Sentimen Pasar Dan Kebijakan Bank Sentral Masih Pengaruhi Penguatan Nilai Saham dan Emas

Nilai harga emas diperdagangkan menguat secara tajam selama sesi perdagangan hari Jum’at (13/ 06/ 2014) lalu. Meski menguat dengan keuntungan yang tipis, namun harga emas berhasil mencatatkan keuntungan dalam satu pekan perdagangan. Emas mencatatkan keuntungan tajam dalam sepekan ditengah meningkatnya ketegangan di Irak. Harga Emas berjangka kontrak Agustus menyelesaikan sesi perdagangan Jum’at (13/ 06/ 2014) dengan keuntungan tipis hanya sebesar 10 sen berakhir pada 1,274.10 USD di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Dalam sepekan terkahir harga emas berjangka mencatatkan keuntungan sebesar 21.60 USD atau 1.72%. Dipasar spot harga emas ditutup dengan keuntungan sebesar 3.40 USD atau 0.27% berakhir pada 1,276.60 USD, setelah sempat diperdagangkan hingga setinggi $1,277.75 USD dan serendah 1,270.60. Emas mencatatkan keuntugan sebesar 24.20 USD atau 1.93% selama sesi perdagangan minggu lalu.

Disesi perdagangan Jum’at (13/ 06/ 2014) pasar emas diuntungkan oleh tindakan pemberontakan di Irak oleh militant Sunni. Selama sesi perdagangan akhir pekan investor masih bersikap tenang menyikapi perkembangan pemberontakan di Irak, setelah mendengar bahwa Amerika masih akan meninjau dan tidak akan mengambil tindakan militer segera untuk membantu Irak menghadapi senrangan pemberontakan. Pasar emas akan banyak diuntungkan jika pemberotakan di Irak semakin memanas. Ketegangan yang terjadi di Irak akan mendorong harga minyak mentah dunia melonjak dan secara langsung akan meningkatkan aliran safe-haven pada emas sebagai aset pelindung nilai. Perlu diketahui bahwa, Irak menghasilkan sekitar 2,6 juta - 2.7 Juta barel minyak setiap harinya. Diuar sentiment Irak, selama sesi perdagangan akhir pekan pasar diwarnai oleh data Inflasi Produsen Amerika, dengan index PPI Amerika dirilis turun 0.2% selama periode Mei, memburuk dari data sebelumnya dan perkiraan pasar yang menunjukkan kenaikan sebesar 0.6% pada April dan kenaikan 0.1% berdasarkan perkiraan pasar. Memasuki sesi perdagangan pekan ini, pasar emas diperkirakan akan terfokus pada setiap perkembangan yang terjadi di Irak dan pertemuan FOMC Minutes Amerika pada sesi perdagangan Kamis dini hari pukul 01.00 GMT+7. Diawal pekan harga emas berpotensi menguat mengikuti trend harga minyak mentah dunia yang juga menguat pasca meningkatnya ketegangan di Irak.

Data ekonomi dan alur kebijakan bank sentral negara maju akan mendominasi pergerakan harga saham Asia Pasifik pekan ini. China dan Amerika Serikat kembali menjadi kiblat bagi pelaku pasar sebelum mereka mengatur investasi portofolionya. Pekan akan dimulai dengan rilis data investasi asing langsung ke China atau (FDI) untuk periode Mei 2014. Pada bulan April lalu, angka FDI melonjak 3.4% dibandingkan bulan yang sama tahun 2013. Namun investor tidak yakin kalau data FDI terbaru hari ini akan serupa dengan catatan bulan lalu, mengingat harga dan minat terhadap aset sektor properti mulai menurun. Data lainnya yang mampu mempengaruhi psikologi pelaku pasar adalah laporan indeks harga grosiran (WPI) negara India.

Pada hari Rabu (18/ 06/ 2014), dua data kelas berat akan dirilis ke publik yaitu laporan perdagangan Jepang dan indeks harga rumah China. Menurut National Australia Bank, Jepang akan mencatat defisit 1.22 triliun Yen (nominal) dan 1.07 triliun Yen (disesuaikan secara musiman). Angka tersebut lebih besar dibandingkan jumlah defisit bulan April lalu yang sebesar 0.8 triliun Yen. Sementara di China, trend penurunan kinerja sektor properti semakin terbukti setelah data hari Jumat kemarin menunjukkan bahwa investasi real estat melemah di bulan Mei. Walau demikian, analis di pasar menilai penurunan ini akan bisa ditutupi oleh efek stimulus kecil yang diluncurkan oleh pemerintah, di mana sebagian dana dipakai untuk membiayai proyek infrastruktur.

Data paling penting pekan ini baru akan keluar pada hari Jumat (20/ 06/ 2014) yakni laporan indeks purchasing manager (PMI) versi cepat negara China untuk bulan Juni. Untuk edisi Mei lalu, PMI HSBC naik menjadi 49.4 dabri catatan bulan April, 48.1. Dari sisi kebijakan, Reserve Bank of Australia dijadwalkan menggelar rapat pada hari Selasa. Namun efek dari agenda ini diperkirakan kecil karena nyaris tidak ada potensi perubahan kebijakan dalam waktu dekat. Kemudian baru pada hari Rabu, Federal Reserve Bank mengadakan rapat untuk membahas soal pola kebijakan terbaru. Bank Sentral Amerika diyakini kembali memangkas porsi pembelian obligasinya sebanyak 10 miliar USD sehingga total stimulus hanya tersisa 35 miliar USD per bulan. Kalaupun ada hal yang belum terprediksi secara jelas adalah tentang proyeksi ekonomi dan konferensi pers gubernur Janet Yellen.

Memasuki sesi perdagangan hari ini, emas diperkirakan akan diperdagangkan pada kisaran 1,296.80 - 1,274.40. Secara teknis, setelah harga emas beranjak naik pada pekan ini, maka harga emas berpotensi untuk mengakhiri masa rebound menyusul beberapa indikator telah menunjukkan masa Overbought. Dimana harga berada pada fase titik jenuh beli. Namun demikian, faktor fundamental dari Irak berpotensi membawa emas untuk terus menguat, dan investor diharapkan untuk memperhatikan setiap penembusan level support dan resistance emas yang cukup kuat. Perhatikan level resistance emas pada 1,283.30, jika harga mampu bergerak diatas level tersebut maka emas berpotensi menguji level resistance emas berikutnya pada 1,293.80. dengna level support emas yang perlu diperhatikan adalah 1,267.80.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Short Covering Topang Penguatan Euro

Euro menguat di perdagangan sesi Asia pagi ini, setelah pada perdangan kemarin mata uang 18 negara tersebut berhasil rebound dari level terendah dalam 2 ½ bulan terakhir akibat aksi short

Forex News 0 Comments

USD Terkoreksi Sentiment Pasar, IMF dan World Bank Desak The Fed Tunda Kenaikan Suku Bunga

Pada sesi perdagangan pasar Asia di hari Kamis (18/ 06/ 2015) pagi ini, dilaporkan bahwa gerak harga emas spot LLG mengalami pergerakan rally yang masih terbatas. Gerak rally harga emas

Komoditas 0 Comments

Harga Minyak Mentah Terkoreksi Melemah, Meski Pasar Masih Tunggu Rilis Data

Harga minyak mentah berjangka Amerika melemah pada hari Selasa (25/ 06/ 2013). Harga bergerak mundur hampir 2% menjelang laporan yang diekspektasikan menunjukan pelemahan pada persediaan minyak mentah. Minyak mentah untuk

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image