuman tersebut, dilaporkan bahwa WTI November berada di levle $ 46,60 US/ barel di Globex, nilai kontrak menjadi naik dari $ 46,36 US di New York Mercantile Exchange. Laporan oleh pihak berwenang dari Administrasi Informasi Energi akan dirilis pada hari Rabu ini.

Dilaporkan bahwa perdagangan bursa komoditas berjangka di sesi perdagangan pasar hari Rabu (23/ 09/ 2015) ini, gerak nilai harga emas dan perak terus lanjutkan gerak penurunannya. Gerak nilai harga emas maupun perak tengah diperdagangkan lebih rendah ketika melambatnya pertumbuhan aktifitas manufaktur di China.

Dilaporkan bahwa pada berlangsungnya sesi perdagangan pasar Asia hari ini, gerak nilai emas berjangka di Divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Desember telah diperdagangkan lebih rendah 0.27% di level $1.121.80 US/ troy ons. Mengenai gerak nilai harga perak berjangka pengiriman Desember dilaporkan telah diperdagangkan lebih rendah sekitar 0.31% di level $14.710 US/ troy ons.

Gerak nilai harga emas dan perak terlihat melanjutkan penurunannya pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu pagi ini ketika melambatnya pertumbuhan aktifitas manufaktur China. Berdasarkan laporan resmi yang dirilis oleh Markit menyebutkan bahwa laporan data PMI Manufaktur China mengalami penurunan, yang disesuaikan secara musiman menjadi 47.0 di bulan September dari 47.3 di bulan Agustus.

Dilaporkan pula bahwa nilai harga emas yang dijual oleh PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) Indonesia, telah turun sebesar Rp 2.000/ gram sehingga menjadi Rp 569 ribu/ gram pada perdagangan pasar hari Rabu (23/ 09/ 2015) ini. Pada sesi perdagangan pasar sebelumnya, gerak nilai harga emas Antam telah dibandrol di level harga Rp 571 ribu/ gram. Mengenai harga pembelian kembali (buyback) emas Antam, dilaporkan juga turun sebesar Rp 2.000/ gram sehingga menjadi Rp 501 ribu/ gram.

Berikut adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 264.800.000, pecahan 250 gram - Rp 132.500.000, pecahan 100 gram - Rp 53.050.000, pecahan 50 gram - Rp 26.550.000, pecahan 25 gram - Rp 13.300.000, pecahan 10 gram - Rp 5.350.000, pecahan 5 gram - Rp 2.700.000, dan untuk pecahan 1 gram Rp 569.000.

Dengan padatnya jadwal laporan peristiwa ekonomi di wilayah Eropa dan Amerika juga tengah menjadi fokus perhatian para pelaku pasar. Laporan tersebut diawali dengan sebuah data aktifitas manufaktur Eropa di sore ini yang dilanjutkan dengan konferensi pers dari Presiden ECB. Di sesi perdagangan pasar Amerika nanti, para pelaku pasar juga akan dihadapkan dengan laporan aktifitas manufaktur Amerika yang ditutup dengan pernyataan dari Federal Reserve dari wilayah Atlanta.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Banyak Instrumen Pasar Terkoreksi, Sesi Pasar Asia Sepi

Dilaporkan bahwa indeks saham Jepang, Nikkei225, nilainya bergerak menguat untuk pertama kalinya sejak empat hari pada sesi perdagangan pasar Asia hari Kamis (03/ 09/ 2014) ini. Hal tersebut terjadi seiring

Komoditas 0 Comments

Greenback Tampak Masih Tekan Major Currencies, Pasar Perhatikan Rilis Laporan Ekonomi Amerika Mendatang

Dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak masih mempertahankan gerak penguatannya terhadap major currencies pada sesi perdagangan pasar di hari Senin. Gerak nilai apresiasi Greenback dilaporkan telah sempat

Forex News 0 Comments

Kiprah Ekonomi China Mulai Besar, Amerika Mulai Gerah

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Selasa (09/ 06/ 2015) ini, gerak harga emas dilaporkan bergerak menguat. Gerak penguatan harga emas karena telah topang oleh laporan penurunan CPI China

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image