Selesai Profit Taking Manfaatkan Rally USD Sebelumnya, Pasar Menanti FOMC

Selesai Profit Taking Manfaatkan Rally USD Sebelumnya, Pasar Menanti FOMC

analisa forex mata uang Dollar ASTercatat oleh pasar bahwa sedari kemarin pergerakan apresiasi mata uang USD masih pertahankan penurunannya terhadap major currencies. Koreksi perlemahan ini adalah merupakan penurunan terbesar dalam tiga bulan. Hal ini adalahkarena para pelaku pasar masih waspadai rilis FOMC. Mata uang USD terkoreksi melemah pada hari Selasa karena para elaku pasar melakukan aksi profit taking atas rally mata uang USD baru-baru ini, menjelang pengumuman kebijakan The Fed.

Para pelaku pasar tengah mempertimbangkan apakah Federal Reserve akan bereaksi sesuai perkiraan atau tidak dalam pernyataan kebijakan pada dini hari nanti. “Para pelaku pasar enggan untuk membeli atau menjual USD sampai mereka melihat hasil FOMC. Pasar waspada seiring tidak ada pandangan pada bagaimana pernyataan akan berubah,” kata Etsuko Yamashita, kepala ekonom di Sumitomo Mitsui Banking Corp. di New York. The Fed telah memulai rapat kebijakan 2-hari pada hari Selasa, yang berpotensi menyajikan pandangan lebih optimis terhadap perekonomian Amerika. Para pelaku pasar telah memperkirakan bahwa Federal Reserve akan mensinyalkan percepatan waktu kenaikan suku bunga pertama sejak krisis keuangan global tahun 2008. “Apa yang kita lihat pada hari ini (Selasa) adalah beberapa penyesuaian posisi menjelang pertemuan FOMC. Tapi menurut Saya, pasar justru tengah bersiap mengantisipasi pergerakan bullish mata uang USD yang berkelanjutan, yang mungkin akan dimulai pada akhir Q4. Buy on dips nampaknya masih menjadi strategi utama,” demikian menurut analisa dari Mark McCormick, analis mata uang pada Credit Agricole di New York. Dari inggris, mata uang sterling terhenti penguatannya sejak dari kemarin, sebelum di rilisnya minutes pada hari ini dari pertemuan terakhir BoE dan refrendum kemerdekaan Skotlandia besok. Mata uang GBP berbalik menguat sebelum referendum kemerdekaan Skotlandia pada 18 September nanti, seiring meluasnya pelemahan mata uang USD. Nasionalis Skotlandia masih memiliki kans 45% untuk memenangkan referendum pekan ini, yang menjaga resiko arus modal keluar dari Inggris. Sebelumnya para pelaku pasar sempat mengalihkan fokus ke data inflasi Inggris. Namun angka yang kurang mengesankan gagal meredam kecemasan pasar atas resiko dampak dari pemisahan Skotlandia dari Inggris. Inflasi konsumen tahunan Inggris tumbuh 1,5% di bulan Agustus setelah naik 1,6% di bulan Juli. “Secara keseluruhan, ekspektasi kenaikan suku bunga Inggris sebelumnya telah mendorong Sterling beranjak lebih tinggi. Tapi dengan inflasi yang cukup terkendali, kebijakan moneter kemungkinan akan tetap tidak berubah. Pada saat bersamaan, ketidakpastian seputar referendum Skotlandia terus mendatangkan tekanan pada Sterling,” demikian menurut Nawaz Ali, analis pasar Western Union. Mata uang USD bergerak di kisaran 1.6259 setelah kemarin turun sebesar 0.3% menjadi $1.6277.

Dilaporkan dari Australia bahwa apresiasi mata uang AUD kemarin menguat ke level tertinggi hampir dua minggu. Hal ini adalah karena adanya efek positif atas rilis data laporan bahwa China, yang merupakan mitra dagang terbesar mereka, mengucurkan dana likuiditas sebesar 500 milyar yuan atau sekitar $81.4 milyar US ke lima bank terbesar di negaranya untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. Mata uang USD tercatat menguat sebesar 0.1% menjadi 0.9085 setelah mengalami penurunan kemarin ke 0.9094. Pada sesi pasar Amerika nanti, para pelaku pasar juga akan menunggu rilis data lain selain bersiap merespons sentiment imbas FOMC. Laporan tersebut meliputi sebuah data inflasi harga konsumen Amerika. Para pelaku pasar memperkirakan bahwa inflasi harga konsumen Amerika akan mengalami kenaikan sebesar 0.1%.

About author

You might also like

Fundamental 0 Comments

Apresiasi USD Masih Dominan, Minyak dan Emas Berusaha Menggeliat

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (28/ 05/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas dan perak mengalami gerak kenaikan dengan diperdagangkan lebih tinggi pada pagi ini, setelah

Forex News 0 Comments

Dollar Masih Terpuruk Vs. Yen Sebelum Testimoni Yellen

Greenback di perdagangkan di atas 0.3% dari level terendah dalam tujuh pekan terhadap yen sebelum ketua Fed Janet Yellen bertestimoni kepada anggota parlemen AS besok. Indeks dollar berada 0.3% di

Berita 0 Comments

Suplai Minyak Cemaskan Pasar, Sterling Masih Cenderung Menurun

Gerak nilai apresiasi mata uang Inggris, yaitu mata uang Poundsterling, dilaporkan telah diperdagangkan secara flat pada sesi perdagangan pasar di hari Rabu, sehari setelah menyentuh level terendah sebulan. Hal tersebut

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image