Sesi Pasar Awal Minggu, USD Bisa Kembali Ancam Emas

11696_3849381332391_2013197473_nGerak harga emas dilaporkan kembali terkoreksi saat memasuki sesi perdagangan pasar Asia hari ini. Hal tersebut terjadi adalah karena tertekan oleh penguatan niali apresiasi mata uang USD pada pagi ini. Telah dilaporkan bahwa gerak harga emas kembali ditutup melemah setelah sempat diperdagangkan denga harga menguat. Seperti yang telah dilaporkan bahwa, gerak harga emas telah bergerak menguat dan naik sepanjang pekan lalu. Gerak harga emas sempat bergerak positif dan melonjak tajam di atas pada kisaran level harga $1,200 US/ troy ons setelah ketegangan di negara Yaman mulai terjadi dan muncul sebagai hot issue di pasar. Namun sayangnya memasuki sesi perdagangan akhir pekan emas kembali terkoreksi untuk pertama kalinya setelah naik sepanjang 7 sesi perdagangan berturut-turut.

Seperti yang telah diketahui bahwa, negara Yaman adalah merupakan sebagai salah satu negara lintasan infrastruktur minyak dan gas yang mempunyai peranan cukup vital, sehingga krisis keamanan yang terjadi telah membawa kekhawatiran di kalangan para pelaku pasar. Ariston Tjendra, Head Research and Analyst PT. Monex Investindo Futures, menjelaskan bahwa potensi penguatan masih ada karena tensi geopolotik di Yaman dan potensi The Fed bakal menunda kenaikan suku bunga Amerika. “Kenaikan harga emas pada pekan lalu dengan minggu sebulannya sekitar 1,36 %,” kata Ariston saat berbincang dengan Liputan6.com, pada hari Senin (30/ 03/ 2015) ini. Gerak harga emas pada minggu ini diprediksi bakal melanjutkan penguatannya. Namun keperkasaan emas masih terbatas di kisaran $ 1.223 US/ ons, dengan level support di kisaran $ 1.182 US/ ons. Meski kenaikannya masih belum stabil, namun gerak harga emas pada minggu lalu berada pada kisaran level harga $ 1.219 US/ ons atau dekat $ 1.123 US/ ons. Dalam kondisi seperti ini, disarankan agar para pelaku pasar melakukan aksi jual. “Sebaiknya jual karena mungkin kenaikan harga emas terbatas,” demikian menurut pendapat yang disampaikan oleh Ariston Tjendra, Head Research and Analyst PT. Monex Investindo Futures. Pendapat lain yang senada juga disampaikan oleh pengamat pasar komoditas berkenaan dengan gerak harga emas. “Sepertinya komoditas emas sedang berada di level overbought saat ini setelah pada hari Kamis lalu mencoba menembus level $ 1.220 US/ ons, namun gagal dan hanya sampai di level $ 1.219,65 US/ ons. Gerak harga emas seperti yang telah kita ketahui, memang rentan tekanan jika berada di atas level $ 1.220 US dan $ 1.223,05 US/ ons,” ujar pengamat pasar komoditas, Wahyu Tribowo Laksono. Wahyu Tribowo Laksono menyebutkan, bahwa gerak harga emas ditutup melemah pada hari Jumat di pekan lalu di kisaran level $ 1.198,4 US/ ons, menghentikan penguatan gerak harga yang terjadi dalam tujuh hari berturut-turut sejak komoditas emas terpuruk di level $ 1.142,6 US per ons pada 17 Maret lalu. Emas Antam juga mengalami kenaikan pada minggu lalu. Kenaikan harga emas Antam tersebut, salah satunya didorong oleh penguatan harga emas internasional. Seperti pada laporan sebelumnya bahwa awal pembukaan perdagangan minggu lalu, harga emas Antam dibuka dengan harga naik Rp 1.000 ribu menjadi Rp 543 ribu/ gram, harga logam mulia Antam kembali naik ke level Rp 549 ribu/ gram pada Jumat, 27 Maret 2015. Dilaporkan dengan mengacu pada situs resmi logam mulia hari Senin, 30/ 03/ 2015, bahwa harga emas yang dijual oleh PT. Aneka Tambang, Tbk (Antam) telah turun sebesar Rp 1.000 sehingga harga menjadi Rp 548 ribu/ gram. Pada hari Jumat lalu, harga jual oleh Antam di kisaran harga Rp 549 ribu/ gram. Harga pembelian kembali emas Antam pun juga telah tercatat turun sebesar Rp 1.000 sehingga menjadi Rp 488 ribu/ gram. Berikut ini adalah merupakan daftar harga emas yang dijual oleh Antam, yaitu untuk pecahan 500 gram - Rp 254.300.000, pecahan 250 gram - Rp 127.250.000, pecahan 100 gram - Rp 50.950.000, pecahan 50 gram - Rp 25.500.0000, pecahan 25 gram - Rp 12.775.000, pecahan 10 gram - Rp 5.140.000, pecahan 5 gram - Rp 2.595.000, dan untuk pecahan 1 gram - Rp 548.000. Pergerakan harga perak berjangka di divisi Comex New York Mercantile Exchange untuk pengiriman Mei dilaporka telah terpantau turun sebesar 0.70% di level $16.958 US/ troy ons dimana harga telah bergerak menyentuh level $16.892 US untuk sesi terendah harian dan level $16.990 US untuk sesi tertinggi harian.

