Setelah Bangkit, Aussie Kembali Tergelincir

Setelah Bangkit, Aussie Kembali Tergelincir

1175095_518635551543813_1654100862_nGerak mata uang euro bangkit setelah adanya rilis data. Rilis data tersebut adalah mengenai pesanan industri negara Jerman yang lebih kuat dari perkiraan pasar sebelumnya. Hal ini mampu meredam spekulasi tentang pemangkasan suku bungaECB. Sempat bergerak merosot sepanjang 2 bulan sebelumnya, pesanan pabrik di Jerman berhasil melonjak 3,3% pada bulan September.

Kondisi ini jauh melampaui ekspektasi para pelaku pasar, yaitu kisaran 0,5%. Mata uang euro telah terlempar dari level di atas 1.38 USD setelah data inflasi yang dirilis pekan lalu anjlok ke posisi terendah dalam hampir 4 tahun, yang membuka peluang bagi ECB untuk kembali memperlonggar kebijakan moneter dalam rapat hari Kamis. “ECB kemungkinan masih akan melancarkan pernyataan-pernyataan yang bernada lebih dovish pada pengumuman kebijakan hari Kamis, sebagai upaya membuat pijakan untuk pemangkasan suku bunga dan LTRO (Long Term Refinancing Operation) pada pertemuan 5 Desember mendatang, Sementara perbedaan arah kebijakan antara bank sentral Amerika dan Eropa, terlebih dengan alat kebijakan ECB yang terbatas, akan kembali menekan euro untuk bergerak lebih rendah terhadap USD,” kata Camilla Sutton, kepala analis mata uang Scotiabank. Hal positif juga terjadi pada aussie. Mata uang Australia tersebut terus mendominasi apresiasi mata uang USD pada hari Rabu kemarin. Hal ini terjadi, setelah sebuah data menunjukkan defisit perdagangan negeri kangguru berkurang melebihi ekspektasi. Dari data rilis, dilaporkan bahwa Laporan Biro Statistik Australia menunjukkan defisit perdagangan menyusut ke 678 juta Australian Dollar (sekitar 645 juta USD) pada bulan September dari 727 juta Australian Dollar pada bulan Agustus. Kondisi ini terjadi seiring eksport naik kurang dari 1% dan import merosot 1%. Yang mematahkan ekspektasi penurunan defisit menjadi 600 juta Australian Dollar. Rally harga minyak juga turut menopang permintaan mata uang terkait komoditas seperti aussie. Namun, pergerakan aussie ternyata mengalami koreksi. Mata uang negeri kanguru ini melemah setelah rilis data tenaga kerja Australia sinyalkan masih rapuhnya momentum pertumbuhan ekonomi negara Australia. Jumlah tenaga kerja Australia meningkat sebanyak 1.100 untuk bulan Oktober, lebih buruk dari estimasi kenaikan 10.000; publikasi September juga direvisi lebih rendah dari 9.100 menjadi 3.300. Tingkat pengangguran Australia bahkan mencapai 5,7% untuk bulan Oktober, sesuai prediksi. Akan tetapi tingkat pengangguran untuk bulan September direvisi lebih buruk dari 5,6% menjadi 5,7%. Apresiasi mata uang AUD/USD diperdagangkan 0.9485; menjauhi level tinggi harian 0.9526.

Rincian lebih lanjut dari sektor tenaga kerja juga isyaratkan rapuhnya keberlanjutan pertambahan tenaga kerja. Tingkat partisipasi tenaga kerja berkurang dari 64,9% menjadi 64,8%. Jumlah tenaga kerja penuh (full time) juga berkurang sebanyak 27.900 untuk bulan Oktober; lebih buruk dari publikasi September yang bertambah sebanyak 5.000. Dengan kondisi sektor tenaga kerja yang belum begitu solid maka ini tentunya dapat mengembalikan kekhawatiran akan belum selesainya siklus pemangkasan suku bunga RBA. Meski RBA tidak merubah suku bunganya pada pertemuan November namun masih ada kecemasan siklus pelonggaran dapat berlanjut tahun depan.

About author

You might also like

Berita 0 Comments

Yen Bergerak Menguat, Kondisi Politik Amerika Pengaruhi Pasar

Dilaporkan bahwa, gerak nilai apresiasi mata uang Yen telah bergerak menguat ke kisaran level 103.45. Penguatan gerak nilai apresiasi mata uang USD/ JPY tersebut, mengabaikan sinyal pelonggaran lebih lanjut dari

Komoditas 0 Comments

Stanley Fischer Di Peru Buka Komentar, Greenback Rebound Atas Major

Pada sesi perdagangan pasar di hari Senin (12/ 10/ 2015) ini, dilaporkan bahwa gerak nilai apresiasi mata uang USD tampak kembali menguat atas mata uang mayor, sepertihalnya terhadap mata uang

Berita 0 Comments

Dollar Berpotensi Bullish Lebih Lanjut Jelang FOMC

Dollar AS bergerak stabil di sesi Asia pada hari Rabu hanya beberapa jam menjelang pertemuan Federal Reserve yang diperkirakan akan mengambil langkah besar menuju menaikan suku bunga untuk pertama kalinya

0 Comments

No Comments Yet!

You can be first to comment this post!

Leave a Reply

CAPTCHA Image
Play CAPTCHA Audio
Reload Image