Dilaporkan juga bahwa harga minyak berjangka pada sesi pasar hari Senin ini, harga mengalami penurunan kembali setelah sempat mengalami kenaikan di sesi sebelumnya ketika kekhawatiran atas ketegangan di Yaman akan menganggu pasokan minyak dari Timur Tengah. Pada sesi pasar Asia, dilaporkan bahwa harga minyak West Texas Intermediate pengiriman Mei telah diperdagangkan lebih rendah 1.66% dengan berada di level $48.06 US/ barel pada perdagangan di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Pergerakan harga minyak WTI terpantau bergerak menyentuh level $48.00 untuk sesi terendah harian dan level $48.69 untuk sesi tertinggi harian. Untuk pergerakan harga minyak premium Eropa, Brent Oil pengiriman Mei juga terpantau alami penurunan 0.28% di level $56.03 US/ barel di ICE Future Europe exchange yang berbasisi di London. Pergerakan harga minyak premium Eropa sejak pagi ini telah bergerak menyentuh level $54.76 US untuk sesi terendah harian dan level $56.50 US untuk sesi tertinggi harian. Pada minggu ini, para pelaku pasar akan fokus pada hasil rilis data nonfarm payrolls di hari Jumat, yang diperkirakan oleh para pelaku pasar akan melemah. Dengan demikian, apabila sesuai dengan perkiraan para pelaku pasar, maka gerak harga emas kemungkinan bisa sedikit bertahan menguat pada minggu ini. Data ekonomi Amerika lain yang penting di pekan ini adalah data Consumer Confidence yang akan dirilis pada hari Selasa, data ADP employment dan ISM manufacturing yang akan dirilis pada hari Rabu, serta data jobless claims serta factory orders pada hari Kamis. Gerak harga emas bisa menguji kembali area $ 1.185 US dan $ 1.170 US, bahkan bisa ke level harga $ 1.159,45 US, yang merupakan level harga terendah sejak 19 Maret. Level harga support terkuat gerak harga emas adalah berada di kisaran level harga $ 1.142,60 US/ ons dan $ 1.131,05 US yang merupakan level harga terendah sejak 7 November 2014, dan cenderung oversold kisaran level harga ini sehingga besar kemungkinan harga untuk bergerak rebound. Gerak harga emas akan sangat rapuh jika berada di kisaran level harga $ 1.236,55 US/ ons yang merupakan pencapaian harga tertinggi sejak 16 Februari dan level harga $ 1.245,7 US/ ons yang merupakan level harga tertinggi sejak 10 Februari.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

USD Tertekan Fundamental, Major Currencies dan Emas Menggeliat

Pergerakan harga emas berada dalam tren penurunan di perdagangan awal Asia, pada sesi perdagangan pasar hari Jumat (15/5 hari Jumat (15/ 05/ 2015) ini. Perlemahan gerak harga emas terjadi, karena

Fundamental 0 Comments

Pasar Tunggu NFP, Laporan Jepang Defisit

Mata uang USD diperdagangkan pada level terendah sejak bulan Ferbuari terhadap mata uang utama akibat spekulasi Federal Resereve akan tetap mempertahankan program stimulus moneter hingga awal tahun depan. Rilis data

Forex News 0 Comments

Yen Tekan Greenback, Minyak Sedikit Menggeliat

Gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY dilaporkan telah mengalami gerak pelemahan pada sesi perdagangan pasar di hari Selasa. Hal tersebut terjadi, seiring makin menguatnya gerak nilai apresiasi mata uang

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image